Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Anak Balita

Bahaya Bayi Terlalu Gemuk dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.088.025 orang

Bahaya Bayi Terlalu Gemuk dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Bayi yang gemuk, dengan pipi yang besar bak bakpao, dan tubuh yang gemuk biasanya mendapat perhatian lebih karena orang-orang menilai bayi seperti ini sangat imut dan menggemaskan.

Tapi ketika bayi berusia empat bulan ditolak dalam pengajuan asuransi kesehatan karena obesitas, semua orang akan mulai berpikir bahwa ada yang salah dengan “keimutan” sang bayi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Seorang bayi yang gemuk walaupun lucu dan menggemaskan mereka memiliki resiko yang besar menghadapi masalah kesehatan jangka panjang. Sebagai orang tua kita harus mengetahui apakah bayi Anda gemuk dan menggemaskan dalam batas normal, atau bayi Anda sudah masuk dalam kategori obesitas.  

Bayi gemuk

Menurut para ahli ada alasan untuk khawatir mengenai masalah obesitas pada bayi. Elsie Taveras, MD, PhD, dari Harvard Medical School mengatakan:

"Ada bukti yang signifikan bahwa perubahan berat yang cepat selama masa bayi meningkatkan risiko anak-anak terhadap obesitas di kemudian hari. Bukti yang kuat menunjukkan bahwa masa bayi mungkin merupakan periode kritis untuk mencegah obesitas dan masalah-masalah yang terkait dengan obesitas."

Apakah pernyataan tersebut masuk akal? Matthew Gillman, MD, dari Harvard's Obesity Prevention Program mengatakan:

"Awalnya mungkin tampak tidak masuk akal bahwa penambahan berat badan hanya dalam beberapa bulan di awal masa kanak-kanak dapat memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang, tapi masuk akal karena begitu banyak perkembangan manusia terjadi selama periode tersebut - dan bahkan sebelum kelahiran."  

Apa saja bahaya bayi terlalu gemuk

Diabetes & Kondisi Lainnya

Diabetes adalah salah satu komplikasi paling berat yang dapat terjadi pada Bayi yang mengalami obesitas. Anak-anak yang kelebihan berat badan berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2.

Sebelum tahun 1994, anak-anak yang didiagnosis diabetes tipe 2 pada masa kanak-kanak hanya kurang dari 5 persen ; Baru-baru ini pada tahun 2017 kasus anak-anak dengan diabetes meningkat cukup signifikan hingga 20-30%.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Masalah Hormonal

Lemak mengeluarkan hormon, dan lebih banyak lemak maka akan semakin banyak hormon yang diproduksi. Pada anak perempuan, hal ini dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi.

Menyebabkan sindrom ovarium polikistik yang berakibat pertumbuhan hormon pria pada seorang anak wanita akan meningkat sehingga mungkin saja menyebabkan seorang wanita memiliki rambut halus pada wajah atau suara yang maskulin layaknya seorang pria, dan yang lebih buruknya lagi dapat menyebabkan infertilitas.

Pada anak laki-laki, masalah hormonal yang paling sering terjadi adalah ginekomastia, atau pembesaran payudara. Berat yang ekstrim dapat menyebabkan infeksi pada lipatan kulit dan nyeri di lutut, paha, punggung, dan pinggul.

Masalah Psikologis

Tentu saja seorang anak yang memiliki badan berlebih di kemudian hari akan menjadi bulan-bulanan temannya (walaupun tidak selalu). Sehingga menyebabkan seorang anak memiliki rasa percaya diri yang rendah dan bisa berdampak stress pada anak.

Apa sih penyebab bayi bisa mengalami obesitas?

  • Bayi Besar, Bayi Kecil
    Ada hubungan antara berat badan bayi yang terlalu rendah saat hamil (bayi yang berat badannya tidak sesuai dengan berat menurut masa kehamilan) dengan kelebihan berat badan, kata Emily Oken, MD, ahli gizi pralahir di Rumah Sakit Brigham dan Wanita, di Boston.

    Mekanisme kenapa hal ini bisa terjadi masih dipelajari oleh para ahli, namun hal ini merupakan faktor resiko yang cukup menentukan.

  • Lingkungan dan etnis
    Keluarga dari kelompok berpenghasilan rendah dan beberapa kelompok etnis minoritas juga berisiko lebih besar terkena obesitas. Orang Afrika dan Meksiko-Amerika memiliki tingkat obesitas yang lebih tinggi daripada orang kulit putih, menurut Pusat Nasional untuk Statistik Kesehatan.

  • Genetik
    Sama seperti warna mata yang diturunkan, begitu juga kecenderungan obesitas. Jika salah satu orang tua mengalami obesitas, risiko anak Anda tiga kali lipat, kata Dr. Hassink. Jika Anda Ibu dan Ayah keduanya obesitas, maka sang Anak berisiko 10 kali lipat lebih besar mengalami obesitas

Beberapa tips mencegah obesitas pada anak

  • Berikan ASI eksklusif pada bayi 1,5-2tahun pertama kehidupannya, karena nutrisi pada ASI adalah nutrisi yang tepat diberikan pada bayi, tanpa adanya berbagai kalori tambahan yang tidak terlalu dibutuhkan oleh bayi seperti yang umumnya ditemukan pada susu formula

  • Hindari memberikan jus murni untuk memuaskan rasa haus. Anda bisa mencampur dengan air secukupnya akan mengurangi kalori setengahnya

  • Jangan menggunakan makanan untuk menghibur bayi yang sedang rewel. Cinta dan pelukan mengatasi masalah dengan lebih efektif dan jauh lebih rendah kalori

  • Hindari memberikan susu berlebihan. Jika jatah susu sudah habis, tapi nafsu makan bayi masih terlihat tinggi, jangan tambahkan jatah susu sang bayi, karena butuh waktu 15-20 menit agar perutnya terasa kenyang

  • Jangan memaksa sang bayi untuk menghabiskan susunya jika dia menunjukkan tanda bahwa dia sudah kenyang

  • Saat mulai memberikan makanan padat, jangan berikan makanan yang mengandung tinggi gula, seperti es krim, kue, manisan. Karena gula sangat membuat kecanduan dan saat bayi sudah kecanduan gula, mereka akan melanjutkan kebiasaan ini saat mereka tumbuh dan hal inilah yang paling utama menyebabkan obesitas pada anak


Referensi

Baby Center (2018). The 10 Best Foods for Babies.

Janes, E. The Bump. Best Foods for Baby (and What to Avoid).

Karpinske, S. Parents. Best Super Foods for Baby.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini