Lakukan 2 Peregangan Ini Sebelum Berlari

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Lakukan 2 Peregangan Ini Sebelum Berlari

Meski terkesan mudah, olahraga lari bukan olahraga yang bisa dikerjakan dengan sembarangan. Berlari bukan hanya masalah menapak pada lintasan tanah dengan cepat. Olahraga ini perlu dipersiapkan dengan benar agar tidak menimbulkan cedera. 

Salah satu contohnya adalah nyeri pada sisi kiri ketika berlari adalah tanda bila tubuh sudah lelah. kondisi ini menjadi salah satu efek bila Anda tidak melakukan pemanasan sebelum berlari. Sebagai pemanasan, Anda bisa melakukan dua cara ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Berjalan

Salah satu pemanasan paling mudah yang bisa dilakukan adalah berjalan. Aktivitas ini memungkinkan tubuh untuk beradaptasi dengan lari hanya saja kekuatan otot yang dibutuhkan lebih rendah. Berjalan secara perlahan mampu meningkatkan denyut jtnutng, meningkatkan suhu tubuh, mengaktifkan otot, dan melancarkan aliran darah. 

Selain itu, berjalan adalah salah satu aktivitas baik sebelum mulai berlari terlebih bargi Anda yang baru memulai aktivitas lari. Mulailah dengan berjalan selama 3 samapi 5 menit dengan santai dengan melakukan latihan pernapasan sebelum memulai berlari.

Peregangan

Selain berjalan, peregangan juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk pemasan sebelum berlari. Peregangan yang dibutuhkan adalah pereganan yang berhubungan dengan kaki sehingga ketika berlari otot sudah tidak kaku lagi.

  • Hacky-sack – Angkat kaki kanan dan tekuk lutut kanan ke arah dada. Gunakan tangan kiri untuk menyentuh bagian dalam telapak kaki kanan agar punggung tetap lurus. Lakukan langkah ini sebanyak 10 kali untuk setiap kaki
  • High-knee step – Tekuk lutut kanan dan jaga agar sudutnya tetap 90 derajat. Lakukan peregangan ini sebanyak 10 kali untuk setiap kaki. Anda juga bisa menyelingi dengan jogging sejauh beberapa meter.
  • Butt kick – Ayunkan kaki ke belakang hingga tumit menyentuh paha secara kiat-kuat. Kombinasikan latihan ini dengan high-knee step. Ulangi 10 kali latihan untuk setiap sisi kaki dan jaga agar postur tubuh tetap tegak.
  • Stark stretch – tekuk lutut kebelakang hingga bagian tumit hampir menyentuh paha belakang. Gunakan tangan untuk menahan kaki pada posisi tersebut selama 10 hitungan. Ulangi gerakan ini sebanyak 3-5 kali untuk setiap sisi kaki. Hindari menekan kaki terlalu ke belekang namun hanya meregangkannya saja hingga Anda merasa otot sedikit tertarik bukan rasa nyeri.
  • Calf-raises – Saat berlari, otot pada paha mempunyai peranan penting dan sering kali terangkat ke permukana tanah. Anda bisa mulai peregangan untuk paha dengan jinjit pada jari kaki lalu turunkan tumit secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa saat dan rasakan tarikan pada otot paha. Ulangi kembali langkah ini sebanyak beberapa kali untuk setiap kaki. Anda juga bisa menggunakan tangga, yaitu dengan berdiri pada ujung tangga dan lakukan peregangan yang sama. Anda bisa berpegangan pada sisi tangga bila diperlukan.

Ada banyak cara pemanasan yang bisa dilakukan selain cara-cara diatas untuk digunakan sebelum berlari. Apapun jenis peregangan yang Anda lakukan, peregangan bisa membuat Anda lebih berenergi serta memberikan tubuh kesempatan untuk beradaptasi sebelum melakukan kegiatan yang berat. 

Pemasan sebelum berlari ini ibaratnya seperti mempersiapkan diri sebelum tubuh masuk dalam kegiatan berat serta meminimalisir cedera akibat kegiatan tersebut.

Selain peregangan sebelum, Anda juga perlu memperhatikan peregangan setelah berlari. Anda bisa menggunakan beberapa gerakan pendinginan untuk membantu meregangkan otot yang sudah bekerja dengan keras. Selain itu peregangan setelah berlari juga bisa meminimalkan cedera. 

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Stretch Before or After Run | When to Stretch. Runner's World. (https://www.runnersworld.com/beginner/a20808113/should-i-stretch-before-or-after-my-runs/)
Cramps While Running: Causes, Prevention, Treatments. WebMD. (https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/how-to-stop-runners-cramps)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app