Panduan Memilih Sabun Mandi Sesuai Jenis Kulit

Dipublish tanggal: Jul 8, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Panduan Memilih Sabun Mandi Sesuai Jenis Kulit

Setelah beraktivitas seharian, mandi atau membersihkan tubuh merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan. Selain pemilihan suhu air, entah itu air hangat ataupun air dingin, tetapi penggunaan sabun juga penting. Sabun tidak hanya memiliki kegunaan sebagai pembersih tubuh dari bakteri atau kuman yang menempel pada tubuh, tetapi sabun juga memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan kulit. Untuk itu, penting untuk memilih sabun yang tepat sesuai dengan jenis kulit agar terhindari dari iritasi kulit, rasa gatal, maupun kulit kering.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Kulit Kering

Iklan dari HonestDocs
Beli Perawatan Kecantikan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 16

Jenis pilihan sabun mandi juga sangat beragam sehingga terkadang menyulitkan untuk memilih sabun mandi terbaik. Tak hanya wangi sabun yang menjadi salah satu alasan untuk membelinya, tetapi jenis sabun juga perlu disesuaikan dengan jenis kulit. Karena selain membantu menghilangkan kuman dan kotoran, dengan menggunakan sabun yang tepat, tubuh akan terasa lebih segar.

Panduan Memilih Sabun Mandi Sesuai Jenis Kulit

Agar tidak bingung dalam memilih sabun mandi yang sesuai jenis kulit, simak tips berikut:

Kulit normal, pilih sabun yang dapat melembabkan kulit

Kandungan pelembab pada sabun mandi berguna untuk menghindari kulit dari kondisi kulit kering. Walaupun kulit normal cenderung tidak kering dan tidak berminyak, namun Anda juga disarankan untuk memilih sabun yang dapat melembabkan kulit. Selain itu, meskipun memiliki kulit normal, ketika sedang berada di luar rumah, sebaiknya gunakan tabir surya atau sunblock untuk menghindarkan kulit dari bahaya sinar matahari.

Kulit kering, pilih sabun yang memiliki kandungan gliserin

Bagi pemilik kulit kering, penting untuk memilih sabun dengan kandungan gliserin. Karena kandungan gliserin dianggap menjadi pilihan terbaik  untuk menjaga kelembaban kulit sampai beberapa jam setelah mandi. Hal ini dibutuhkan karena kebanyakan sabun justru dapat menghilangkan minyak alami yang diproduksi tubuh. Jika memiliki kulit kering, Anda disarankan untuk mandi dengan air dingin agar tidak menimbulkan kulit yang semakin kering.

Hindari pula penggunaan sabun yang memiliki sifat antibakteri tinggi bagi pemilik kulit kering karena pemakaian sabun ini terutama secara berlebihan dapat menimbulkan iritasi kulit. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda yang memiliki kulit kering untuk menggunakan sabun yang mengandung coconut oil, minyak zaitun, ataupun minyak bunga matahari. Kandungan minyak alami yang terdapat di dalamnya dapat menutrisi kulit dan menghindarkan dari kulit kering.

Baca juga: Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan Kulit

Iklan dari HonestDocs
Beli Perawatan Kecantikan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 16

Kulit berminyak, hindari sabun yang mengandung bahan kimia

Kulit berminyak memang mungkin memiliki jenis kulit yang cukup kenyal dan lembap, tetapi akan lebih rentan mengalami munculnya jerawat. Hal ini disebabkan karena kulit berminyak dapat membuat bakteri berkembangbiak dengan lebih cepat. Solusi untuk pemilik kulit berminyak dalam memilih sabun mandi adalah menghindari sabun mandi dengan bahan sensitif.

Bahan dalam kandungan sabun yang paling direkomendasikan, yaitu asam salisilat dan asam glikolat. Dengan kandungan zat tersebut, maka dapat membantu mencegah jerawat di bagian dada, punggung, atau bagian lainnya. Selain itu, kedua bahan tersebut juga bisa mencegah penyumbatan pori-pori yang dapat memunculkan jerawat.

Frekuensi mandi juga tidak boleh terlalu sering, karena hal tersebut justru akan menimbulkan pembentukan minyak secara berlebih sehingga dapat memunculkan jerawat akibat terjadinya penyumbatan pori-pori pada kulit.

Kulit sensitif, hindari sabun dengan kandungan antibakteri dan deodorant

Bagi pemilik kulit sensitif sebaiknya jangan menggunakan sabun dengan kandungan antibakteri dan deodoran. Hal ini dikarenakan sabun antibakteri dan deodorant memiliki kandungan bahan kimia yang sangat keras jika digunakan pada kulit sehingga risiko iritasi semakin besar. Selain menghindari bahan antibakteri dan deodoran, Anda pun juga tidak disarankan untuk menggunakan sabun dengan scrub maupun yang mengandung zat asam salisilat. Penggunaan sabun bayi akan jauh lebih baik untuk digunakan oleh pemilik kulit sensitif.

Baca juga: Tips Memilih Sabun Untuk Kulit Sensitif

Kulit kombinasi, sesuaikan dengan area kulit tertentu

Kondisi kulit kombinasi memiliki campuran antara beberapa jenis kulit, misalnya kulit kering di satu sisi, sementara sisi lain terasa berminyak. Sehingga untuk mengatasi jenis kulit ini diperlukan perawatan kulit khusus dengan kandungan produk berbeda. Hindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia dan cari tahu cara yang tepat untuk mengatasi kulit kombinasi.

Penggunaan sabun mandi memang tidak boleh asal pilih, sebab pemilihan sabun mandi harus disesuaikan dengan jenis kulit. Pemilihan sabun yang salah dan tidak tepat dapat merusak sel kulit. Maka dari itu, perhatikan terlebih dahulu jenis kulit Anda, baru pilih sabun mandi dengan kandungan yang tepat agar pemakaian sabun berfungsi secara maksimal dalam menjaga kesehatan kulit.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What is eczema? (n.d.). (https://nationaleczema.org/eczema/)
van Zuuren EJ, et al. (2017). Emollients and moisturisers for eczema. DOI: (https://doi.org/10.1002/14651858.CD012119.pub2)
Oakley A. (2015). Dry skin. (https://www.dermnetnz.org/topics/dry-skin/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app