Fraktur Trimalleolar - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 6, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.129.895 orang

Fraktur trimalleolar adalah jenis fraktur pergelangan kaki, yang terjadi di tiga area berbeda pada pergelangan kaki yang disebut malleoli. Tulang-tulang ini disebut dengan medial, lateral, dan posterior malleoli. 

Lokasi tulang ini berada di ujung tibia di sepanjang aspek dalam, di fibula sepanjang aspek luar, dan di belakang tibia. Tulang ini membentuk segitiga di pergelangan kaki Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Ketiga tulang ini sangat penting sebagai lokasi penahan untuk ligamen yang membantu memindahkan, mengontrol dan menstabilkan kaki dan pergelangan kaki. Pada fraktur trimalleolar, tiga area spesifik dari pergelangan kaki yang dikenal sebagai malleoli putus pada saat yang bersamaan.

Fraktur trimalleolar dapat terjadi akibat sejumlah cedera, seperti jatuh, kecelakaan mobil, atau cedera olahraga. Jenis fraktur ini sering dikaitkan dengan kerusakan ligamen dan dislokasi.

Apakah Penyebab Fraktur Trimalleolar?

Penyebab
Fraktur trimalleolar sering disebabkan oleh benturan tinggi, seperti:

  • kecelakaan olahraga
  • jatuh
  • kecelakaan mobil

Tanda dan Gejala
Beberapa gejala patah tulang trimalleolar mirip dengan gejala patah tulang pergelangan kaki lainnya. Gejala-gejala yang sering timbul, termasuk:

  • sakit parah
  • tembut saat disentuh
  • ketidakmampuan untuk berjalan
  • kesulitan atau ketidakmampuan untuk memberi beban pada pergelangan kaki
  • memar
  • deformitas pergelangan kaki
  • pembengkakan parah

Bagaimana Pengobatan Fraktur Trimalleolar?

Diagnosis
Cedera pada pergelangan kaki memerlukan penanganan khusus oleh dokter. Sebelum menegakan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat medis, gejala, bagaimana cedera itu terjadi dan melakukan pemeriksaan fisik.

Jika dokter mencurigai adanya fraktur, tes penunjang akan dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, diantaranya adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • X-ray: X-ray dapat menunjukkan apakah tulang rusak, jika ada perpindahan, dan berapa banyak tulang yang patah.
  • Tes stres
  • Computed tomography (CT) scan: Tes ini sangat berguna jika fraktur telah meluas ke sendi pergelangan kaki.
  • Pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI):Tes ini menghasilkan gambar beresolusi tinggi dari anklebones dan jaringan lunak. Tes ini berguna untuk mengevaluasi ligamen pergelangan kaki.

Pengobatan
Tujuan operasi adalah untuk menstabilkan pergelangan kaki Anda dan membantu mempercepat proses penyembuhan. Pilihan pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan cedera Anda.

Prosedur bedah mungkin dapat dilakukan untuk menstabilkan pergelangan kaki Anda, termasuk:

  • meluruskan kembali tulang
  • memasukkan pin atau sekrup
  • memasukkan piring dan sekrup
  • menghubungkan tulang-tulang itu menjadi satu

Dokter bedah mungkin juga melakukan cangkok tulang. Prosedur ini dapat membantu Anda menumbuhkan tulang kembali yang telah hancur untuk disatukan kembali. Pencangkokan tulang juga dapat membantu mengurangi kemungkinan berkembangnya radang sendi.

Jika pengobatan ditunda dan terbentuk kelainan lain, maka pembedahan tambahan di kemudian hari mungkin diperlukan untuk memperbaiki segala kelainan yang tersisa.

Masa Pemulihan

Diperlukan sekitar enam minggu untuk tulang pulih setelah patah tulang. Jika Anda juga mengalami tendon atau ligamen yang rusak, maka mungkin perlu waktu lebih lama untuk pulih.

Perlu diketahui bahwa waktu pemulihan dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lainnya, tingkat keparahan cedera, tingkat operasi, dan apakah Anda merokok.

Pada umumnya, timeline pemulihan setelah operasi adalah sebagai berikut:

  • 6 minggu: pelepasan gips.
  • 9 hingga 12 minggu: Anda dapat kembali mengemudi.
  • 2 hingga 4 bulan: keluhan pincang yang merupakan tanda normal.
  • 3 hingga 4 bulan: Anda biasanya dapat kembali ke aktivitas normal, tidak termasuk olahraga.
  • 4 hingga 6 bulan: Anda biasanya dapat kembali ke kegiatan olahraga.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit