Chlorhexidine: Obat Untuk Mencegah Infeksi

Update terakhir: Mar 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 731.061 orang

Chlorhexidine adalah agen antiseptik .Chlorhexidine berbeda dengan antibiotik yang hanya menargetkan golongan bakteri tertentu. Chlorhexidine memiliki fungsi yang sama dengan pemutih dalam membasmi mikroorganisme.Tetapi tidak seperti pemutih, Chlorhexidine aman digunakan pada kulit dan permukaan tubuh lainnya.

Chlorhexidine telah digunakan secara komersial selama hampir 60 tahun dan tersedia pada lebih dari 60 produk medis. Chlorhexidine tersedia secara komersial untuk digunakan di lingkungan rumah sakit dan untuk penggunaan umum.

Rumah sakit menggunakan chlorhexidine sebagai produk utama untuk melindungi pasien terhadap infeksi dan mencegah penyebaran organisme seperti Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). 

Chlorhexidine digunakan dalam berbagai prosedur yang berkaitan dengan menetralisir kulit seperti persiapan operasi, kebersihan tangan (sabun), akses vaskular (membersihkan penutup ujung kateter, pembalutan luka), membersihkan mulut yang terpasang ventilator dan masih banyak lagi. 

Ada kemungkinan bahwa jika Anda atau orang yang Anda kenal dirawat di rumah sakit, Anda atau mereka akan menggunakan Chlorhexidine.

Anda atau orang yang Anda kenal mungkin pernah diresepkan obat kumur atau pasta gigi oleh dokter gigi yang mengandung Chlorhexidine. Chlorhexidine adalah bahan umum yang ditemukan di dalam obat kumur atau pasta gigi yang digunakan untuk mengobati radang gusi atau menjaga kebersihan mulut. 

Banyak orang yang diresepkan obat kumur Chlorhexidine setelah menjalani operasi mulut besar atau untuk mengobati masalah gigi lainnya. Penggunaan Chlorhexidine yang umum lainnya mungkin digunakan sebagai produk kulit atau kosmetik. Chlorhexidine juga sering digunakan sebagai pembersih tangan, sampo atau krim kulit.

Penggunaan Chlorhexidine lain yang umum di rumah adalah mandi dengan Chlorhexidine. 

Jika Anda atau orang yang Anda kenal sedang menjalani prosedur pembedahan, anda / mereka mungkin dianjurkan untuk mandi dengan menggunakan campuran Chlorhexidine sebelum menjalani prosedur untuk mencegah kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh operasi.

Chlorhexidine adalah obat yang tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

  • Larutan, oral untuk kumur: dengan kandungan sebanyak 0.12%
  • Cair, topikal: dengan kandungan sebanyak 0.5%, 2%, 4%

Seberapa efektif penggunaan Chlorhexidine untuk mencegah infeksi?

Chlorhexidine efektif seperti antibiotik dalam membasmi bakteri, tetapi tidak seperti antibiotik, Chlorhexidine juga efektif terhadap hampir semua bakteri dan jamur. Chlorhexidine tidak bekerja secepat alkohol untuk disinfeksi, tetapi bekerja dalam 20 detik dan berlangsung lebih lama. 

Karena alasan ini,Chlorhexidine sering digunakan dalam kombinasi dengan alkohol dalam mensterilkan kulit. Dalam dunia medis,Chlorhexidine telah terbukti menjadi salah satu komponen yang tahan lama dan efektif untuk mengurangi infeksi.

Apakah resistensi terhadap Chlorhexidine mungkin terjadi?

Yang dimaksud dengan resistensi adalah saat dimana bakteri kebal terhadap penggunaan suatu obat tertentu. Pada penggunaan Chlorhexidine, Karena Chlorhexidine bekerja pada tingkat mikrobiologi, organisme tidak mungkin membangun resistensi terhadap Chlorhexidine seperti mereka resisten terhadap antibiotik. 

Chlorhexidine bekerja secara universal melawan semua jenis bakteri dan jamur dengan menghancurkan dinding sel dan membunuh sel. Selama 60 tahun terakhir, tidak ada organisme yang resisten terhadap Chlorhexidine.

Apa efek samping yang mungkin disebabkan oleh penggunaan Chlorhexidine?

Chlorhexidine bersifat ototoxic, Artinya jika larutan Chlorhexidine dimasukkan ke dalam saluran telinga yang mengalami kebocoran pada gendang dapat menyebabkan tuli.            

Chlorhexidine tidak memenuhi spesifikasi Eropa saat ini untuk dikategorikan sebagai disinfektan tangan. Di bawah kondisi uji dari Standar Eropa EN 1499, tidak ada perbedaan signifikan antara 4% larutan Chlorhexidine dan sabun. 

Di Amerika, pada tahun 2007 dan 2009, Pusat Medis Veteran Hunter Holmes McGuire mengadakan uji coba secara acak dan menyimpulkan bahwa pasien di ICU yang mandi menggunakan Chlorhexidine memiliki potensi infeksi yang lebih rendah.

Apakah pemaparan berkepanjangan selama bertahun-tahun mungkin memiliki potensi karsinogenik masih belum jelas. Administrasi Obat Federal (Badan Pengolahan Obat dan Makanan di Amerika) membatasi penggunaan obat kumur Chlorhexidine gluconate hingga maksimal enam bulan.

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan Chlorhexidine seperti :

  • Walaupun sangat jarang terjadi, hentikan penggunaan dan segera cari bantuan medis jika Anda mengalami iritasi atau reaksi alergi saat menggunakan obat ini
  • Jangan gunakan Chlorhexidine untuk mengobati luka lebih dalam dari lapisan luar kulit
  • Tidak boleh digunakan pada kulit kepala atau wajah, alat kelamin, atau pada meninges
  • Untuk Chlorhexidine pemakaian luar jangan sampai tertelan
  • Sebaiknya untuk pemakaian pada bayi berusia kurang dari 2 bulan konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit