Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Bercak Mongol - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 762.763 orang

Pada abad 19, istilah bercak mongol diusulkan oleh seorang profesor Jerman yang bernama Edwin Baelz, yang mempercayai bahwa hanya Ras Mongolia dan orang-orang Non-Kaukasia yang memiliki bercak ini.

Beberapa orang mengira bahwa mereka dipukul atau ditampar oleh Tuhan. Beberapa orang lain percaya bahwa bercak mongol disebabkan perilaku ibu saat mengandung bayi, seperti melakukan hubungan seksual atau terlalu banyak bekerja.

Bercak mongol tidak menyebabkan risiko kesehatan apapun. Kebanyakan bayi yang memiliki bercak mongol akan kehilangan bercak tersebut dan tidak memberi mereka masalah kesehatan.

Definisi Penyakit Bercak Mongol

Bercak Mongol adalah tanda lahir yang cukup umum. Bercak mongol berwarna biru keabu-abuan seperti memar. Bercak mongol tidak bersifat kanker dan tidak membahayakan. 

Bercak mongol tidak terasa sakit dan tidak akan memburuk seiring bertambahnya usia, bahkan dapat menghilang. Bercak mongol biasanaya muncul di bokong atau punggung bagian bawah, tapi juga mungkin muncul di lengan atau kaki. 

Biasanya, bercak mongol muncul dari lahir atau setelahnya. Untuk memastikan apakah seseorang memiliki bercak mongol, dapat menghubungi dokter. 

Dengan adanya pemeriksaan, akan membantu mengurangi rasa curiga akan kekerasan di waktu mendatang jika bercak mongol dikira memar.

Penyebab Penyakit Bercak Mongol

Bercak mongol disebabkan variasi pada pigmen, dan warnanya paling mudah dilihat pada bayi. Lebih dari 90 persen orang-orang pedalaman Amerika dan anak-anak keturunan Afrika, lebih dari 80 persen orang-orang Asia, dan lebih dari 70 persen orang-orang hispanik. Hanya sekitar 10 persen pada orang yang memiliki kulit putih.

Bercak mongol bisa muncul dua bulan setelah kelahiran. Jika muncul pada umur yang dewasa, tidak bisa disebut bercak mongol, karena bercak mongol muncul pada waktu-waktu dekat kelahiran. Memang beberapa tanda lahir yang memiliki warna sering disangkutpautkan dengan risiko kesehatan, tetapi bercak mongol tidak.

Bercak mongol muncul saat melanosit (sel yang memproduksi pigmen, atau melanin) tetap berada di lapisan kulit paling dalam pada tahap perkembangan embrio, yang sifatnya tidak berbahaya. 

Seringkali, bercak mongol disalahartikan dengan penyakit tulang belakang, spina bifida occulta. Padahal, spina bifida occulta bercaknya berwarna merah, bukan biru keabu-abuan. 

Selain itu juga terdapat penyakit lain yang mirip dengan penyakit metabolik langka seperti Hurler’s disease, Hunter’s disease, Niemann—Pick disease, Mucolipidosos, Mannosidosis.

Ciri-Ciri Penyakit Bercak Mongol

Karena warna biru bercak mongol, bercak mongol sering dikira memar. Namun, ciri-ciri bercak mongol adalah:

  • Tidak menonjol, memiliki tekstur kulit yang normal
  • Berwarna biru atau biru-keabuan
  • Biasanya memiliki lebar dua hingga delapan sentimeter
  • Memiliki bentuk yang tidak rata, dengan pinggiran yang tidak rata
  • Biasanya muncul pada saat kelahiran atau segera setelahnya
  • Biasanya terletak pada bokong atau punggung bagian bawah, dan cukup umum pada lengan atau alat gerak lainnya

Sangat penting untuk diketahui bahwa karakteristik di bawah ini bukan bercak mongol

  • Menonjol
  • Tidak kebiruan
  • Muncul tidak pada waktu di sekitar kelahiran

Faktor Risiko Penyakit Bercak Mongol

Penyebab pasti bercak mongol masih belum diketahui, begitu pula dengan faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena bercak mongol. Meskipun begitu, melanin berperan pentung dalam pembentukan warna kulit. 

Bercak mongol cukup umum terjadi pada orang-orang yang berkulit hitam seperti orang keturunan Afrika, India, atau Asia.

Bahaya Penyakit Bercak Mongol

Bercak mongol tidak berbahaya. Bercak mongol tidak bersifat kanker atau menunjukkan suatu kelainan atau gangguan. Tidak memerlukan penanganan medis

Pada banyak kasus, bercak mongol hilang seiring berjalannya waktu dan hilang saat anak-anak beranjak remaja. Jika anak memiliki bercak mongol, pastikan dokter anak memeriksa pada pemeriksaan bayi pertama. 

Dokter dapat mendiagnosa bercak mongol berdasarkan penampilannya. Satu-satunya komplikasi akibat bercak mongol adalah psikologis. Hal ini terjadi terutama karena bercak mongol terlihat dan berlangsung lama melebihi masa kanak-kanak.

Sekilas Pandang Penyakit Bercak Mongol

Kebanyakan bercak mongol menghilang seiring berjalannya waktu. Seperti tanda lahir yang tidak bersifat kanker, bercak mongol tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang

Apabila bercak tersebut berubah warna atau bentuk, bisa jadi itu bukan bercak mongol. Jangan mendiagnosa sendiri kondisi kulit. Selalu cek ke dokter atau ke ahli kulit.


Referensi

Franceschini, D. Dinulos, JG. (2015). Dermal Melanocytosis and Associated Disorders. Current Opinion in Pediatrics, 27(4), pp. 480-485.

Harrison-Balestra, et al. (2007). Clinically Distinct Form of Acquired Dermal Melanocytosis with Review of Published Work. Journal of Dermatology, 34(4), pp. 178-182.

Kibbi, A. Medscape (2016). Congenital Dermal Melanocytosis (Mongolian Spot).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit