Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN
Kehamilan

Kamus Kehamilan: Proses, Tanda, Pantangan, Nutrisi, Tips Hamil

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 16 menit
Telah dibaca 899.507 orang

Kamus Kehamilan: Proses, Tanda,  Pantangan,  Nutrisi,  Tips Hamil

Ingin tahu segala informasi seputar kehamilan?

Kehamilan adalah kabar baik yang paling ditunggu oleh seluruh pasangan yang sudah menikah, baik yang baru menikah atau yang sudah lama menikah. Selain itu, menjadi ibu hamil dan menjalani proses kehamilan demi mendapatkan buah hati adalah salah satu momen yang sangat membahagiakan bagi seorang wanita.

Kehamilan dimulai sejak terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma yang terus berkembang menjadi janin selama 40 minggu atau 9 bulan dalam kandungan dan terbentuk menjadi seorang bayi. Hal ini dapat terjadi akibat adanya hubungan seks antara pria dan wanita.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap informasi seputar kehamilan, mulai dari cara cepat hamil, tanda tanda kehamilan, proses kehamilan, cara membuat anak, cara menghitung usia kehamilan dengan kalkulator kehamilan, hingga tips kehamilan yang perlu diketahui sehingga bayi dapat lahir dengan sehat.

Cara Cepat Hamil

Memiliki anak merupakan harapan setiap pasangan yang sudah menikah. Namun, proses memiliki anak bisa berbeda-beda, ada yang cepat ada juga yang membutuhkan proses yang cukup lama. Berikut ini beberapa cara cepat hamil yang dapat Anda perhatikan:

  • Mengetahui masa subur. Masa subur atau waktu ovulasi merupakan periode di mana ovarium melepaskan sel telur dan masa subur ini terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya (dalam siklus haid normal yakni 28 hari). Agar cepat hamil, Anda dapat meningkatkan frekuensi hubungan seksual 2 hingga 3 hari sebelum masa subur Anda. Hal ini dikarenakan sel sperma dapat bertahan di dalam rahim selama beberapa hari, tetapi begitu sel telur dilepaskan hanya dapat bertahan selama 12 hingga 24 jam. Bila Anda memiliki siklus haid normal yakni 28 hari, tingkatkanlah frekuensi berhubungan seksual mulai dari hari ke-10 hingga hari ke-15.
  • Kelola stress Anda. Faktor stress berperan sangat penting dalam proses kehamilan. Bila Anda terlalu stress, maka hal ini dapat mengganggu proses pelepasan telur sehingga menyulitkan Anda untuk hamil
  • Menerapkan pola hidup sehat. Agar cepat hamil, Anda dan pasangan juga perlu menerapkan pola hidup sehat, di antaranya berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan kaya nutrisi, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, minuman beralkohol, kopi dan kafein, serta obat-obat terlarang. Sementara itu, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak asam folat yang terkandung dalam brokoli, kacang hijau, bayam, sereal, dan kentang.
  • Hentikan penggunaan alat kontrasepsi. Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB maupun hormon dapat menunda kehamilan. Jika Anda sedang merencanakan proses kehamilan, penghentian penggunaan alat kontrasepsi juga dapat menjadi salah satu cara cepat hamil. Proses ini pun memerlukan waktu untuk membuat siklus menstruasi dan hormonal Anda kembali normal dan teratur.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter kandungan agar mendapatkan saran medis yang tepat. Bingung bagaimana cara membuat anak laki-laki atau anak perempuan? Atau ingin memiliki anak kembar? Berikut ini beberapa tips cara membuat anak.

Cara Membuat Anak Laki-Laki

Ingin memiliki anak laki-laki? Anda dapat memperbanyak konsumsi pisang, sereal, jamur, jeruk, tomat, serta Anda juga dapat mengonsumsi makanan asin yang terdapat pada ikan asin, daging, ataupun kerupuk karena keseimbangan natrium dan kalium dapat memperbesar kemungkinan Anda memiliki anak laki-laki. Walaupun begitu tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan asin terlalu berlebihan. Selain itu, orgasme wanita berperan penting dalam proses membuat anak laki-laki karena akan membuat vagina menjadi basa dan memberi kesempatan sperma bertahan lebih lama.

Cara Membuat Anak Perempuan

Bingung bagaimana cara membuat anak perempuan? Berlawanan dengan cara membuat anak laki-laki, Anda dapat mengurangi konsumsi garam dan memperbanyak konsumsi asam sebelum menjalani proses kehamilan karena kondisi asam dapat mengubah tingkat pH pada tubuh dan meningkatkan kemungkinan memiliki anak perempuan. Selain itu, Anda perlu meningkatkan asupan kalsium dan magnesium, serta asam folat yang terdapat pada brokoli, kacang-kacangan, sereal, alpukat, sereal, dan susu.

Ciri-ciri hamil anak laki-laki dan perempuan ketika dalam proses kehamilan yang masih dipercaya antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku
  • Anak laki-laki: Timbulnya jerawat saat hamil yang tidak hilang sejak awal hingga akhir kehamilan, bentuk perut ibu hamil yang membulat sempurna dan cenderung berada di bawah, mengalami sakit di tulang belakang, payudara sebelah kanan lebih besar, dan cenderung tidur menghadap ke kanan. 
  • Anak perempuan: Terlihat lebih cantik dan lebih suka berdandan, bentuk perut ibu hamil yang mancung ke depan dan cenderung di posisi atas, mengalami sakit di pangkal panggul, payudara sebelah kiri lebih besar, dan cenderung tidur menghadap ke kiri.

Cara Membuat Anak Kembar

Peluang terbesar memiliki anak kembar memang biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi ada beberapa cara membuat anak kembar yang dapat Anda coba, di antaranya hamil di atas usia 35 tahun, minum obat kesuburan dan mengonsumsi asam folat, serta berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Baca selengkapnya: Cara Membuat Anak Kembar

Tanda-Tanda Kehamilan

Tanda Awal Kehamilan

Terkadang seorang wanita tidak menyadari bahwa dirinya hamil karena tanda awal kehamilan seringkali membingungkan. Ada kalanya, tanda tanda kehamilan sulit dikenali karena tandanya seringkali menyerupai tanda-tanda datangnya menstruasi. Tanda kehamilan pada ibu hamil juga berbeda-beda dan belum tentu dialami oleh semua ibu hamil.

Maka dari itu, tanda tanda kehamilan penting untuk diketahui agar Anda dapat mempersiapkan diri dalam menjalani proses kehamilan. Berikut ini adalah beberapa tanda awal kehamilan:

  • Tidak menstruasi (amenorrhea). Tanda awal kehamilan seringkali merujuk pada jadwal menstruasi (haid), di mana ibu hamil akan mengalami telat haid. Selain itu, selama menjalani proses kehamilan, ibu hamil juga tidak akan mengalami menstruasi.
  • Perubahan pada payudara. Saat proses kehamilan, ibu hamil akan mengalami perubahan pada payudara menjadi lebih besar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan produksi hormon estrogen dan progesteron. Perubahan pada payudara ini juga terkadang menimbulkan rasa sakit terutama ketika dipegang. Ciri-ciri hamil lainnya, payudara akan terasa lebih lembut serta puting susu akan berwarna lebih gelap dan terasa gatal.
  • Mual dan muntah. Gejala mual dan muntah seringkali menjadi tanda kehamilan yang paling sering dialami ibu hamil terutama pada trimester awal kehamilan. Biasanya mual akan sering terjadi di pagi hari, yang biasa disebut morning sickness. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon HcG (Human chorionic gonadotropin) yang terjadi secara tiba-tiba dalam aliran darah dan saluran kemih.

Baca selengkapnya: 12 Tanda Awal Kehamilan

Cara Menggunakan dan Membaca Hasil Test Pack

Setelah merasakan adanya tanda tanda kehamilan, test pack merupakan salah satu cara awal dan paling mudah digunakan pada tes kehamilan karena ketersediaan test pack mudah ditemukan di apotek hingga toko-toko retail.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Prinsip penggunaan test pack adalah untuk memeriksa hormon beta-HcG yang terdapat pada kandungan urin. Hormon beta-HcG atau hormon kehamilan merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel yang terbentuk di plasenta akibat adanya penempelan sel telur yang telah dibuahi sperma di dinding rahim.

Test pack terbagi menjadi dua macam, ada yang berbahan kertas dan plastik dengan cara dicelup ataupun ditetesi dengan urin. Sebaiknya tes kehamilan dengan test pack ini dilakukan di pagi hari dengan menggunakan urin pagi setelah bangun tidur.

Cara menggunakan test pack sebagai tes kehamilan adalah dengan menyiapkan test pack dan sampel urin yang akan menjadi bahan pemeriksaan, lalu celupkan test pack secara vertikal ke dalam urin hingga tanda batas, lalu angkat test pack setelah 10 detik dan diamkan pada alas datar yang bersih dan kering. Ketahui hasilnya melalui garis berwarna yang muncul setelahnya.

Baca selengkapnya: Cara Membaca Hasil Test Pack

Perubahan Fisik yang Terjadi Selama Proses Kehamilan

Pada proses kehamilan, tak hanya ukuran perut yang membesar, tetapi terdapat beberapa perubahan akan terjadi pada ibu hamil mulai dari trimester pertama kehamilan, seperti ukuran payudara dan kaki, munculnya stretch mark dan perubahan pada kulit, serta perubahan berat badan.

  • Ukuran payudara dan kaki membesar. Seperti yang disebutkan pada tanda awal kehamilan, ukuran payudara pada ibu hamil akan membesar akibat kelenjar ASI mulai aktif dan jaringan payudara membengkak sehingga terjadi peningkatan produksi ASI. Selain itu, ukuran kaki juga umumnya akan membesar akibat penambahan berat badan secara keseluruhan selama proses kehamilan. Hal ini juga terjadi akibat pelebaran sendi panggul.
  • Munculnya stretch mark dan perubahan pada kulit. Munculnya stretch mark seringkali terjadi pada ibu hamil, hal ini disebabkan oleh peregangan pada kulit akibat kenaikan berat badan. Stretch mark umumnya terjadi pada bagian paha dan perut yang akan memudar setelah proses melahirkan. Selain itu, pada saat kehamilan, warna kulit ibu hamil cenderung bercahaya. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon saat kehamilan dan peningkatan sirkulasi darah. Hormon-hormon kehamilan menyebabkan produksi minyak berlebih pada kulit sehingga membuat kulit menjadi lebih lembab. Tetapi penggunaan pelembab tetap disarankan agar kulit tidak kering dan mengurangi tanda stretch mark pada kulit.
  • Perubahan berat badan. Kenaikan berat badan selama proses kehamilan wajar terjadi karena dapat menjadi tanda janin Anda bertumbuh dan berkembang dengan baik. Selain kenaikan berat badan yang disebabkan oleh berat badan bayi, terdapat beberapa bagian tubuh pada ibu hamil yang menyebabkan berat badan ikut bertambah, seperti berat cairan ketuban dan ari-ari, pembesaran volume rahim, volume darah yang meningkat, pembesaran payudara, hingga cadangan lemak yang tersimpan untuk membantu produksi ASI ketika bayi sudah lahir.

Proses Kehamilan

Kehamilan diawali dengan proses pembuahan di mana salah satu sperma berhasil masuk ke dalam sel telur yang kemudian membelah dan berkembang menjadi 4 sel. Ketika pembelahan sel telur terjadi, sel akan bergerak menuju rahim di hari ke-7.

Selama hamil 9 bulan, proses kehamilan terbagi menjadi 3 trimester kehamilan, yakni:

Trimester Pertama

Perhitungan usia kehamilan umumnya dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi normal terakhir. Pada trimester kehamilan pertama akan berlangsung dari minggu pertama hingga minggu ke-13 masa kehamilan, perubahan secara fisik belum terlalu terlihat, tetapi ibu hamil akan mengalami perubahan yang berbeda, seperti kadar hormon yang berubah secara signifikan.

Pada trimester pertama ini, janin akan mengembangkan semua organnya pada akhir bulan ketiga usia kehamilan. Sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk mempertahankan pola makan sehat, termasuk menambah jumlah asam folat untuk membantu mencegah cacat saraf pada janin. Selama trimester pertama, risiko keguguran biasanya cukup tinggi maka ibu hamil harus menjaga kondisi tubuh.

Trimester Kedua

Trimester kedua (minggu ke-13 hingga minggu ke-27) adalah periode kehamilan yang sudah cukup nyaman bagi ibu hamil karena sebagian besar gejala awal kehamilan sudah tidak dirasakan. Tetapi ukuran perut sudah mulai terlihat membesar karena rahim bertumbuh dengan cepat pada masa ini.

Walau gejala mual atau morning sickness perlahan menghilang, ada beberapa keluhan umum yang dirasakan, termasuk kram kaki, nyeri di ulu hati, selera makan tinggi, muncul varises, sakit punggung, dan terkadang hidung tersumbat.

Pada trimester kedua ini, jenis kelamin bayi sudah dapat diketahui dan bagian-bagian tubuh janin mulai terbentuk, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Ibu hamil juga mulai dapat merasakan pergerakan janin untuk pertama kalinya pada minggu ke-20 usia kehamilan. Pada trimester ini, janin juga mulai bisa mendengar dan mengenali suara dari luar.

Trimester Ketiga

Trimester ketiga berlangsung dari minggu ke-28 usia kehamilan sampai masa kelahiran bayi. Pada trimester ketiga, janin sudah bisa membuka dan menutup matanya, menghisap jempol, serta menendang, merenggangkan badan, dan merespon cahaya.

Memasuki bulan ke-8, pertumbuhan otak bayi akan berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang cepat dan di bulan ke-9 atau usia kehamilan 34-36 minggu, paru-paru bayi sudah matang dan siap bekerja sendiri.

Baca selengkapnya: Memahami Proses Kehamilan

Jenis-Jenis Pemeriksaan Kehamilan

Setelah merasakan ciri-ciri hamil, seorang wanita umumnya melakukan tes kehamilan hanya melalui test pack, tetapi untuk memastikannya, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan medis ke dokter kandungan. Selanjutnya, dalam proses kehamilan, penting untuk mengetahui perkembangan kondisi janin melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin. Berikut ini adalah 3 tes kehamilan yang biasa dilakukan, antara lain USG, kardiotokografi, dan tes darah.

  • USG. Pemeriksaan USG atau pemindaian melalui gelombang suara untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan. Pemeriksaan ini ada 2 jenis, yaitu USG 3D dan USG 4D yang menampilkan gambar hasil pemindaian secara lebih akurat dan jelas.
  • Kardiotokografi. Pemeriksaan kandungan dengan kardiotokografi berfungsi untuk memeriksa denyut jantung janin dalam rahim sekaligus mengetahui kontraksi rahim pada ibu. Namun tidak semua ibu hamil perlu menjalani tes ini, bergantung pada kondisi kesehatan Anda dan janin bayi. 
  • Tes darah. Dalam proses kehamilan, Anda wajib melakukan tes darah untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin saja menjadi tanda bahaya kehamilan seperti kolesterol, diabetes, hepatitis, sifilis, thalassemia, ataupun HIV yang mungkin dialami ibu hamil. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi risiko penularan pada janin dan biasanya dilakukan ketika kehamilan menginjak usia 10 minggu.
  • Tes kelainan kromosom. Jenis pemeriksaan ini dapat mendeteksi apabila bayi Anda memiliki kelainan kromosom seperti Down's syndrome, Edward's syndrome atau lainnya sejak di dalam kandungan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan skrining non-invasif yakni tes NIPT (non-invasive prenatal testing) atau metode diagnostik invasif termasuk amniocentesis dan chorionic villus sampling (CVS) untuk hasil yang lebih akurat. 

Sumber Makanan dan Minuman yang Baik untuk Ibu Hamil

Makanan bergizi sangat penting dalam proses kehamilan karena berdampak bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Makanan yang baik bagi ibu hamil umumnya mengandung gizi tinggi sesuai dengan kebutuhan ibu dan janin.

Daftar Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Jenis makanan dan jumlah asupan nutrisi selama proses kehamilan perlu diperhatikan, terutama ketika usia kehamilan semakin bertambah. Berikut ini beberapa makanan sehat yang baik untuk ibu hamil:

  • Brokoli. Sayuran hijau ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama hamil karena mengandung kalsium, zat besi, dan asam folat, serta mengandung serat, vitamin C, dan antioksidan yang tinggi untuk menangkal radikal bebas dan melawan berbagai penyakit.
  • Bayam. Pada saat hamil muda, mengonsumsi bayam sangat dianjurkan karena memiliki asam folat dan zat besi yang tinggi. Ini baik untuk menghindari cacat saraf pada bayi dan mengurangi risiko melahirkan secara prematur dan preeklamsia.
  • Kacang-kacangan. Mengonsumsi kacang-kacangan seperti almond dan kacang polong baik bagi kehamilan terutama di trimester pertama karena merupakan sumber protein, serat, zat besi, kalsium, dan asam folat.

Baca selengkapnya: Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Daftar Buah yang Baik untuk Ibu Hamil

Kesehatan janin bergantung dari apa yang Anda makan. Salah satu makanan yang baik untuk ibu hamil adalah mengonsumsi buah-buahan seperti pisang, alpukat, jeruk, dan mangga. Karena pisang mengandung vitamin B6 untuk mengurangi rasa mual dalam proses kehamilan serta kalium yang membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh sehingga pisang merupakan buah yang bagus untuk ibu hamil. 

Alpukat sendiri kaya akan serat, vitamin K, vitamin C, vitamin B6, asam folat, kalium, dan lemak baik yang dapat membantu perkembangan otak, sistem saraf, serta kulit dan jaringan bayi, serta mengurangi kram kaki pada ibu hamil. Jeruk juga memiliki kandungan vitamin C, asam folat, dan serat yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah kelelahan, membantu perkembangan otak dan saraf tulang belakang pada bayi serta mencegah cacat lahir pada janin.

Begitupun mangga merupakan buah yang baik untuk ibu hamil karena mengandung kalium, vitamin C, dan vitamin A yang membantu menjaga tekanan darah, mempertahankan cairan tubuh, serta sebagai antioksidan dalam membantu sistem kekebalan tubuh, membentuk penglihatan dan sistem saraf bayi, serta mencegah konstipasi atau sembelit pada ibu hamil.

Baca selengkapnya: Buah yang Baik untuk Ibu Hamil

Susu yang Baik untuk Ibu Hamil

Selain makanan bergizi, ibu hamil juga memerlukan susu sebagai tambahan nutrisi karena susu kaya akan protein, sumber kalsium, dan vitamin D. Hal ini penting untuk proses pembentukkan tulang pada bayi, membentuk jaringan tubuh, dan mengurangi risiko bayi lahir dengan kekurangan berat badan. 

Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi susu murni yang sudah melalui proses pasteurisasi, susu rendah lemak atau tanpa lemak. Selain susu, Anda juga dapat mengonsumsi sumber kalsium lain seperti keju, yoghurt, almond, serta jus jeruk. Ada 6 jenis susu yang dapat Anda pilih:

  • Susu sapi: Jenis susu yang paling banyak ditemui dan memiliki kandungan asam amino, vitamin D, vitamin E, dan vitamin A.
  • Susu kambing: Memiliki kandungan protein dan vitamin B2 lebih banyak jika dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing mengandung kalsium dan lemak yang lebih sedikit.
  • Susu kedelai: Mengandung protein, bebas kolesterol, dan memiliki kandungan kalsium, serta asam lemak tak jenuh.
  • Susu beras: Mengandung karbohidrat dengan jumlah 4 kali lebih banyak dibandingkan susu sapi, tetapi tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu, susu beras mengandung rendah lemak, tetapi mengandung vitamin B yang tinggi dan kalsium.
  • Susu almond: Umumnya menjadi susu alternatif bagi ibu hamil yang alergi terhadap kedelai maupun gluten. Susu ini mengandung asam folat, serat, protein, vitamin B, kalsium, zat besi, dan vitamin E.
  • Susu oat: Memiliki serat yang tinggi, mineral, kalsium, vitamin seperti mangan, potasium, vitamin A, vitamin B, dan fosfor.

Baca selengkapnya: Tips Memilih Susu Terbaik untuk Ibu Hamil

Suplemen dan Vitamin yang Baik untuk Ibu Hamil

Selain menjaga pola makan yang sehat, ibu hamil memerlukan tambahan vitamin dan mineral yang terkandung dalam vitamin prenatal. Vitamin ini umumnya mengandung lebih banyak zat besi, kalsium, dan asam folat yang diperlukan ibu dan bayi.

Asam folat atau vitamin B9 merupakan nutrisi terpenting bagi ibu hamil karena dapat membantu meningkatkan fungsi otak, membentuk struktur DNA dan pertumbuhan sel, serta mengurangi cacat lahir pada bayi.

Zat besi diperlukan untuk membangun sel darah merah yang membantu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh dan mendukung perkembangan plasenta yang sehat. Kekurangan zat besi pada ibu hamil mungkin saja terjadi dan jika anemia dibiarkan dapat menyebabkan risiko persalinan prematur atau bahkan kematian janin. 

Kalsium juga diperlukan ibu hamil karena dapat membantu pembentukkan tulang, menjaga kesehatan saraf, hormon, serta otot bayi.

Baca selengkapnya: Kandungan Vitamin untuk Ibu Hamil

Keputihan Tanda Hamil atau Keputihan Tanda Menstruasi?

Keputihan merupakan hal alami pada wanita terutama pada saat sebelum menstruasi. Keputihan disebabkan meningkatnya kadar hormon estrogen dalam tubuh yang membuat vagina lembab dan meningkatkan aliran darah di area pelvis sehingga menghasilkan lendir di vagina. Tapi apakah Anda tahu bedanya keputihan tanda hamil dan menstruasi?

Keputihan tanda menstruasi berbeda-beda. Pada saat masa ovulasi, keputihan cenderung berwarna bening dan berair dan akan mengalami peningkatan volume, setelah ovulasi tekstur akan menebal tetapi hanya sedikit. Sebelum masa menstruasi, cairan akan berwarna putih dengan sedikit kekuningan, dan setelah menstruasi, cenderung berwarna agak kecokelatan.

Sementara keputihan tanda hamil memiliki ciri-ciri berwarna putih susu, bertekstur tebal, dan memiliki aroma yang ringan. Keputihan tanda hamil akan bertambah banyak jumlahnya hingga menjelang persalinan.

Baca selengkapnya: Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Menstruasi

Flek Saat Hamil vs Flek Saat Menstruasi

Apa bedanya flek saat hamil dan flek saat menstruasi? Terkadang hal tersebut cukup sulit dibedakan. Karena flek darah normal terjadi selama menstruasi, tetapi bisa menjadi tanda awal kehamilan, ini disebut juga pendarahan implantasi.

Flek darah pada saat menstruasi umumnya berwarna merah terang dan bisa juga berupa gumpalan darah. Tetapi jika pendarahan implantasi (flek saat hamil) bisa terjadi ketika telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim. Flek saat hamil biasanya berwarna cokelat atau merah muda dan jumlahnya sedikit.

Yang membedakan flek saat hamil dan flek saat menstruasi adalah

  • Flek saat menstruasi terjadi dalam waktu sekitar 7 hari, flek saat hamil hanya terjadi dalam 1-2 hari.
  • Flek saat menstruasi umumnya berwarna merah terang, flek saat hamil cenderung berwarna merah kecokelatan.
  • Flek saat menstruasi menimbulkan kram perut yang cukup parah, flek saat hamil hanya disertakan dengan kram ringan.

Baca selengkapnya: Perbedaan Flek Saat Hamil dan Menstruasi

Obat-Obatan yang Aman untuk Ibu Hamil

Pada saat hamil, pastinya Anda ingin terus berada dalam kondisi sehat, tetapi terkadang sistem imun menurun sehingga dapat menyebabkan gejala sakit seperti demam, sakit kepala, diare, flu, batuk, maupun mual. Tetapi tidak semua obat baik dan dapat dikonsumsi ibu hamil, maka Anda perlu memperhatikan beberapa obat berikut serta berkonsultasi dengan dokter. Akan lebih baik jika Anda mengonsumsi obat-obatan alami.

Obat Flu dan Batuk

Obat flu dengan kandungan dekongestan dapat membantu mengurangi hidung tersumbat tetapi sebaiknya menggunakan obat yang disemprotkan langsung ke hidung dalam bentuk spray, atau ibu hamil dapat mencegah flu dengan melakukan vaksinasi.

Baca selengkapnya: Obat Flu dan Batuk untuk Ibu Hamil

Obat Mual

Pada saat hamil, ibu hamil rentan mengalami mual dan muntah. Untuk meredakan gejala mual, Anda dapat mengonsumsi obat golongan ranitide yang aman untuk ibu hamil atau obat yang mengandung vitamin B6, antihistamin, dan obat asam lambung.

