Kenapa Kita Harus Berhenti Merokok Saat Pandemi COVID-19?

Dipublish tanggal: Jul 12, 2021 Update terakhir: Jul 23, 2021 Waktu baca: 2 menit
Kenapa Kita Harus Berhenti Merokok Saat Pandemi COVID-19?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Menjaga kesehatan agar tetap prima sangat penting untuk melindungi diri dari paparan virus corona, termasuk menghentikan kebiasaan merokok;
  • Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko gejala COVID-19 yang lebih berat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok;
  • Perokok yang terpapar virus corona dan memiliki penyakit komorbid berisiko mengalami gejala COVID-19 lebih parah sehingga membutuhkan perawatan intensif;
  • Selain memiliki keinginan untuk berhenti merokok, kamu juga bisa menjalani metode hipnotis dan akupuntur untuk membantu menghilangkan keinginan merokok;
  • Beli paket tes COVID-19 atau paket pemeriksaan kesehatan dengan promo menarik dan layanan tim medis berpengalaman lewat HDmall.

Memiliki kebiasaan merokok yang sudah lama dijalani memang tidak mudah untuk dihentikan. Namun, tahukah kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus corona?

Dengan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia yang masih terus meningkat, para dokter dan ahli kesehatan mengimbau pentingnya protokol kesehatan dan penerapan pola hidup sehat untuk melindungi diri dari paparan virus corona. Salah satu langkah sederhana yang dapat diambil adalah berhenti merokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Mengapa seseorang perlu berhenti merokok?

Menurut hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merokok dapat meningkatkan risiko paparan virus corona. Kondisi yang dialami oleh perokok sendiri diperkirakan cenderung lebih parah dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok, bahkan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Jika terpapar virus corona, seorang perokok diperkirakan dapat mengalami gejala 2 kali lebih berat daripada mereka yang tidak merokok. Pada umumnya kondisi tersebut membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, terlebih jika pasien memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid), seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau penyakit paru-paru kronis.

Kebiasaan merokok tanpa disadari juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan, termasuk gejala sesak napas dan komplikasi seperti pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, maupun gagal napas. Kondisi-kondisi tersebut terjadi akibat ketidakmampuan paru-paru menjalankan fungsi pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam darah. 

Bahkan akibat merokok, efek bahan kimia yang terkandung di dalamnya dapat membentuk plak pada dinding arteri jantung. Jika terjadi kerusakan dan penyumbatan di pembuluh darah jantung, risiko serangan jantung pun meningkat.

Tak hanya itu, merokok juga dapat melemahkan sistem imun tubuh sehingga tubuh menjadi lebih sulit untuk melawan infeksi atau penyakit COVID-19. Padahal, sistem imun yang baik sangat penting untuk memperkecil risiko terinfeksi virus corona dan meredakan gejalanya.

Baca juga: Fungsi Sistem Imun Tubuh dalam Melawan Virus Corona (Covid-19)

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Risiko terpapar virus corona bagi para perokok juga dapat meningkat akibat hal-hal berikut:

  • Membuka masker saat merokok dan menggunakannya kembali
  • Kebiasaan merokok beramai-ramai dan tidak menerapkan physical distancing
  • Risiko virus yang menempel di tangan jika tidak segera mencuci tangan

Maka dari itu, ada baiknya untuk segera berhenti merokok di masa pandemi COVID-19. Selain itu, merokok dapat merusak fungsi jantung dan paru-paru yang berdampak besar jika terpapar virus corona.

Baca juga: Beginilah Reaksi Tubuh setelah Suplai Rokok Dihentikan

Cara berhenti merokok yang ampuh

Selain keinginan diri sendiri demi menjaga kesehatan, ada beberapa cara yang bisa diterapkan oleh para perokok untuk membantu mengurangi kebiasaan merokok, di antaranya:

1. Metode hipnotis

Metode hipnotis seringkali digunakan untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Metode hipnoterapi bekerja dengan membentuk bayangan akan efek buruk merokok bagi tubuh, misalnya dengan membayangkan bahwa merokok dapat menyebabkan bau mulut dan mulut kering.

Baca juga: Berhenti Merokok dengan Cara Hipnotis

2. Terapi akupuntur

Terapi akupuntur dianggap bisa sebagai salah satu cara untuk membantu berhenti merokok. Terapi ini dilakukan dengan menusukkan jarum ke beberapa titik tubuh untuk menstimulasi dan mengubah rasa rokok supaya terasa tidak menyenangkan.

Baca juga: Benarkah Metode Akupuntur Dapat Membantu Berhenti Merokok?

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app