Gangguan Kesehatan Akibat Kebiasaan Merokok Sejak Dini

Merokok saat dewasa saja sudah memicu penyakit, apalagi efeknya pada anak atau remaja yang masih bertumbuh.
Dipublish tanggal: Jun 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Gangguan Kesehatan Akibat Kebiasaan Merokok Sejak Dini

Mudahnya akses untuk mendapatkan rokok, menyebabkan meningkatnya jumlah anak di bawah umur yang merokok. Ditambah lingkungan keluarga yang abai mengawasi, membuat anak yang umurnya bahkan belum mencapai 18 tahun, dapat merokok dengan bebas. 

Merokok saat dewasa saja sudah memicu penyakit, apalagi efeknya pada anak atau remaja yang masih bertumbuh.

1. Sering mengalami sakit di bagian kepala dan punggung

Kesehatan remaja perokok tentu berada jauh di bawah kesehatan remaja yang tak merokok. Efek yang sering dialami oleh remaja di masa awal merokok adalah rasa sakit yang muncul di bagian kepala dan juga punggung.

Racun dari nikotin merangsek masuk ke bagian otak dan menyebabkan kerusakan sel-sel di otak, terutama sekali pada sel sarafnya.

Sakit punggung dipengaruhi oleh racun dari rokok yang mengurangi kepadatan tulang di punggung. Nikotin dan racun lain dalam rokok akan mengganggu keseimbangan hormon tubuh yang berfungsi dalam pembentukan tulang. 

Alhasil, orang yang terbiasa merokok sejak dini, memiliki tulang yang lebih kecil dan massa yang lebih ringan dibandingkan dengan orang yang tak merokok.

2. Perkembangan paru-paru menjadi terhambat

Masa anak-anak dan remaja merupakan fase emas terjadinya pertumbuhan dan perkembangan, baik bagian luar maupun organ dalam tubuh. Kebiasaan merokok pada remaja akan membuat perkembangan organ penting seperti paru-paru terhambat. 

Paru-paru tidak bisa berkembang dengan sebagaimana mestinya, sehingga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.

Kerusakan pada jantung anak-anak dan remaja yang merokok selama 20 hari, sebanding dengan efek merokok selama 40 tahun pada jantung. Kerusakan akan semakin bertambah, jika kebiasaan merokok terus berlanjut hingga dewasa. 

Tentu saja tak hanya perkembangan paru-paru saja yang terhambat, namun juga risiko besar terjangkit kanker paru-paru.

3. Rusaknya pembuluh darah dan risiko penyakit jantung

Saat seseorang merokok, zat racun dalam tembakau masuk ke dalam aliran darah dan merusak sel darah yang berada di sana. Akibatnya fungsi sel darah tak terjalankan dengan baik, bahkan dalam hal mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. 

Aterosklerosis merupakan salah satu penyakit yang berisiko dialami perokok, karena zat racun berubah jadi plak yang mempersempit saluran arteri.

Kebiasaan merokok sejak dini, membuat plak tersebut makin lama makin menggunung. Jika plak tersebut menempel pada bagian arteri koroner, maka risiko terserang penyakit jantung koroner sangat besar bagi si perokok. 

Penyakit jantung koroner akan memicu nyeri pada bagian dada, serangan jantung, gagal jantung, gangguan irama jantung, bahkan kematian.

4. Kesehatan mulut dan gigi menurun drastis

Anda tentu sangat sadar bahwa kandungan rokok membuat gigi jadi menguning dan nafas jadi bau. Saat Anda terbiasa merokok dari kecil, plak pada gigi akan semakin menumpuk hingga dewasa, sehingga menimbulkan karies serta infeksi. 

Hasil dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa kasus infeksi mulut rentan terjadi pada perokok aktif dengan usia di bawah 30 tahun.

5. Gangguan kesehatan berujung pada kematian

Efek rokok tak pandang bulu, baik dewasa bahkan anak-anak berisiko menerima efek terburuk dari rokok yaitu kematian. Setiap tahunnya, ada sekitar 6 juta orang di dunia yang meninggal akibat kebiasaan merokoknya. 

Sebagian besar dari total jumlah tersebut mungkin berasal dari Indonesia, yang menurut WHO merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia.

Anda tentu tak mau menghabiskan waktu Anda di usia muda, dengan terbaring di rumah sakit akibat kebiasaan merokok. Begitu pun dengan saudara Anda lainnya yang masih muda, yang mungkin sudah coba-coba untuk merokok. 

Mengetahui bagaimana rokok merusak kesehatan Anda, merupakan salah satu cara terbaik agar Anda tak sedikit pun berniat untuk menyentuh rokok.  


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Naing, Nyi Nyi & Ahmad, Zulkifli & Musa, Razlan & Hamid, Farique & Ghazali, Haslan & Abu Bakar, Mohd Hilmi. (2004). Factors Related to Smoking Habits of Male Adolescents. Tobacco induced diseases. 2. 133-40. 10.1186/1617-9625-2-3-133. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/26333939_Factors_Related_to_Smoking_Habits_of_Male_Adolescents)
Factors Related to Smoking Habits of Male Adolescents. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2671541/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app