Kenali Spina Bifida dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.234.322 orang

Definisi Spina Bifida

Cacat lahir merupakan suatu hal yang paling ditakuti bagi setiap orang khususnya bagi setiap ibu yang sedang mengandung. Oleh karena itu hampir setiap ibu pasti akan menjaga kandungannya saat hamil sebaik mungkin. Tahukah Anda apa itu spina bifida? Atau pernahkah Anda meilihat bayi dengan cacat lahir yang disertai dengan terbentuknya celah pada tulang belakang dan sumsum tulang belakangnya? Mungkin hal ini terdengar asing ditelinga Anda namun perlu Anda ketahui bahwa kelainan spina bifida ini dipicu oleh pembentukan sumsum tulang belakang yang tidak sempurna pada bayi selama dalam kandungan.

Jadi artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai spina bifida, penyebab spina bifida dan pengobatan untuk mengatasi masalah penyakit cacat lahir bawaan ini. Selamat membaca.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa itu Spina Bifida?

Spina bifida atau dengan nama lain tulang belakang terbuka, merupakan jenis perkembangan kelainan bawaan yang serius, penyakit ini merupakan penyakit cacat berat, akan tetapi penyakit ini pada umumnya bisa dicegah. Dalam kamus kesehatan Spina bifida adalah kondisi yang terjadi ketika janin masih berada dalam kandungan dan sedang mengalami perkembangan di dalam rahim, akan tetapi tulang belakangnya tidak terbentuk dengan sempurna atau terjadi cacat tabung saraf.

Spina bifida adalah salah satu gangguan penutupan tabung saraf yang menyebabkan terjadinya cacat lahir dan mempengaruhi sistem saraf. Spina bifida paling mungkin disebabkan oleh multifaktorial, yang berarti dapat disebabkan oleh beberapa hal termasuk faktor genetik, gizi, dan/atau lingkungan memberikan kontribusi pada munculnya gangguan ini. Menurut beberapa studi, kekurangan asam folat yang dikonsumsi ibu selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang mengontribusi munculnya spina bifida.

Apa sih yang menyebabkan terjadinya Spina Bifida?

Sampai saat ini masih belum diketahui penyebab pasti munculnya spina bifida saat lahir. Meskipun belum diketahui secara pasti tetapi para ahli cenderung berpendapat, penyebab spina bifida adalah gabungan masalah genetika dan faktor lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan bayi dengan spina bifida menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi lainnya dengan kelainan yang sama. Juga, wanita yang tidak terlalu sehat, sebagai contoh, mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau mereka yang kelebihan berat badan biasanya melahirkan bayi dengan kelainan tertentu.

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari Spina Bifida?

Ada banyak gejala-gejala dari spina bifida namun gejalanya bervariasi, tergantung kepada beratnya kerusakan pada jaringan saraf dan akar saraf yang terkena. Beberapa anak memiliki gejala ringan atau tanpa gejala; sedangkan yang lainnya mengalami kelumpuhan pada daerah yang dipersarafi oleh jaringan saraf maupun akar saraf yang terkena.

Pada umumnya gejala- gejala yang dapat muncul pada spina bifida dapat berupa:

  • Penonjolan seperti kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi baru lahir. Jika disinari, kantung tersebut tidak tembus cahaya.
  • Hidrosefalus. Kondisi di mana terjadi penumpukan cairan otak sehingga dapat menyebabkan kejang dan gangguan penglihatan.
  • Kelumpuhan/kelemahan pada pinggul, tungkai atau kaki.
  • Penurunan sensasi.
  • Gangguan saluran kemih dan pencernaan.
  • Jaringan saraf yang terkena rentan terhadap infeksi seperti meningitis

Diagnosis Spina Bifida

Untuk mendeteksi kondisi ini, dokter biasanya akan menganjurkan beberapa tes medis termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Pemeriksaan darah -  memeriksa kadar alfa-fetoprotein yang terkandung dalam darah ibu hamil. Kadar alfa-fetoprotein yang tinggi dapat menandai adanya kecacatan tabung saraf, terutama spina bifida.
  • USG - untuk mendeteksi kelainan struktur tertentu pada otak bayi yang mengindikasikan spina bifida.
  • Amniosentesis (prosedur pengambilan sampel cairan ketuban)
  • Pemeriksaan pada bayi pasca kelahiran - termasuk USG, CT scan, atau MRI untuk menentukan tingkat keparahan dan membantu menentukan prosedur penanganan yang paling tepat.

Bagaimana cara mengobati Spina Bifida?

Pada umumnya penatalaksanaan untuk mengatasi spina bifida yaitu dengan melakukan tindakan pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk menutup lubang yang terbentuk dan untuk mengobati hidrosefalus, kelainan ginjal dan kandung kemih serta kelainan bentuk fisik yang sering menyertai spina bifida. 

Terapi fisik dilakukan agar pergerakan sendi tetap terjaga dan untuk memperkuat fungsi otot. Untuk mengobati atau mencegah meningitis, infeksi saluran kemih dan infeksi lainnya, diberikan antibiotik. Tatalaksana dan pengobatan lainnya tergantung pada masalah penyerta pada penyakit spina bifida.

Bagaimana caranya agar terhindar dari cacat lahir seperti Spina Bifida?

Cara agar terhindar dari terjadinya spina bifida pada umumnya bisa dicegah oleh setiap ibu sejak awal kehamilan. Langkah utama untuk menghindari terjadinya spina bifida adalah dengan mencukupi kebutuhan asam folat, terutama selama masa kehamilan. Konsumsi zat ini umumnya dianjurkan sejak sebelum masa kehamilan. Selain ibu hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan, wanita pada usia subur juga diajurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Kandungan asam folat juga dapat diperoleh secara alami dari makanan, seperti bayam, kuning telur, kacang-kacangan, serta brokoli dan lain-lain.

Sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan Anda, apa yang harus Anda lakukan dan apa yang harus Anda konsumsi agar selama proses kehamilan sampai melahirkan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit