Herniasi Otak - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 982.369 orang

Herniasi otak, atau herniasi serebral, terjadi ketika jaringan otak, darah, dan cairan serebrospinal (CSF) bergeser dari posisi normalnya ke dalam tengkorak kepala. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pembengkakan karena cedera kepala, stroke, perdarahan, atau tumor otak.

Herniasi otak adalah keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian medis segera. Seringkali berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Tipe Herniasi Otak

Herniasi otak dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi jaringan otak yang telah bergeser.

Ada tiga jenis utama herniasi otak, meliputi:

Subfalcine

Jaringan otak bergerak di bawah membran yang dikenal sebagai falx cerebri di tengah otak. Jenis ini adalah jenis herniasi otak yang paling umum.

Hernia transtentorial

Jenis herniasi otak ini dapat dibagi lagi menjadi dua jenis:

  1. Descending Transtentorial atau uncal. Uncus, bagian dari lobus temporal, bergeser ke daerah bawah yang dikenal sebagai fossa posterior. Jenis ini adalah tipe herniasi otak kedua yang paling umum.
  2. Ascending Hernia transtentorial. Otak kecil dan batang otak bergerak ke atas melalui tentorium cerebelli.

Tonsilar serebelum

Bergerak ke bawah melalui foramen magnum, dimana sumsum tulang belakang terhubung ke otak.

Apakah Penyebab Herniasi Otak?

Penyebab Herniasi Otak

Herniasi otak merupakan hasil pembengkakan di otak, dimaan pembengkakan akan meningkatkan tekanan pada jaringan otak (disebut sebagai peningkatan tekanan intrakranial).  Penyebab paling umum dari herniasi otak termasuk:

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01
  • cedera kepala yang mengarah ke hematoma subdural (ketika darah terkumpul di permukaan otak di bawah tengkorak) atau bengkak (edema serebral)
  • pukulan
  • pendarahan otak
  • tumor otak

Penyebab lainnya termasuk:

  • abses (kumpulan nanah) dari infeksi bakteri atau jamur
  • penumpukan cairan di otak (hidrosefalus)
  • operasi otak
  • cacat pada struktur otak yang disebut Chiari malformasi

Seseorang dengan tumor otak atau masalah pembuluh darah, seperti aneurisma akan berisiko lebih tinggi mengalami herniasi otak.

Selain itu, aktivitas yang meningkatkan risiko cedera kepala juga dapat meningkatkan risiko herniasi otak.

Gejala Herniasi Otak

Herniasi otak dianggap sebagai keadaan darurat yang cukup serius dan membutuhkan penanganan segera. Tanda dan gejala yang mungkin terjadi termasuk:

  • dilatasi pupil
  • sakit kepala
  • kantuk
  • kesulitan berkonsentrasi
  • tekanan darah tinggi
  • hilangnya refleks
  • kejang
  • postur abnormal, gerakan tubuh kaku, dan posisi tubuh tidak normal
  • gagal jantung
  • hilang kesadaran
  • koma

Apakah Pengobatan Herniasi Otak?

Pengobatan

Penanganan herniasi otak bertujuan untuk menghilangkan pembengkakan dan tekanan di dalam otak yang menyebabkan otak mengalami herniasi dari satu kompartemen ke kompartemen lainnya.

Berikut adalah penanganan yang dapat diberikan untuk mengatasi pembengkakan dan tekanan otak adalah:

  • operasi untuk mengangkat tumor, hematoma (gumpalan darah), atau abses
  • pembedahan untuk menempatkan saluran yang disebut ventriculostomy melalui lubang di tengkorak untuk menghilangkan cairan
  • terapi osmotik atau diuretik (obat yang mengeluarkan cairan dari tubuh) untuk mengeluarkan cairan dari jaringan otak, seperti manitol atau salin hipertonik
  • kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan
  • pembedahan untuk mengangkat bagian tengkorak untuk memberi lebih banyak ruang (kraniektomi)

Sementara itu untuk mengatasi gejala awal, penderita herniasi otak juga dapat diberikan:

  • oksigen
  • tabung pernapasan
  • sedasi
  • obat untuk mengendalikan kejang
  • antibiotik untuk mengobati abses atau untuk mencegah infeksi

Pemantauan ketat secara rutin berkala harus dilakukan pada para penderita herniasi otak, untuk mencegah terjadinya komplikasi serius lain :

  • Rontgen kepala dan leher
  • CT scan
  • Pemindaian MRI
  • Tes darah

Komplikasi

Komplikasi herniasi otak meliputi:

  • kematian otak
  • henti pernapasan atau jantung
  • kerusakan otak permanen
  • koma
  • kematian

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit