Bayi Ngorok Kenali Risiko Serta Cara Mencegahnya

Dipublish tanggal: Sep 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Bayi tidur dengan tenang dan pulas menjadi kesenangan tersendiri buat orang tua. Namun jika bayi rewel, merengek, dan mengeluarkan suara mengorok pada saat tidur, yang membuat para orang tua merasa bingung dan resah. Jika di teliti bayi mengorok merupakan hal yang biasa dan normal.

Bayi yang baru lahir akan bernapas secara berisik bahkan mendengkur, itu terjadi karena saluran pernapasan bayi belum maksimal dan saluran yang masih sempit dan banyak lendir yang masih berada di saluran pernapasan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Saluran pernapasan yang masih berisi lendir akan membuat udara menghasilkan suara getaran, sehingga menyebabkan bayi mengorok ketika tidur. Hal ini normal dan lumrah terjadi.

Bayi akan tidak mengorok ketika saluran pernapasan bayi sudah berkembang dengan sempurna dan ketika bayi sudah bisa menelan ludah, tetapi jika bayi mengorok yang di barengi dengan gejala lain maka bisa menjadi pertanda jika bayi mengalami masalah pada saluran pernapasan, seperti pilek dan kelainan di hidung.

Ngorok bayi yang bermasalah

Bayi yang masih mengorok di usia enam bulan ke atas merupakan bisa menjadi pertanda bahwa bayi terkena  masalah yang serius, seperti :

Iritasi saluran pernapasan

Bayi yang mengorok biasanya terdapat masalah penyakit ispa (iritasi saluran pernapasan). Dalam hal ini menyebabkan sang bayi mengeluarkan lendir yang meradang. Penyebabnya adalah bisa alergi bisa juga infeksi virus, seperti pilek dan flu 

Sekat hidung miring (deviasi septum)

Septum adalah yang memberikan pemisah pada hidung sehingga saluran pernapasan terpisah menjadi dua. Apabila tulang miring akan membuat tersendatnya salah satu saluran pernapasan. Deviasi septum bisa menyebabkan bayi bernapas dengan menggunakan satu saluran saja dan akan terdengar seperti mengorok.

Laringomalasia (laryngomalcia)

Laringomalasia adalah penyebab bayi tidur dengan mengorok ketika bayi tidur. Hal ini bisa terjadi karena laring belum terbentuk dengan sempurna. Laring akan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur satu tahun. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pada bayi yang mempunyai laringomalasia parah bisa mendapat gangguan pernapasan dan untuk menghilangkan ngorok harus dilakukan operasi konstruktif.

Sleep apnea atau apnea tidur

Sleep apnea di akibatkan oleh kelahiran bayi yang prematur, masih belum maksimalnya batang otak yang memberikan perintah untuk pernapasan, kelainan  pada bawaan lahir pada jantung dan saluran pernapasan. 

Anak yang mengidap apnea sering kali seperti tidak bernapas selama 20 detik sehingga membuat sang anak terkadang terbangun karena keadaan tersebut.

Pembengkakan kelenjar amandel

Amandel bisa menjadi penyebab bayi tidur sambil mengorok. Kondisi ini berawal dari infeksi virus dan bakteri. Amandel juga bisa menyebabkan air liur bayi meningkat karena itu bayi sering kali tidak mau menyusu, demam, hingga kesakitan dan mengganggu kondisi bayi.

Mencegah bayi ngorok

Bayi mengorok terkadang membuat para orang tua merasa risau dan cemas dengan kondisi sang bayi. Berikut cara untuk mencegah bayi mengorok :

Menjauhkan alergen

Menciptakan ruangan yang bersih dari debu akan mencegah bayi mengorok saat tidur. Karena debu bisa menjadi salah satu penyebab bayi mengorok, singkirkan benda yang bisa menjadi sarang debu seperti boneka.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Memperbaiki posisi tidur

Posisi tidur juga akan mempengaruhi saluran pernapasan bayi, posisi terbaik untuk bayi tidur adalah posisi terlentang karena akan memudahkan bayi bernapas ketika tidur

Membuka saluran pernapasan bayi

Mandi air hanggat dapat membuka saluran pernapasan bayi dan bisa mengeluarkan lendir yang berlebih pada saluran pernapasan sang bayi. Anda bisa juga menggunakan pelembap udara untuk membantu bayi mengeluarkan lendir yang mengganggu yang bisa meredakan ngorok pada bayi

Nasal aspirator atau pipet pembersih hidung bayi

Pakailah pipet untuk membersihkan saluran pernapasan sang bayi, cara penggunaanya cukup mudah. Masukan ujung pipet ke dalam hidung bayi, tekan bagian balonnya dan dengan perlahan lendir ddalam saluran pernapasan bayi terhisap oleh pipet. Anda bisa mencari pipet di apotek terdekat.

Larutan saline

Jika lendir didalam saluran pernapasan tidak dapat dikeluarkan anda bisa menggunakan garam steril (nasal saline spray) yang bisa dicari diapotek. Cara penggunaannya cukup mudah hanya dengan menyemprotkan beberapa larutan saline ke dalam saluran pernapasan bayi yang tersumbat.

Bayi mengorok saat tidur merupakan hal yang normal terjadi ketika usia bayi masih dibawah 6 bulan, namun jika sering terjadi hingga 1 tahun patut anda konsultasikan gejala bayi ngorok tersebut ke dokter anak.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app