Betahistine : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 971.786 orang

Apa itu Betahistine?

Betahistine adalah analog histamin yang aktif secara oral. Betahistine umum diindikasikan untuk penyakit Meniere. Penyakit Meniere adalah kelainan pada telinga bagian dalam yang disebabkan perubahan tekanan pada telinga. Penyakit Meniere dapat menyebabkan episode vertigo, tinnitus (telinga yang berdenging) dan kehilangan kemampuan mendengar. 

Betahistine berguna dalam menyebabkan vasodilasi (peningkatan suplai darah) dari telinga bagian dalam. Betahistine mengurangi tekanan yang terjadi dan tingkat keparahan gejala.

Cara kerja Betahistine 

Betahistine termasuk dalam golongan obat yang digunakan untuk mengobati vertigo yang berhubungan dengan penyakit meniere. Vertigo adalah kondisi yang menyebabkan pasien mengalami sensasi berputar atau pergerakan lain pada dirinya atau lingkungan mereka. Penyakit Meniere adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang menyebabkan vertigo dan beberapa gejala seperi telinga yang berdenging, sakit kepala, dan kehilangan pendengaran. 

Betahistine digunakan untuk mengurangi jumlah episode vertigo yang berhbungan dengan penyakit Meniere. Betahistine dipercaya mampu mengurangi tekanan pada telinga. Tekanan ini dipercaya merupakan faktor pengontribusi rasa pusing, mual-mual dan telinga yang bedenging, dan kehilangan kemampuan pendengaran pada orang yang mengidap penyakit Meniere.

Cara menggunakan obat

Tablet betahistine diresepkan oleh dokter kepada Anda. Selalu gunakan sesuai dengan apa yang dokter katakan. Bacalah label secara hati-hati. Pastikan kepada dokter atau farmasis apabila Anda tidak yakin. 

Tablet betahistine harus ditelan secara utuh dengan cairan yang cukup, misal segelas air mineral. Tablet betahistine dapat dimunum bersamaan atau setelah makan. Orang dewasa memerlukan dosis sekitar 16 mg tiga kali sehari sehingga dalam sehari totalnya adalah 48 mg dan dianjurkan untuk diminum bersama makanan. 

Tablet betahistine mungkin memerlukan beberapa waktu sebelum memberikan efek maksimum, sehingga Anda tidak perlu khawatir apabila tidak segera merasa bakan. Dokter akan memberikan dosis kepada Anda bergantung pada respon Anda terhadap tablet betahistine. Jangan mengatur dosis sendiri kecuali diminta oleh dokter. Tablet betahistine tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah umur 18 tahun.

Peringatan

Tetap minum tablet betahistamine yang diresepkan kepada Anda hingga dokter meminta Anda berhenti meminumnya, meski Anda telah merasa baikan. Biasanya dokter akan memberikan terus tablet betahistine selama beberapa waktu untuk memastikan bahwa obat telah bekerja dengan sempurna.

Efek samping Betahistine

Banyak pengobatan yang dapat menyebabkan efek samping, yatu respon yang tidak diharapkan atas tubuh terhadap obat saat digunakan dalam dosis yang normal. Efek samping dapat bersifat ringan maupun berat, sementara atau permanen. Efek samping berikut tidak dialami oleh orang-orang yang telah menggunakan betahistine. 

Jika Anda khawatir terhadap efek samping yang mungkin terjadi, tanyakan kepada dokter mengenai risiko dan manfaat obat ini dengan dokter Anda. Efek samping berikul telah dilaporkan oleh kurang dari satu persen penderita yang menggunakan obat ini. Kebanyakan efek samping ini dapat diatasi, dan beberapa dapat hilang dalam beberapa waktu.

Perikasakan kepada dokter apabila Anda mengalami efek samping berikut dan apabila efek samping berikut parah atau mengganggu. Farmasis Anda dapat menyarankan Anda bagaimana untuk mengatasi efek samping.

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri ulu hati atau sembelit
  • Kembung

Efek samping berikut jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan masalah serius apabila tidak diperikasakan ke dokter. Segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami efek samping berikut:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Sakit perut

Hentikan penggunaan dan segera hubungi gawat darurat apabila terjadi tanda reaksi alergi seperti pembengkakan pada tenggorokan, bintik-bintik merah, atau kesulitan bernafas. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping lain yang tidak disebutkan. Periksakan ke dokter apabila Anda terdapat gejala yang muncul saat menggunakan betahistine dan membuat Anda khawatir

Interaksi dengan obat lain

Interaksi mungkin dapat terjadi antara betahistine dengan obat berikut:

  • Antihistamin (seperti diphenhydramine, chlorpheniramine, cetirizine)
  • Beta-2 agonist (seperti salmeterol, fenoterol, formoterol, salbutamol)
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs seperti moclobemide, rasagiline, phenelzine, selegiline, tranycypromine)

Jika Anda menggunakan obat di atas bersama betahistine, beritahukan pada dokter atau farmasis Anda. Tergantung dari kondisi Anda, dokter Anda akan meminta Anda untuk:

  • Tetap menggunakannya
  • Mengganti obat dengan yang lain
  • Menghentikan penggunaan obat
  • Mengubah cara untuk menggunakan obat

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit