Bahaya Sering Mewarnai Rambut

Dipublish tanggal: Agu 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Sering Mewarnai Rambut

Tampilan baru dengan warna rambut yang berbeda memang membuat Anda lebih fresh dan menarik secara bersamaan. Apalagi jika warna tersebut sangat cocok dengan kulit Anda. Akan tetapi, sering mewarnai rambut ternyata memiliki efek samping yang tidak bisa dianggap remeh.

Pasalnya, kandungan zat yang terdapat dalam pewarna rambut yang Anda gunakan merupakan bahan kimia yang terkadang dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, ada baiknya kamu mengetahui apa saja efek dari mewarnai rambut sebelum mencobanya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Daftar kandungan pewarna rambut dan efeknya 

Selain meresap ke dalam rambut, bahan kimia yang terkandung dalam pewarna rambut juga akan terserap ke kulit kepala Anda. Tidak hanya itu, partikel dalam pewarna rambut bisa masuk dalam saluran pernapasan saat proses pewarnaan terjadi.

Berikut ini terdapat berbagai bahan kimia dalam pewarna rambut yang mungkin sering Anda gunakan yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda: 

    • Para-phenylenediamine (PPD): sebagai pemicu reaksi alergi dan sebagi karsinogen (zat penyebab kanker
    • Tar batubara: memunculkan reaksi alergi
    • Formalhedid: zat penyebab kanker dan meningkatkan risiko kerusakan janin di dalam rahim
    • Hidrogen peroksida: menyebabkan mata perih seperti tersengat 
    • Timbal asetat: menimbulkan masalah saraf serius dan sebagai zat penyebab kanker 
    • DMDM hydantoin: menimbulkan masalah pada sistem imun tubuh
    • Amonia: bersifat racun, korosif dan menimbulakan masalah pada sistem pernapasan
    • Resorsinol: mengacaukan hormon tubuh dan berisiko sebagai zat penyebab kanker 

    Bahaya mewarnai rambut terlalu sering 

    Sering mewarnai rambut tidak hanya berefek pada kulit kepala dan rambut. Kebiasaan ini ternyata dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

    Pada tahun 2001, sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Cancer menemukan bahwa wanita yang suka menggunakan pewarna permanen untuk mewarnai rambut sebulan sekali dalam satu tahun ternyata bisa mengalami kanker kandung kemih dua kali lipat dari mereka yang jarang mewarnai rambut.

    Bahkan, risiko kanker ini akan meningkat tiga kali lipat apabila Anda menggunakan pewarna rambut selama 15 tahun atau lebih. 

    Hal diatas sama seperti penelitian lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemology. Seorang wanita sangat berisiko dua kali lipat mengalami kanker limfoma non-Hodgkin (LNH) apabila sering mewarnai rambut delapan kali dalam setahun.

    Iklan dari HonestDocs
    Beli Onkologi via HDmall

    Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

    Default internal ads 19

    Kanker LNH merupakan jenis kanker yang berkembang dari sel darah putih yang dapat ditemukan di kelenjar getah bening, limpa, dan organ lain dalam sistem imun tubuh. 

    Meskipun beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping dari kebiasaan mewarnai rambut berbahaya bagi kesehatan, penelitian lanjutan untuk membuktikan bahayanya harus dilakukan.

    Oleh karena itu, kurangilah kebiasaan mewarnai rambut Anda terlalu sering agar terhindar dari berbagi penyakit yang dapat membahayakan kesehatan. Racun akan menumpuk pada tubuh Anda jika terlalu sering melakukakan pewarnaan pada rambut. 

    Gunakan pewarna alami 

    Berdasarkan penjelasan seorang analis senior di Environtmental Working Group, Sonyal Lunder, MPH., mewarnai rambut dengan menggunakan pewarna alami ternyata lebih aman untuk kesehatan. Anda direkomendasikan untuk memakai henna sebagai bahan pewarna rambut.

    Selain henna, masih banyak pewarna rambut yang berasal dari bahan alami dan organik yang tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Produk-produk tersebut tidak akan menimbulkan risiko penyakit karena tidak mengandung racun seperti yang ada pada produk dengan bahan kimia. 

    Ketika Anda menggunakan pewarna alami tanpa bantuan salon atau, selalu ikuti setiap petunjuk penggunaannya. Pakailah sarung tangan saat mengaplikasikan produk ke rambut dan jangan mendiamkan pewarna bertahan dirambut lebih lama dari waktu yang ditentukan agar tidak menimbulkan masalah lain. 

    Selain itu, jangan mencampur produk pewarna rambut yang berbeda karena akan membuat Anda mengalami masalah pada rambut dan kulit kepala. Pewarna rambu yang Anda gunakan tidak disarankan untuk diaplikasikan pada alis atau bulu mata, karena kemungkinan besar akan menimbulkan efek kebutaan.

    Oleh karena itu, gunakanlah produk-produk alami tersebut sesuai dengan kegunaan dan petunjuknya agar Anda tidak mengalami masalah-masalah kesehatan lainnya. Pastikan juga bahwa Anda tidak lagi mewarnai rambut terlalu sering agar terhindar dari risiko kanker LNH dan kandung kemih.


    4 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
    Hair Dyes Linked to Elevated Breast Cancer Risk. Medscape. (https://www.medscape.com/viewarticle/922203)
    Hair Dyes. American Cancer Society. (https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/hair-dyes.html)
    Is Coloring Hair Safe?. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/skin-beauty/coloring-hair-safe/)

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Tanya Dokter

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

    Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

    Submit
    Buka di app