Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Berbahaya, Efek Rokok terhadap Sisi Psikologis

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 844.352 orang

Berbahaya, Efek Rokok terhadap Sisi Psikologis

Penggunaan rokok saat ini tergolong sangat tinggi, terutama di Indonesia  Baik anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua memiliki kebiasaan merokok setiap hari. 

Meskipun, merokok menyebabkan banyak risiko kesehatan berupa kanker paru-paru, jantung, impotensi, sampai kehamilan, tetap tidak menjadi penghambat bagi perokok untuk berhenti.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tak hanya berdampak pada segi fisik, rokok ternyata juga menimbulkan efek samping terhadap psikologis penggunanya. Hal tersebut dialami oleh beberapa orang. Mungkin, ada juga yang memang merasakan dampak emosional akibat merokok, namun lebih memilih untuk membiarkannya. 

Nah, sebenarnya bagaimana sih rokok dapat mempengaruhi efek psikologis seseorang? Yuk kita pelajari bersama!

Begini rokok mampu mempengaruhi sisi psikologis seseorang

Tentunya, sudah tidak asing lagi jika rokok mengandung zat berbahaya dan candu yaitu nikotin. Tahukah Anda bagaimana nikotin ini bekerja? Ya, secara langsung, nikotin mempengaruhi kinerja otak sehingga mampu penggunanya candu. 

Hingga akhirnya, nikotin tersebut mampu mengubah pola pikir sampai perilaku penggunanya. Lebih parahnya lagi, efek tersebut dapat berlangsung secara permanen. Sebab, setelah masuk ke dalam otak, nikotin akan terakumulasi.

Bagaimana nikotin dapat mencapai otak? Pada dasarnya, nikotin dapat diserap tubuh melalui mukosa mulut. Kemudian, nikotin dapat langsung mencapai otak setelah dihisap hanya dalam waktu 10 detik saja. Apabila semakin banyak rokok yang diserap, maka semakin tinggi pula nikotin yang terjebak dalam otak

Artinya, perubahan perilaku dan dampak emosional seseorang akibat merokok semakin besar.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Perubahan perilaku akibat merokok  

Seseorang yang sudah terlanjur candu terhadap rokok, maka akan merasakan bagaimana efek dari peningkatan dopamin yang berlebih berupa perasaan tenang, bahagia, dan kesenangan saat merokok. Tentunya, perasaan tersebut tidak akan diperoleh ketika tidak menghisap rokok

Artinya, perokok itu sendiri akan selalu mengusahakan cara untuk bisa merokok. Tanpa disadari, perilakunya berubah jadi lebih agresif dan mudah sekali marah ketika harus menahan untuk merokok. Tentu, perilaku tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan sosialnya.

Gejala depresi dialami perokok

Depresi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya genetik, lingkungan sosial, sampai kesehatan. Namun, fakta diperoleh dari orang-orang yang sudah mengalami depresi, kebiasaan merokok hanya akan memperparah gejala depresinya. Menurut penelitian, terdapat 30% perokok mengalami depresi

Proporsi tersebut jauh lebih besar dari populasi individu yang mengalami depresi sebesar 20%. Berikut ini adalah gejala depresi yang diakibatkan oleh aktivitas merokok.

Mood Swing

Mood swing atau perubahan mood seringkali menjadi dampak dari aktivitas merokok. Sebab, salah satu dampak merokok adalah ketergantungan dan efek fisik yang menyebabkan seseorang menjadi lebih tenang saat merokok dan mood menjadi lebih baik. 

Sebaliknya, ketika berhenti merokok, mood berubah drastis menjadi buruk. Inilah yang menyebabkan perokok mengalami depresi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Perubahan hormon dopamin

Hormon dopamin berpengaruh terhadap perasaan bahagia yang dihasilkan oleh persepsi otak. Ketika seseorang memiliki kebiasaan merokok, maka akan terjadi peningkatan dopamin pada otak. 

Akibatnya, responnya menjadi tidak sebaik dulu. Perokok pun cenderung tidak bahagia melainkan, hanya tetap merokok karena sudah terlanjur candu.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak psikologi akibat aktivitas merokok? Tentu tidak ada jawaban yang lebih tepat selain berhenti merokok. Pastikan untuk berusaha mengurangi porsi batang rokok yang dikonsumsi, mengalihkan perhatian ketika merasa cemas, serta mencari alternatif bantuan profesional ketika Anda mulai depresi setelah berhenti merokok. 

Cara tersebut adalah langkah efektif untuk melawan efek ketergantungan dari rokok. Semoga berhasil ya!

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit