Choroid plexus cyst - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 29, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 590.694 orang

Kista pleksus koroid adalah akumulasi cairan yang terjadi pada kelenjar di otak yang disebut pleksus koroid. Kelenjar ini terletak di sisi kiri dan kanan otak. Fungsi pleksus koroid adalah membuat cairan di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Cairan ini membantu melindungi kedua struktur dari cedera.

Kista pleksus koroid ditemukan pada beberapa janin dan biasanya dideteksi melalui pemeriksaan USG selama trimester kedua kehamilan. Kista pleksus koroid terjadi pada sekitar 1 hingga 2% kehamilan. Kista pleksus koroid biasanya tidak menimbulkan masalah dan dapat hilang sendiri sebelum lahir. Kista ini dapat terjadi pada pria dan wanita.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa penyebab terbentuknya kista pleksus koroid?

Untuk alasan yang tidak sepenuhnya dipahami, kista pleksus koroid dapat terbentuk ketika cairan terperangkap di dalam lapisan sel pleksus koroid. Mekanisme pembentukan kista jenis ini sama dengan proses pembentukan lepuh yang terbentuk di bawah kulit. 

Pleksus koroid mulai berkembang sekitar usia kehamilan enam minggu. Sekitar usia 25 minggu kehamilan, kista pleksus koroid dapat terlihat pada USG.

Gejala kista pleksus koroid

Pleksus koroid tidak berada di area otak yang terlibat dalam berpikir, menyimpulkan, atau bernalar. Pembentukan kista pleksus koroid tidak berdampak pada kecerdasan atau perkembangan kognitif seseorang. Sehingga pembentukan kista pleksus koroid tidak berhubungan dengan ketidakmampuan belajar atau gangguan spektrum, seperti autisme.

Kista pleksus koroid oleh para ilmuwan disebut sebagai varian normal. kista pleksus koroid tidak menyebabkan gangguan kesehatan atau intelektual atau kecacatan.

Kista pleksus koroid ditemukan pada sekitar sepertiga janin dengan trisomi 18. Trisomi 18, juga disebut sindrom Edwards, adalah suatu kondisi di mana janin memiliki tiga salinan kromosom 18 bukan dua. Kromosom ekstra ini, yang dapat diwarisi dari orang tua atau terjadi secara acak pada saat pembuahan, dan dapat menimbulkan kekacauan pada tubuh manusia.

Banyak janin dengan trisomi 18 tidak dapat bertahan hidup karena kelainan organ. Bayi yang dilahirkan dengan kondisi tersebut cenderung memiliki cacat lahir yang signifikan, termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • masalah dengan jantung
  • kepala berbentuk tidak normal
  • bentuk tangan tidak normal
  • mulut kecil
  • masalah makan dan bernafas

Setiap hasil tes abnormal dapat menambah ketidakpastian kehamilan, tetapi jika pada pemeriksaan ditemukan kista pleksus koroid, terutama pada janin yang masih berkembang, bukan merupakan alasan untuk khawatir. 

Kista pleksus koroid seringkali tidak menimbulkan masalah kesehatan, dan sebagian besar bayi dengan kista ini akan dilahirkan dengan sehat dan berkembang secara normal.

Bagaimana cara mencegah terjadinya kista pleksus koroid?

Kista pleksus koroid adalah varian normal yang tidak memerlukan tindakan pencegahan khusus. Kista pleksus koroid akan hilang pada usia kehamilan 28 minggu. Kista pleksus koroid yang disebabkan oleh trisomy 18 mungkin dapat menimbulkan komplikasi, tetapi kondisi ini adalah kondisi genetik yang hingga saat ini belum bisa dicegah.

Diagnosa

USG

Janin dengan trisomi 18 akan memiliki kelainan lain yang terlihat pada USG seperti kista pleksus koroid. Jika kelainan lain yang menunjukkan trisomi 18 terlihat atau dicurigai, dokter Anda dapat merekomendasikan pemeriksaan lain untuk membantu mengkonfirmasi diagnosis:

Tes alpha-fetoprotein

Beberapa hal seperti memiliki anak kembar dapat mempengaruhi hasil tes alfa-fetoprotein. Tes ini juga cenderung memberikan jumlah positif palsu yang tinggi, yang berarti tes ini mungkin menunjukkan janin Anda memiliki kelainan padahal tidak. 

Tes AFP dilakukan dengan pengambilan darah sederhana dan tidak banyak menimbulkan risiko bagi Anda atau bayi Anda yang sedang berkembang.

Ultrasonografi level 2

Ultrasonografi canggih ini tidak membawa risiko kesehatan dan dapat memberikan pandangan rinci dan komprehensif tentang anatomi janin. Gambaran yang diberikan memungkinkan dokter Anda untuk melihat beberapa kelainan anatomi, seperti kelainan tangan dan bentuk mulut yang kecil, yang mengindikasikan trisomi 18.

Amniocentesis

Amniocentesis adalah tes yang dilakukan dengan menggunakan jarum yang dipandu USG untuk mengeluarkan cairan ketuban untuk menguji cacat lahir dan kondisi genetik. Cairan dikirim ke laboratorium tempat sel diekstraksi dan diperiksa.

Perawatan untuk kista pleksus koroid

Kista pleksus koroid ini tidak memerlukan perawatan, karena 90% akan sembuh sendiri pada minggu ke 28 kehamilan. Bahkan ketika anak yang dinyatakan dilahirkan dengan kista pleksus koroid, bayi kemungkinan akan berkembang secara normal. 

Dalam satu penelitian yang mengamati hampir 200 bayi yang lahir dengan kista pleksus koroid, sebagian besar sembuh pada usia enam bulan, dan tidak ada bayi yang memiliki perkembangan abnormal.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit