Hipotiroid - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 99.783 orang

Hipotiroid adalah salah satu kondisi penurunan kadar hormon tiroid karena fungsi tubuh yang melemah. Banyak gejala yang menandakan penyakit Hipotiroid, seperti rasa lelah, tidak kuat udara dingin, dan gangguan ingatan.

Hipotiroid merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada negeri berkembang. Salah satunya adalah hashimoto disease yang menjadai penyebab utama penyakit Hipotiroid. Penyakit hipotiroid dari lahir dinamakan Hipotiroid Kongenital yang menjadi salah satu penyebab retardasi mental pada 1:3000 kelahiran di asia.

Angka kematian Hipotiroid dinilai dari pemeriksaan sampel darah. Peningkatan nilai hormon TSH (lebih dari 10 mU/L, TSH normal 0,4 – 4 mU/L) pada laki-laki lebih banyak dari perempuan, tetapi belum ada angka pasti berapa kematian yang terjadi di Indonesia maka yang dihasilkan hanya berupa kecurigaan penyakit Hipotiroid.

Faktor yang berpengaruh pada perkembangan penyakit Hipotiroid adalah sebagai berikut :

  • Riwayat keluarga dengan penyakit autoimun atau retardasi mental
  • Sering terjadi pada wanita usia muda daripada laki-laki, yang mempengaruhi kehamilan, proses melahirkan, dan masa menopause
  • Riwayat penyakit autoimun seperti Addison’s , Pernicious Anemia, Multiple Sclerosis, dan diebete tipe 1
  • Riwayar psikologis
  • Riwayat operasi tiroid
  • Kekurangan yodium
  • Obat-obatan ( obat Antituberkulosis, Litium Karbonat, Fenitoin)

Menanggapi adanya faktor resiko yang dapat mempengaruhi penyakit Hipotiroid, perlu pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosa penyakit tersebut. Pemeriksaan kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan Tiroksin (T4) digunakan untuk menilai diagnosa hipotiroid.

Pada hipotiroid, terjadi penurunan kadar T4 dan meningkatnya kadar TSH. Sehingga faktor resiko tidak dapat menjadi patokan atas munculnya penyakit Hipotiroid, Penyakit ini bisa saja terjadi tanpa dukungan dari faktor resiko.

Gejala Penyakit hipotiroid

Terdapat banyak jenis gejala bila seseorang terserang penyakit Hipotiroid. Saat hormon Tiroid menurun, proses metabolisme tubuh juga ikut terhambat. Gejala akan semakin bertambah bila hormon tiroid kian menurun sehingga memperparah kondisi.

Gejala umum pada Hipotiroid antara lain:

  • Sering merasa lelah/cepat lelah
  • Tidak tahan suhu dingin
  • Peningkatan berat badan
  • kurang nafsu makan
  • Kurang berkonsentrasi  

Keterlibatan organ lain yang sebagai penyebab Hipotroid yang memberat memberikan gejala yaitu:

  • Sesak nafas
  • Keringat berkurang
  • Rambut kering dan rontok
  • Nadi lemah
  • Kram dan nyeri otot
  • Gangguan menstruasi
  • Peningkatan tekanan darah
  • Kolesterol meningkat
  • Konstipasi
  • Asites ( Penumpukan cairan pada perut)  

Hipotiroid Kongenital

Hipotiroid Kongenital adalah gangguan hormon pada masa kehamilan ibu akibat terganggunya fungsi sel hormon pada bayi atau akibat penggunaan obat Tiroid pada ibu di masa kehamilan.

Hipotiroid Kongenital dapat menyebabkan salah satu permasalahan serius saat anak beranjak dewasa, yakni retardasi mental. Deteksi dini mulai usia kurang dari 3 tahun pada penilaian kadar TSH dan FT4 dapat menekan timbulnya retardasi mental dengan pemberian terapi yang tepat sejak usia muda.

Pengobatan penyakit Hipotiroid

Pengobatan Hipotiroid mendasari penggunaan obat-obatan guna menekan nilai TSH dan meningkatkan nilai T4 ke batas normal. Beberapa pengobatan dasar yang cocok untuk menangani Hipotiroid yaitu T4 Replacement pill. Penambahan hormon T4 Levotiroksin (Synthetic Levothyroxine) bermanfaat untuk meningkatkan hormon T4 yang telah menurun.

Obat ini perlu dikonsumsi setiap hari pada pagi atau malam hari karena bersifat Slow-Acting Hormone Therapy, diikuti dengan pemeriksaan laboratorium berkala untuk menilai efek obat terhadap kelenjar tiroid. Dosis Levotiroksin yaitu 1,6 μgm/Kg berat badan. Dimulai dari dosis paling kecil dan disesuaikan dengan berat badan, kondisi kesehatan, derajat penyakit dan usia.

Terapi T4 memiliki efek kepada obat-obatan lain yang dikonsumsi. Jika anda mengonsumsi obat KB, obat antidepresi, penurun asam lambung, suplemen kalsium, zat besi, dan obat antikejang, makan perlu dosis tiroksin yang lebih kecil.  Sebaiknya untuk tidak mengonsumsi obat tiroksin bersamaan dengan obat atau suplemen lain.

Efek terapi T4 juga mempengaruhi kondisi kesehatan, bila anda memiliki penyakit Chron Disease, diperlukan dosis tiroksin yang lebih besar. Obat Tiroksin aman untuk ibu hamil.

Pemberian Tiroksin pada bayi atau anak-anak dapat dikonsumsi dengan cara digerus dan dicampur dengan air putih atau air susu ibu sehingga mudah ditelan.   

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit