Cara Mengatasi Kaki Pegal Akibat DVT Saat Naik Pesawat

Dipublish tanggal: Jul 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Cara Mengatasi Kaki Pegal Akibat DVT Saat Naik Pesawat

Bagi orang-orang yang sering bepergian menggunakan pesawat pasti sering mengalami kaki pegal-pegal yang diakibatkan karena duduk yang terlalu lama atau posisi yang tidak nyaman. 

Tidak hanya dikarenakan posisi atau duduk yang terlalu lama, kaki pegal saat naik pesawat juga sering dikaitkan dengan suatu kondisi medis yang disebut dengan deep vein thrombosis (DVT). Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara mengatasi kaki pegal saat naik pesawat. Berikut sedikit penjelasan mengenai DVT.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

DVT merupakan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa di mana gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah vena dalam tubuh Anda, biasanya di salah satu kaki. DVT dapat menyebabkan kaki pegal, nyeri kaki atau bengkak, terkadang dapat terjadi tanpa gejala.

DVT dapat terjadi jika Anda memiliki kondisi medis tertentu yang memengaruhi cara darah membeku dan juga bisa terjadi ketika Anda tidak bergerak dalam waktu lama, seperti setelah operasi atau kecelakaan, atau ketika Anda naik pesawat.

Hubungan antara DVT dan Kaki Pegal Saat Naik Pesawat

Duduk dalam waktu yang lama di kursi pesawat yang sempit dapat memperlambat sirkulasi darah dan meningkatkan risiko DVT. Ketidakaktifan yang berkepanjangan dan udara kabin yang kering tampaknya berkontribusi terhadap risiko terjadinya DVT.

Meskipun ada beberapa perdebatan mengenai hubungan antara keduannya, beberapa penelitian telah menemukan bukti bahwa prevalensi DVT dalam 48 jam terbang di pesawat adalah 2 hingga 10 persen. Hal tersebut adalah tingkat yang sama dengan orang di rumah sakit yang beresiko mengalami DVT.

Namun, resikonya sangat bervariasi pada setiap penumpang. Secara umum, semakin lama penerbangan, semakin tinggi pula risiko mengalami DVT. Penerbangan yang berlangsung lebih dari delapan jam dianggap memiliki resiko paling besar mengalami DVT.

Seseorang lebih mungkin mengembangkan DVT saat berada di pesawat jika memiliki beberapa faktor termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Memiliki vena yang telah rusak dalam cedera di ekstremitas bawah, seperti patah tulang
  • Kelebihan berat badan
  • Varises di kaki Anda
  • Memiliki kelainan pembekuan genetik
  • Memiliki riwayat keluarga dengan DVT
  • Menggunakan pil KB
  • Menjalani terapi hormon
  • Merokok

Jika Anda memiliki salah satu gejala DVT, atau berisiko tinggi terkena DVT, temui dokter untuk melakukan evaluasi. DVT mungkin tidak terjadi selama beberapa hari dan hingga dua minggu setelah naik pesawat.

Dalam beberapa kasus, DVT dapat sembuh sendiri. Dalam kasus lain diperlukan pengobatan untuk mengatasi gejala-gejalanya. Pengobatan untuk DVT mungkin termasuk:

  • Obat-obatan, seperti pengencer darah dan yang memecah gumpalan
  • Stocking kompresi
  • Penempatan filter di dalam tubuh untuk menghentikan gumpalan memasuki paru-paru Anda

Cara Mencegah dan Mengatasi DVT Saat Naik Pesawat

Anda dapat mengurangi risiko DVT dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan selama penerbangan sebagai berikut:

  • Bergeraklah sesering mungkin dengan berjalan di lorong-lorong pesawat ketika diizinkan
  • Hindari menyilangkan kaki saat duduk di pesawat
  • Hindari mengenakan pakaian ketat yang bisa membatasi aliran darah
  • Tetap terhidrasi, dan hindari mengkonsumsi alkohol sebelum dan selama penerbangan
  • Coba untuk meregangkan kaki saat duduk

Ada juga beberapa latihan yang bisa Anda coba saat duduk. Latihan tersebut dapat membantu menjaga aliran darah Anda dan mengurangi risiko pembekuan atau gumpalan darah:

  • Rentangkan kaki lurus ke depan dan tekuk pergelangan kaki. Tarik ke atas dan rentangkan jari-jari kaki Anda, lalu tekan ke bawah dan tekuk jari kaki Anda. Ulangi gerakan sebanyak 10 kali. Lepaskan sepatu Anda jika perlu.
  • Jika tidak ada ruang untuk memanjangkan kaki Anda, mulailah dengan meletakkan telapak kaki rata di lantai dan tekan ke bawah dan gerakkan jari-jari kaki sambil mengangkat tumit Anda dari lantai. Kemudian, dengan tumit Anda kembali ke lantai, angkat dan rentangkan jari-jari kaki Anda. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 10 kali.
  • Melakukan pijatan pada kaki. Anda dapat melakukan pijatan pada otot-otot besar pada kaki seperti otot paha, otot paha belakang, dan juga otot betis. Pijatan dilakukan dengan cara melakukan gerakan memutar dan memberikan penekanan secara lembut. Hal tersebut bertujuan untuk membuat otot menjadi lebih rileks, sekaligus memperlancar sirkulasi darah kaki Anda.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Deep Vein Thrombosis (DVT): Symptoms, Treatments, and Prevention. Healthline. (https://www.healthline.com/health/deep-venous-thrombosis)
Deep vein thrombosis and pulmonary embolism: Symptoms and more. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/153704.php)
Deep Vein Thrombosis (DVT) Symptoms, Diagnosis, and Tests. WebMD. (https://www.webmd.com/dvt/deep-vein-thrombosis-dvt-symptoms-diagnosis)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app