Glioma saraf optik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 109.323 orang

Glioma saraf optik merupakan salah satu jenis tumor otak. Pada umumnya, setiap jenis tumor diberi nama sesuai dengan jenis sel yang mempengaruhinya.

Kebanyakan glioma saraf optik dianggap tidak berkembang secepat jenis tumor otak lainnya. Tumor ini ditemukan di chiasm optik, di mana saraf optik kiri dan kanan bersilangan. Jenis tumor ini juga disebut dengan istilah glioma optik atau juvenile pilocytic astrocytoma.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Glioma saraf optik adalah jenis kanker langka yang biasanya lambat tumbuh dan ditemukan pada anak-anak. Tumor ini jarang ditemukan pada individu yang berusia di atas 20 tahun. Penyakit ini juga seringkali dikaitkan dengan kelainan genetik neurofibromatosis tipe 1, atau NF1.

Apakah Penyebab Glioma Saraf Optik?

Penyebab Glioma Saraf Optik

Glioma merupakan hasil pembelahan sel abnormal di otak, akan tetapi penyebab pasti pembelahan sel abnormal ini tidak diketahui.

Pada umumnya, tumor otak jarang diturunkan secara genetik, tetapi beberapa jenis seperti glioma saraf optik, telah dikaitkan dengan kelainan genetik yang dikenal sebagai neurofibromatosis tipe 1 (NF1).

Gejala Glioma Saraf Optik

Gejala glioma saraf optik disebabkan oleh tumor yang menekan saraf. Gejala umum dari jenis tumor ini termasuk:

  • mual dan muntah
  • masalah keseimbangan
  • gangguan penglihatan
  • sakit kepala

Gejala lain dapat termasuk:

  • gerakan mata yang tidak disengaja
  • gangguan memori
  • kantuk di siang hari
  • kehilangan selera makan
  • keterlambatan pertumbuhan

Masalah hormon juga dapat muncul karena tumor dapat terjadi di dekat pangkal otak di mana hormon dikendalikan.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Pencegahan Glioma Saraf Optik

Pada saat ini, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah atau mengurangi risiko glioma saraf optik pada anak.

Pengobatan Glioma Saraf Optik

Diagnosa

Pemeriksaan neurologis biasanya akan menunjukkan hilangnya penglihatan sebagian atau total atau terjadi perubahan pada saraf optik. Tekanan yang meningkat di otak juga mungkin terjadi.

Tes-tes lain yang digunakan untuk membantu mendiagnosis glioma saraf optik termasuk pemindaian computed tomography (CT) otak, magnetic resonance imaging (MRI) otak, dan biopsi.

Pengobatan

Perawatan untuk kanker ini paling baik dilakukan oleh tim perawatan multidisiplin. Terapi khusus mungkin diperlukan jika penderita mengalami kehilangan memori.

Pembedahan dan terapi radiasi adalah dua cara yang mungkin untuk mengobati glioma saraf optik. Dokter Anda dapat menentukan jenis perawatan yang terbaik untuk Anda.

Tindakan operasi tidak selalu menjadi pilihan utama. Pembedahan dapat dilakukan jika tumor dapat diangkat secara tuntas. Sebagai alternatif, jika tumor tidak sepenuhnya dapat diangkat, dokter bedah akan mengangkat beberapa bagian untuk membantu meringankan tekanan pada tengkorak.

Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor. Atau dapat dilakukan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa. Terapi radiasi melibatkan penggunaan mesin untuk mengarahkan sinar berenergi tinggi di lokasi tumor. Terapi radiasi tidak selalu disarankan karena dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada mata dan otak.

Kemoterapi dapat dilakukan untuk membunuh sel kanker. Terapi ini sangat berguna jika kanker telah menyebar ke bagian otak lainnya. Kortikosteroid dapat diberikan untuk mengurangi pembengkakan di tengkorak.

Pengobatan-pengobatan diatas ini juga dapat dapat membunuh jaringan otak yang masih sehat.

Jaringan yang mati dapat terlihat seperti kanker, sehingga perlu dipantau secara cermat untuk memastikan tidak ada kekambuhan. Pemeriksaan lebih lanjut dengan penyedia layanan kesehatan Anda sangat diperlukan untuk memeriksa efek samping dan memastikan kanker tidak kembali.

Efek samping jangka panjang dapat terjadi setelah terapi pengobatan. Tumor ini biasanya tumbuh pada anak-anak, sehingga efek radiasi atau kemoterapi mungkin tidak terlihat selama beberapa waktu. Kesulitan kognitif, ketidakmampuan belajar, dan gangguan dalam pertumbuhan mungkin terjadi karena perawatan kanker.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit