GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Lari

Dipublish tanggal: Agu 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 27, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Lari

Lari merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja yang sangat baik untuk kesehatan, terutama tulang dan kekuatan tubuh. Tetapi meski termasuk dalam olahraga yang sederhana, jika dilakukan dengan cara yang salah bisa mengakibatkan terjadinya cedera. Oleh karena itu, guna menghindari hal tersebut sebaiknya pahami dulu hal-hal yang dapat menjadi penyebab cedera dan mencegahnya terjadi saat berlari.

Sebelum mulai olahraga, lakukan pemanasan terlebih dahulu sangat penting untuk menghindari cedera. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh agar tubuh terhindar dari dehidrasi dan mencegah pusing atau bahkan kehilangan kesadaran akibat kehilangan cairan tubuh akibat lari. 

Baca juga: Manfaat Lari Bagi Kesehatan Tubuh

Beberapa macam kesalahan saat lari yang perlu dihindari

Pola berlari asimetris

Kesalahan yang banyak dilakukan orang saat lari adalah pola lari yang tidak simetris. Pola asimetris di sini berarti tumpuan kaki mendarat dengan keras pada salah satu sisi tubuh atau membebani salah satu sisi tubuh tertentu. Jika hal ini dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan beban pada salah satu kaki menjadi terlalu berat. Untuk mengetahui apakah pola lari Anda simetris atau tidak dapat dirasakan berdasarkan suaranya. Jika suara kaki ketika mendarat lebih keras dari kaki lainnya, itu artinya pola lari Anda bersifat asimetris.

Posisi lutut yang salah

Salah satu masalah yang sering muncul saat berlari adalah cedera lutut dan hal ini disebabkan oleh posisi lutut yang salah saat berlari. Posisi lutut yang benar seharusnya setara dengan pinggul. Jika otot-otot pinggul lemah, maka dapat meningkatkan resiko cedera lutut. Umumnya pinggul akan menopang berat badan, namun jika otot terlalu lemah maka semua beban akan ditanggung oleh lutut. 

Hal ini dapat menyebabkan kerja lutut akan semakin berat dan beresiko cedera, sehingga sebaiknya Anda juga melakukan latihan atau minimal pemanasan otot selain otot kaki sebelum berlari, seperti otot pinggul, punggung, dan perut untuk mencegah terjadinya cedera ketika lari.

Badan condong ke belakang

Selain posisi lutut, posisi badan yang salah juga sering dilakukan orang saat berlari. Posisi badan yang baik saat berlari adalah dengan mencondongkan badan agak ke depan. Posisi badan yang condong ke belakang menyebabkan aerodinamis menjadi kurang baik sehingga lari akan semakin berat dan tenaga yang dibutuhkan menjadi semakin besar akhirnya akan membuat tubuh mudah lelah.

Tidak mengenali pola lari yang benar

Pola lari sering diabaikan karena dianggap lari merupakan olahraga yang mudah padahal pola berlari penting diperhatikan agar tidak mudah cedera. Ada 2 pola pelari, yaitu rear-foor runner (lari dengan kaki bagian belakang) dan fore-foot runner (lari dengan kaki bagian depan). Pola ini menentukan bagian kaki yang akan menerima beban tubuh lebih besar.

Tidak semua orang memiliki kaki yang cukup kuat untuk mendukung berat badannya pada satu sisi sehingga perlunya penggantian pola saat berlari. Namun penggantian pola ini tidak bisa dilakukan secara spontan. Pergantian pola harus dilakukan bertahap sehingga Anda dapat meningkatkan kekuatan kaki dan menghindari cedera.

Langkah terlalu lebar

Banyak anggapan bahwa semakin lebar langkah yang dilakukan maka lari akan semakin cepat dan efisien. Padahal hal tersebut salah besar, menggunakan langkah yang besar malah akan membuat Anda cepat kehabisan oksigen dan kecepatannya pun semakin lambat. Selain itu, langkah yang lebar membuat tubuh menjadi lebih cepat lelah.

Cara terbaik saat berlari adalah menggunakan langkah yang pendek. Hal ini sudah dibuktikan dalam penelitian di Jepang bahwa langkah pendek saat lari akan lebih efisien karena lebih cepat dan membutuhkan tenaga yang lebih kecil dibandingkan dengan langkah yang lebar. Langkah kecil juga dapat meminimalisir resiko cedera.

Baca juga: Tips Agar Tidak Mudah Lelah Saat Lari

Salah menggunakan sepatu

Tak hanya faktor fisik yang perlu diperhatikan, tetapi pemilihan sepatu olahraga juga penting. Hal inilah yang paling sering disepelekan saat lari di mana penggunaan sepatu yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya cedera mulai dari cedera punggung, pinggul, lutut hingga pergelangan kaki. Sepatu khusus untuk lari sudah didesain sesuai dengan ergonomi kaki saat berlari sehingga dapat menghindari cedera, dengan catatan ukuran sepatu yang digunakan sesuai dengan ukuran kaki.

Anggapan lari merupakan olahraga yang mudah membuat banyak orang mengabaikan keselamatan dan kesehatan diri sendiri. Maka dari itu, perhatikan dan lakukan persiapan lari dengan baik dan benar untuk menghindari terjadinya risiko cedera.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Running: Preventing Overuse Injuries. American Academy of Family Physicians. (https://familydoctor.org/running-preventing-overuse-injuries/)
Running injury? Maybe you’re doing it all wrong. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/blog/running-injury-maybe-youre-doing-it-all-wrong-201604089420)
Why Do I Feel Knee Pain When Running?. Verywell Fit. (https://www.verywellfit.com/knee-pain-when-running-4134724)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app