Awas, Body Dysmorphic Disorder (BDD) bisa Sebabkan Kecanduan Operasi Plastik

Mungkin seseorang akan merasa ketakutan saat pertama kali melakukan operasi plastik, tapi ketika proses operasi plastik yang dirasakan tidak menimbulkan rasa sakit, maka orang tersebut cenderung ingin mengulanginya lagi.
Dipublish tanggal: Jul 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Awas, Body Dysmorphic Disorder (BDD) bisa Sebabkan Kecanduan Operasi Plastik

Mempunyai wajah dan tubuh yang sempurna adalah impian setiap orang. Saat ini operasi plastik menjadi populer dan dijadikan solusi instan untuk mendapatkan wajah dan tubuh yang mereka inginkan. 

Bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk melakukan operasi plastik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Pada beberapa orang yang pernah melakukan operasi plastik dan merasa puas dengan hasilnya akan membuat pasien tersebut ingin melakukan operasi plastik lagi. Apakah benar operasi plastik dapat menyebabkan kecanduan? Simak ulasannya di bawah ini.

Penyebab orang kecanduan operasi plastik

Operasi plastik berasal dari bahasa Yunani “plastikos” yang berarti membentuk (mold atau shape). Sebenarnya operasi plastik terdiri dari dua kategori yaitu, estetika dan rekonstruksi. 

Estetika adalah prosedur media yang tidak harus dilakukan, namun mungkin dilakukan untuk meningkatkan estetika. Sedangkan rekonstruksi adalah ilmu bedah yang bertujuan memperbaiki struktur untuk meningkatkan fungsinya.

Sebenarnya bukan bedah plastik estetik yang membuat kecanduan, tetapi kepuasan pasien yang didapatkan setelah melakukan operasi plastik. 

Misalnya, seseorang berhasil melakukan operasi plastik untuk mengencangkan perut setelah melahirkan, kemudian seseorang tersebut akan berpikiran dan ingin melakukan operasi plastik guna mengencangkan bagian tubuh yang lainnya. 

Akhirnya ia mendatangi dokter bedah untuk melakukan operasi plastik lagi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Rasa tidak pernah puas juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami kecanduan melakukan operasi plastik. Pada beberapa kasus ada pasien yang tidak pernah merasa puas dengan tubuh yang dimilikinya walaupun tidak ada kecacatan apa pun. 

Namun keberhasilan pada operasi plastik yang pertama dapat menjadi alasan kuat ia ingin melakukannya lagi dan lagi.

Selain faktor diatas, alasan seseorang merasa kecanduan melakukan operasi plastik adalah rasa nyamannya. 

Mungkin seseorang akan merasa ketakutan saat pertama kali melakukan operasi plastik, tapi ketika proses operasi plastik yang dirasakan tidak menimbulkan rasa sakit, maka orang tersebut cenderung ingin mengulanginya lagi.

Hati-hati dengan body dysmorphic disorder (BDD)

Seseorang yang tidak pernah merasa puas dengan bentuk tubuh yang dimilikinya dapat mengganggu kondisi kejiwaannya. 

Memang operasi plastik boleh dilakukan berkali-kali, tetapi seseorang harus melakukan konsultasi dan wawancara dengan dokter sebelum melakukan operasi plastik estetik. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Bahkan seseorang yang akan melakukan operasi plastik estetik perlu menjalani tes kejiwaan untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala BDD.

Saat ini penderita Body Dysmorphic Disorder (BDD) cukup banyak. Berdasarkan penelitian yang ada disebutkan bahwa hampir sepertiga orang yang melakukan operasi plastik hidung mengalami gejala BDD. 

Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah suatu kondisi psikologis ketika seseorang merasa buruk padahal kenyataannya tidak begitu. 

Misalnya, seseorang yang mempunyai bekas luka bakar kecil di tangannya akan merasa buruk rupa dan ingin melakukan operasi plastik. Bahkan kasus yang paling parah adalah penderita BDD juga memiliki angka percobaan bunuh diri yang cukup tinggi.

Seseorang yang mengalami gejala BDD biasanya tidak pernah merasa puas dengan hasil operasi plastiknya. Bahkan kadang mereka akan menyalahkan dokter yang menanganinya. 

Gejala seseorang yang mengalami Body Dysmorphic Disorder (BDD) yaitu, keinginan penderita yang tidak realistis mengenai operasi plastik. 

Mereka akan menganggap operasi plastik akan membuat mereka mendapatkan gaji yang lebih tinggi dan lainnya. 

Gejala yang lainnya yaitu, penderita BDD akan merasa puas dengan hasil operasi plastik pertama, tapi tiba-tiba mereka menyadari ada yang kurang dan ingin melakukan operasi plastik lanjutan.

Kelainan Body Dysmorphic Disorder (BDD) penting untuk diketahui sejak awal dan sebelum melakukan operasi plastik. Apabila dokter mengetahui gejalanya, mungkin pasien akan dirujuk ke dokter spesialis kejiwaan. 

Hal ini karena penderita BDD akan mengalami gejala lainnya seperti gangguan kecemasan, depresi, penggunaan obat terlarang dan lainnya.

Walaupun kenikmatan yang didapatkan setelah seseorang melakukan operasi plastik berbeda dengan kenikmatan dari zat tertentu (rokok dan lainnya), namun perilaku ini dapat menyebabkan kecanduan. 

Cara terbaik untuk menghindari kecanduan operasi plastik adalah dengan berpikiran positif dan tidak melakukan operasi plastik jika tidak sangat dibutuhkan. 

Operasi plastik yang dilakukan secara terus menerus dapat mengganggu kondisi kesehatan seseorang.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
For people with mental health problems. MentalHealth.gov. https://www.mentalhealth.gov/talk/people-mental-health-problems.
Krebs G, et al. Long-term outcomes of cognitive-behavioral therapy for adolescent body dysmorphic disorder. Behavior Therapy. 2017; doi:10.1016/j.beth.2017.01.001.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app