Beginilah Reaksi Tubuh Usai Suplai Rokok Dihentikan

Seberapa lama Anda merokok, tetap ada pengaruh baik pada tubuh ketika berhenti merokok. Tahukah Anda, setelah lima tahun berhenti merokok, tubuh mulai memperbaiki diri secara kontinu.
Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Agu 30, 2019 Waktu baca: 2 menit
Beginilah Reaksi Tubuh Usai Suplai Rokok Dihentikan

Berhenti merokok merupakan keputusan terbaik yang diambil oleh perokok, mengingat banyak dampak berbahaya yang disebabkan oleh rokok. Apalagi, berhenti merokok bukanlah perkara yang mudah. Tubuh Anda akan mengalami beberapa perubahan ketika suplai rokok berhenti. 

Memang, pada akhirnya akan memberikan dampak yang positif bagi tubuh. Tapi, selama tubuh Anda berhenti merokok, maka akan terjadi penyesuaian saat merokok dan tidak merokok.

Salah satu pemikiran yang sering dialami oleh perokok adalah menganggap tidak ada pengaruhnya pada tubuh ketika telah bertahun-tahun merokok kemudian berhenti. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. 

Seberapa lama Anda merokok, tetap ada pengaruh baik pada tubuh ketika berhenti merokok. Tahukah Anda, setelah lima tahun berhenti merokok, tubuh mulai memperbaiki diri secara kontinu. 

Lebih lanjut, setelah 15 tahun berhenti merokok, maka tubuh Anda akan benar-benar hilang dari efek berbahaya dari rokok. Hal tersebut sesuai dengan penuturan wapres masyarakat pernapasan Turki, Profesor Ulku Yilmaz, dimana dampak dari rokok akan hilang 90% setelah berhenti merokok selama 15 tahun.

Nah, berikut ini adalah beberapa dampak tubuh ketika berhenti merokok.

Setelah berhenti merokok selama 20 menit

Rokok merupakan salah satu produk yang dapat meningkatkan detak jantung penggunanya. Dengan kata lain, rokok mengandung zat stimulan yang membuat penggunanya menjadi lebih bersemangat. Tentu, dengan efek candu yang diberikannya. 

Nah, ketika Anda berhenti merokok, dalam waktu 20 menit setelahnya, maka detak jantungnya akan menurun kembali normal.

Setelah berhenti merokok selama 2 jam

Lebih lanjut, setelah 2 jam berhenti merokok, maka denyut jantung dan tekanan darah akan turun kembali ke tingkat normal. Begitupula dengan sirkulasi perifer yang akan meningkat.

Setelah berhenti merokok selama 12 jam

Setelah 12 jam berhenti merokok, kadar karbonmonoksida atau racun dalam darah akan turun. Sebaliknya, kadar oksigen akan meningkat seperti kondisi normal.

Setelah berhenti merokok selama 24 jam

Tahukah Anda, risiko serangan jantung akan lebih besar dialami oleh perokok daripada non perokok. Namun, setelah 24 jam berhenti merokok, akan mengurangi risiko serangan jantung.

Setelah berhenti merokok selama 48 jam

Saraf adalah salah satu bagian tubuh yang terkena dampak rokok. Namun, Anda dapat mengembalikan kondisinya normal dengan berhenti merokok. Hal tersebut ditunjukkan setelah 48 jam berhenti merokok.

Setelah berhenti merokok selama 72 jam

Setelah sekian lama berhenti merokok, memang ada banyak sekali godaan yang datang untuk kembali merokok. Terutama setelah 72 jam atau 4 hari berhenti merokok. 

Sebab, pada saat ini, Anda akan mengalami beberapa gejala fisik seperti mual, sakit kepala, kram, hingga gejala emosional lainnya. Meskipun demikian, usahakan untuk selalu konsisten dengan tujuan Anda untuk berhenti merokok ya!

Setelah berhenti merokok selama 2 hingga 3 minggu

Gejala fisik yang begitu berat di atas, akan terbalas oleh perubahan fisik yang Anda alami setelah berhenti merokok 2 sampai 3 minggu. Ya, pada saat ini, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas alternatif merokok seperti olahraga tanpa merasa sesak napas maupun sakit lainnya. 

Mengapa?  Hal ini dikarenakan organ tubuh Anda mengalami berbagai proses regenerasi seperti peningkatan sirkulasi dan fungsi paru-paru. Proses pernapasan pun akan lebih mudah dan lancar.

Nah, itulah beberapa reaksi pada tubuh ketika berhenti merokok. Bagi Anda yang ingin memiliki tubuh sehat kembali, pastikan untuk yakin dan niat untuk berhenti merokok. Jangan lupa untuk meminta dukungan dari orang sekitar ya!


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app