Arti Warna Dahak Sebagai Pertanda Penyakit Tertentu

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 3 menit
Arti Warna Dahak Sebagai Pertanda Penyakit Tertentu

Dahak merupakan lendir yang seringkali muncul ketika batuk. Tetapi jika diperhatikan warna dahak bisa berbeda-beda dan ternyata warna dahak tersebut memiliki arti tersendiri sebagai pertanda penyakit tertentu.

Warna dahak ada bermacam-macam, ada yang berwarna bening, putih, hijau, kuning, merah, merah muda sampai hitam dan dapat menjadi pertanda adanya suatu masalah pada tubuh. Ketika batuk ada baiknya untuk memperhatikan warna dahak, jika ada keluhan dan perubahan warna bisa jadi ada penyakit pada tubuh sehingga membutuhkan penanganan lanjutan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Metode Alami Mengatasi Batuk Berdahak pada Anak

Arti Warna Dahak Sebagai Pertanda Penyakit Tertentu

Dahak Bening

Dahak bening mengandung protein, air, antibodi, dan garam larut yang diproduksi oleh tubuh. Dahak jenis ini berperan sebagai zat yang dapat melembabkan sistem pernafasan dalam tubuh. Kondisi ini biasanya muncul karena adanya infeksi virus ataupun reaksi alergi pada sistem pernapasan.

Dahak putih

Dahak putih merupakan salah satu indikasi dari beberapa penyakit tertentu, meliputi:

  • Bronkitis yang biasanya muncul karena infeksi virus dan menyebabkan batuk dengan dahak berwarna putih
  • PPOK atau penyakit paru obstruktif kronis yang menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan disertai dahak putih
  • Penyakit asam lambung (GERD) yang disertai rasa nyeri lambung dan ulu hati dan menyebabkan dahak bersifat kental dan berwarna putih
  • Gagal jantung kongestif yang menyebabkan penumpukan cairan terutama di paru-paru dan disertai dengan dahak berwarna putih

Baca juga: Penyebab dan Gejala Gagal Jantung

Dahak hijau atau kuning

Sel darah putih yang berfungsi melawan penyebab infeksi akan menghasilkan dahak berwarna hijau atau kuning. Awalnya dahak akan berwarna kuning lalu berubah menjadi hijau seiring berjalannya waktu. Dahak berwarna hijau atau kuning ini menandakan adanya penyakit infeksi pada bagian tubuh tertentu, seperti:

  • Pneumonia

Peradangan jaringan paru-paru atau pneumonia akan disertai dengan gejala batuk berdahak berwarna hijau atau kuning. Gejala lain yang muncul saat mengalami pneumonia adalah demam, nafas pendek, sesak napas, dan batuk berdarah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Bronkitis

Dahak penderita bronkitis biasanya berkembang dari warna putih menjadi berwarna hijau atau kuning. Hal ini merupakan pertanda bahwa infeksi virus yang terjadi telah diikuti oleh infeksi bakteri.

  • Sinusitis

Selain dahak berwarna hijau atau kuning, gejala sinusitis lainnya dapat berupa tekanan pada rongga sinus yang menyebabkan adanya rasa nyeri dan hidung tersumbat.

  • Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan penyakit paru kronis yang bersifat genetik dan menyebabkan terjadinya penumpukan lendir kental dalam paru-paru. Kondisi ini juga ditandai dengan dahak berwarna kuning, hijau, bahkan sampai kecoklatan yang dapat menganggu sistem pernapasan.

Dahak cokelat

Dahak berwarna cokelat adalah pertanda adanya pendarahan yang sudah terjadi sejak lama pada tubuh. Kondisi awal akan ditandai dengan dahak berwarna merah atau merah muda lalu berubah menjadi warna cokelat. Selain karena cystic fibrosis, pneumonia bakterial, atau bronkitis bakterial, tetapi beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan dahak berwarna kecoklatan:

  • Pneumoconiosis adalah gangguan paru-paru yang sulit disembuhkan dan terjadi akibat polusi industri seperti debu asbes aau debu silika
  • Abses paru merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan paru-paru meradang dan penuh nanah

Baca juga: Dampak Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan

Dahak merah atau merah muda

Warna merah pada dahak muncul dari darah yang bercampur dengan dahak. Dahak ini bisa disebabkan oleh luka atau peradangan pada saluran pernafasan, seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Tuberkulosis

Penyakit tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan karena infeksi bakteri dan ditandai dengan batuk lebih dari dua minggu dengan dahak berwarna kemerahan sehingga sering disebut batuk berdarah. Penderita TBC juga akan mengalami demam dan keluarnya keringat di malam hari

  • Kanker paru-paru

Gejala dari kanker paru-paru adalah batuk yang disertai dengan dahak merah dan menimbulkan gangguan pernafasan serta penurunan berat badan yang drastis. Kondisi ini tentunya mempengaruhi saluran pernapasan.

  • Emboli paru

Penyumbatan darah pada arteri paru-paru yang disebabkan akibat gumpalan darah yang berasal dari bagian tubuh lain. menyebabkan penyakit emboli paru. Kondisi ini juga ditandai dengan dahak berwarna merah serta. Penyumbatan disebabkan oleh gumpalan darah yang mengalir dari bagian tubuh lain.

Dahak Hitam 

Dahak berwarna hitam disebut juga melanoptysis yang biasanya terjadi pada penyakit pneumoconiosis, perokok berat, atau penderita infeksi jamur exophiala dermatitidis, dan cystic fibrosis yang telah berada dalam kategori berat.

Jika muncul dahak berwarna bening, kuning, atau hijau tanpa disertai gejala tertentu, maka Anda dapat mengatasinya dengan cara berkumur menggunakan air garam atau mengonsumsi obat batuk ekspektoran. Namun jika dahak berubah warna menajdi merah dan cokelat atau bahkan hitam, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Cara Cepat Mengeluarkan Dahak Secara Alami

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app