Cara Alami Mengobati Vagina Gatal

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Cara Alami Mengobati Vagina Gatal

Infeksi jamur vagina disebabkan oleh pertumbuhan terlalu cepat salah satu jenis jamur yang hidup di dalam vagina dan disebut dengan Candida Albicans. Kelebihan pertumbuhan ini memicu iritasi, peradangan, gatal-gatal, dan keputihan yang terasa sakit. Hampir semua wanita mengalami infeksi jamur walaupun hanya sekali dalam hidup mereka. 

Jika ini merupakan pertama kalinya Anda mengalami gejala infeksi jamur vagina, Anda sebaiknya mengunjungi ginekologis untuk memeriksa bila Anda terkena infeksi jamur vagina dan bukan yang lainnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Namun jika Anda mengalami infeksi jamur berulang atau jika Anda tidak ingin menggunakan obat dengan resep berupa krim antijamur, terdapat berbagai cara yang dapat Anda coba untuk mengatasi infeksi jamur vagina.

Beberapa pengobatan ini menggunakan bahan-bahan yang mungkin Anda miliki di rumah. Keefektifan obat ini beragam dan bukti kesuksesannya hampir dapat dipercaya. Berikut ini adalah beberapa pengobatan infeksi jamur vagina yang dapat Anda temukan di rumah.

Yoghurt Yunani

Sebuah ulasan yang dipublikasikan tahun 2006 menemukan bahwa beberapa probiotik dapat melawan Candida albicans secara efektif. Yoghurt dapat dipertimbangkan sebagai probiotik karena di dalamnya mengandung bakteri hidup seperti Laktobasilus acidophilus. 

Keberadaan bakteri ini penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat di dalam vagina Anda. Bakteri ini dapat membantu mengatasi kelebihan pertumbuhan jamur akibat ketidakseimbangan pH.

Yoghurt Yunani dengan rasa original merupakan jenis terbaik yang dapat Anda gunakan sebagai pengobatan rumahan infeksi jamur vagina. Pastikan yoghurt tidak mengandung gula tambahan yang mengakibatkan pertumbuhan jamur Candida makin subur.

Asam Borik

Asam Borik merupakan antiseptik yang kuat yang mana beberapa wanita mengklaim obat ini berguna untuk mengobati infeksi jamur yang kebal pada pengobatan lainnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Menurut penelitian pada tahun 2009, asam borik topikal menunjukkan hasil yang cukup baik terhadap pengobatan pada infeksi vagina. Beberapa situs kesehatan mengklaim supositoria vagina yang mengandung asam borik juga efektif dalam mengobati infeksi jamur vagina.

Asam borik sifatnya beracun dalam jumlah besar. Zat ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kegagalan akut pada sistem sirkulasi, atau kematian jika Anda menggunakannya secara berlebihan. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya Anda menghindari menggunakannya pada kulit yang luka atau menggunakannya secara oral. 

Jika Anda sedang hamil, sebaiknya tidak menggunakan obat ini dalam bentuk apapun. Selalu campurkan asam borik dengan air sebelum menggunakannya pada vagina atau vulva Anda.

Minyak Esensial Oregano

Oregano biasa, yang memiliki nama latin Origanum marjoram adalah apa yang Anda temukan di supermarket di bagian rempah-rempah. Minyak esensial oregano digunakan untuk mengobati infeksi jamur namun untuk jenis yang berbeda. 

Carilah minyak oregano yang terbuat dari oregano liar yang memiliki nama latin Oregano vulgare. Oregano jenis ini mengandung thymol dan carvacrol. Kedua zat ini merupakan zat antijamur yang cukup kuat.

Penelitian yang dilakukan tahun 2001 menemukan bahwa minyak oregano liar dapat menghentikan atau memperlambat pertumbuhan jamur Candida albicans, tergantung pada dosis penggunaannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Minyak oregano merupakan pengencer darah alami, jadi jangan digunakan obat ini jika Anda sedang menggunakan obat pengencer untuk kondisi kesehatan Anda. Selain itu jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki masalah penggumpalan darah misalnya karena kekurangan vitamin K.

Minyak esensial sebaiknya tidak digunakan secara oral. Minyak ini sebaiknya dihirup sebagai aromaterapi. Saat ini beberapa penelitian mencari tahu cara lain untuk menggunakan obat ini. Untuk sekarang sebaiknya gunakan obat ini dengan mencampurnya dengan minyak bawaan seperti minta zaitun atau minyak almond. 

Cara menggunakannya adalah dengan mencampurkan 3 sampai 5 tetes minyak esensial dengan 1 ons minyak bawaan. Kemudian oleskan pada kulit sambil dipijat atau hirup menggunakan diffuser. Jangan oleskan minyak ini langsung ke vagina.

Probiotik berbentuk supositoria dan suplemen

Probiotik membantu mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur pada tubuh Anda. Jika Anda memulai menggunakan probiotik oral yang mengandung strain dari bakteri Laktobasilus acidophilus, Anda dapat mengembalikan keseimbangan pada saluran pencernaan dan vagina. 

Suplemen oral sebaiknya digunakan sekitar 10 hari untuk mendapatkan manfaat penuh. Beberapa wanita menggunakan probiotik ini sebagai supositoria vagina untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat. Menurut Harvard Health, supositoria probiotik juga menunjukkan keefektifan dalam mengobati vaginosis.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa merupakan minyak yang didapatkan dari daging buah kelapa. Minyak kelapa memiliki banyak manfaat kesehatan seperti antijamur. Penelitian menunjukkan bahwa minyak ini cukup baik untuk mengatasi jamur Candida albicans. Penggunaan minyak ini memiliki bukti yang kuat dan menunjukkan keefektifannya sebagai obat rumahan. 

Untuk mengobati infeksi jamur vagina menggunakan minyak kelapa, pastikan untuk membeli minyak kelapa organik dan murni. Anda dapat mengoleskannya langsung ke daerah yang terinfeksi.

30 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zubko EI, et al. (2013). Co-operative inhibitory effects of hydrogen peroxide and iodine against bacterial and yeast species. DOI: (https://dx.doi.org/10.1186/1756-0500-6-272)
Vulvovaginal candidiasis. (2015). (https://www.cdc.gov/std/tg2015/candidiasis.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app