Baca selengkapnya: Obat Mual untuk Ibu Hamil

Obat Sakit Kepala

Kandungan parasetamol dan acetaminophen yang ada dalam obat sakit kepala diperbolehkan untuk dikonsumsi ibu hamil, tetapi aspirin dan ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat membahayakan bayi dalam kandungan. Anda juga dapat mengompres kepala dengan air hangat dan lakukan pijatan ringan untuk meringankan sakit kepala saat hamil.

Baca selengkapnya: Obat Sakit Kepala untuk Ibu Hamil

Beberapa tips tambahan seputar kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Kalkulator Kehamilan

Untuk menghitung usia kehamilan, Anda dapat menggunakan kalkulator kehamilan yang dihitung melalui HPHT (Haid Pertama pada periode siklus Haid Terakhir). Hal ini menjadi penting agar dapat mengetahui jadwal kelahiran dan jadwal pemeriksaan kandungan yang rutin untuk dijalankan ibu hamil dalam kalender kehamilan.

Anda dapat menghitung sendiri usia kehamilan Anda dengan kalkulator kehamilan atau menghitung sendiri dengan cara menambahkan 7 hari setelah hari pertama menstruasi Anda. Lalu menggunakan cara berikut ini untuk mengetahui perkiraan tanggal persalinan: Tanggal hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari - 3 bulan + 1 tahun.

Baca selengkapnya: Cara Menghitung Usia Kehamilan

Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil

Perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan akibat perut yang semakin membesar dapat membuat Anda menjadi sulit tidur. Bagaimana cara memilih posisi tidur yang baik dan nyaman bagi ibu dan bayi?

Posisi tidur miring atau menyamping merupakan posisi tidur yang baik untuk ibu hamil terutama menghadap kiri, karena dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aliran nutrisi menuju janin. Sementara itu, posisi tidur terlentang tidak disarankan karena dapat menambah tekanan berlebih pada aorta dan vena cava inferior (pembuluh darah yang berada di sepanjang punggung) dalam mengalirkan darah dari jantung ke tubuh bagian bawah.

Baca selengkapnya: Posisi Tidur untuk Ibu Hamil

Olahraga yang Baik untuk Ibu Hamil

Dalam proses kehamilan, ibu hamil tetap dapat melakukan olahraga ringan bahkan itu baik untuk memudahkan proses kelahiran nantinya. Lakukan olahraga yang membantu peregangan di area panggul, pinggang, serta punggung, yang dapat membantu melancarkan aliran darah dan otot jelang kelahiran. 

Beberapa jenis olahraga ini dapat dilakukan oleh ibu hamil, di antaranya squat (jongkok berdiri), berjalan kaki, berenang, senam kegel, yoga, serta naik turun tangga. Tetapi tetap perhatikan kondisi Anda supaya menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Baca selengkapnya: Olahraga yang Baik untuk Ibu Hamil

Cara Mengatasi Mood Swing Selama Proses Kehamilan

Perubahan hormonal dan emosi seringkali terjadi selama proses kehamilan dan menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi ibu hamil. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor hormonal, faktor luar, serta rasa cemas yang timbul.

Anda dapat melakukan hal yang Anda sukai, misalnya menonton tv, membaca buku, pergi jalan-jalan bersama pasangan, atau kegiatan apapun yang dapat Anda lakukan secara santai tanpa memberikan tekanan pada diri Anda. Hal ini akan membantu peningkatan hormon kebahagiaan dalam diri Anda dan membuat bayi juga merasa rileks. Selain itu, pastikan kebutuhan tidur Anda juga tercukupi.

Baca selengkapnya: Cara Mengatasi Perubahan Suasana Hati Selama Hamil

Tips Berhubungan Seksual Saat Hamil

Berhubungan seksual saat hamil boleh saja dilakukan, tetapi Anda harus mempertimbangkan beberapa hal dalam mengurangi risiko pada bayi. Dalam kondisi ini, pastikan ibu hamil merasa nyaman karena ini dapat mempengaruhi kondisi bayi.

Anda juga perlu berhati-hati dalam melakukan seks oral dan memastikan pasangan untuk tidak meniupkan udara ke vagina karena kondisi ini dapat menimbulkan risiko embolisme udara yang dapat menutupi pembuluh darah sehingga berbahaya bagi janin dan ibu hamil.

Baca selengkapnya: Tips Berhubungan Seksual Saat Hamil

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini