Ganirelix: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 15, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Mei 14, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ganirelix merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk menunda ovulasi dan mengatasi adanya gangguan fertilitas pada wanita. 

Obat ini bekerja sebagai hormon kompetitif dari penghambat gonadotropin-releasing hormone atau GnRH. Obat ini bekerja menghambat aktivasi GnRH dan LH FSH sehingga dapat bekerja mengontrol stimulasi ovulasi.

Obat ganirelsi merupakan hormon antagonis kompettitif Gonadotropin-releasing atau GnRH antagonist. Obat ini digunakan untuk mengontrol ovulasi pada sistem reprdouksi wanita. 

Dengan memblokade reseptor GnRH di gonadotroph pituitary, obat ini meningkatkan supresi guna menekan sekresi gonadotropin. Sehingga kondisi ini diikutsertakan dengan penurunan sekresi LH dan FSH di hipofisis.

Mengenai Ganirelix

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Larutan/injeksi bawah kulit

Kandungan:

Obat penghambat pelepasan hormon

Manfaat obat Ganirelix

Ganirelix bekerja menghambat pelepasan hormon terkait kondisi sindrom hiperstimulasi ovarium dan sebagai terapi hormon steroid seperti pada endometriosis

Sindrom Hiperstimulasi Ovarium (OHSS)

Sindrom Hieprstimulasi Ovarium merupakan salah satu penyakit langka yang ditemukan pada wanita. 

Penyakit ini ditandai dengan adanya stimulasi berlebihan pada ovarium> kondisi menyebabkan ovarium melepaskan cairan yang beresiko pada ketidakseimbangan elektrlit pada cairan tubuh yang menyebabkan kelebihan cairan serta gangguan organ ginjal.

Penyebab utama terjadinya sidnrom hiperstimulasi adalah adanya rangsangan ovarium yang berlebihan untuk menghasilkan sel telur yang lebih banyak sehingga ovarium menjadi bengkak dan melibatkan kebocoran plasma. OHSS terjadi akibat faktor resiko diantaranya:

  • Pemberian dosis hCG berlebih
  • Memiliki kadar estrogen lebih tinggi pada masa subur
  • Menjalani bayi tabung
  • Usia lebih muda dari 35 tahun pada pengobatan kesuburan
  • Memiliki sindrom polikistik ovarium
  • Memiliki riwayat pemberian hormon chorionic gonadotrpin atau GnRH yang berlebih

Gejala utama sindrom hiperstimulasi ovarium diantaranya:

  • Perut kembung
  • Perut besar
  • Berat badan bertambah
  • Mual  dan muntah
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Volume darah meningkat
  • Gangguan volume plasma darah

Dosis dan Cara Pemberian Obat Ganirelix

Ganirelix tersedia dalam injeksi yang disuntik pada kulit subkutan. Sediaan ganirelix berupa ganirelix acetate injection 250 mikrogam diberikan melalui injeksi subkutan sekali sehari. Prosedur ini dilakukan hari kedua setelah pemberian terapi FSH. 

Terapi dengan ganirelix harus terus dilanjutkan hingga hari dimana pemberian hCG diberikan. Pemeriksaan dengan ultrasound dilakukan untuk melihat adanya maturasi folikel-folikel yang yang meningkat akibat pemberian hCG, 

Sediaan ganirelix acetat berupa 250 mikrogram/0,5 ml. Obat dimsukan ke dalam syringe melalui jarum suntik. 

Cara memberikan obat ganirelix yaitu:

  • Masukan obat ganirelix asetat ke dalam injeksi syringe
  • Injeksi dilakukan pada daerah perut tepatnya diantara perut bawah dan atas lipat paha
  • Lokasi suntikan akan diusap dengan alkohol swab untuk menghindari infesi dari kuman yang menempal pada kulit sekitar daerah suntikan.
  • Dokter akan melakukan sedikit cubitan pada daerah kulit yang diinjeksi untuk mempermudah arah sunikan
  • Suntikan mengarah ke kulit bagian subkutan dan obat mulai dimasukan secara perlahan
  • Setelah selesai, jarum diangkat dan daerah suntikan kembali diusap dengan alkohol sebagai pembersih dan desinfektan
  • Beberapa paseien mengelukan rasa nyeri atau terbakar di daerah suntikan yang merupakan hal yang wajar

Efek Samping obat Ganirelix

Beberapa jenis efek samping dapat ditimbulkan selama penyuntikan obat ganirelix diantaranya:

Efek samping lainnya terkait pembentukan janin adalah ditemukannya janin atau bayi dengan kondisi anomai kongenital. Hasil ini ditemukan dari beberapa kasus kelahiran bayi. Kondisi ini ditemukan hampir 1 dari 3 kelahiran bayi.

  • Omfalokel, berupa penonjolan pada usus atau isi perut
  • Meningokel, berupa penonjolan pada otak yang berisi serabut saraf
  • Beckwith-wiedemann syndrom
  • Hemangioma
  • Tortikolis
  • Hernia umbilikalis
  • Hidrokel, berupa carian yang terdapat pada rongga otak
  • Hidronefrosis

Apakah obat ini aman dikonsumsi bersama dengan obat-obatan lain?

Belum ada penelitian mengenai interaksi obat-obat dilakukan bersama dengan pengobatan Ganirelix. 

Namun ada baiknya jika Anda bertanya kepada dokter atau apoteker tentang semua pengobatan yang Anda ambil (obat OTC, vitamin, Obat herbal atau suplemen apapun) bersamaan dengan perawatan menggunakan obat ini.

Perhatian khusus terkait pemberian obat Ganirelix

Informasi penting yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi obat ganirelix

  • Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui
  • Obat ini perlu diperhatikan efek samping terkait pemberiannya pada penderita usia 65 tahun ke atas

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Antagon, Orgalutran (ganirelix) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. Medscape. (https://reference.medscape.com/drug/ganirelix-342757)
Ganirelix Acetate Injection (Ganirelix): Uses, Dosage, Side Effects, Interactions, Warning. RxList. (https://www.rxlist.com/ganirelix-drug.htm)
Ganirelix - FDA prescribing information, side effects and uses. Drugs.com. (https://www.drugs.com/pro/ganirelix.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app