Apakah Saat Depresi Tetap Bisa Kerja Produktif ?

Tidak semua orang yang depresi menarik diri dari lingkungan sosialnya dan menghindari segala bentuk kegiatan sehari-harinya. Hal itu tergantung faktor penyebab depresinya.
Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 11, 2019 Waktu baca: 3 menit

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Sebagian besar orang mengalami kesulitan untuk konsentrasi, berpikir jernih dan merasa mudah lelah ketika depresi. Sehingga, mereka sulit menyelesaikan pekerjaan mereka. Namun, tak jarang juga seseorang yang depresi tetap bisa bekerja seperti biasanya. 

Seolah-olah ia baik-baik saja. Namun, apabila Anda mengabaikan gejala depresi lainnya, misalnya hilang selera makan, murung, menarik diri dari lingkungan sosial dan mudah putus asa sebenarnya tidaklah baik.

Kondisi mood seseorang ditentukan oleh fungsi otak, yaitu hormon dan sistem saraf. Apabila terjadi kerusakan pada kedua hal tersebut, maka akan menimbulkan gangguan mood atau depresi.

Gangguan fungsi dan sistem saraf tiap orang bermacam-macam, kondisi otak tiap orang juga berbeda, begitu pula dengan gejala depresi yang terjadi bisa berbeda-beda. Lalu, bagaimana seseorang yang depresi bisa bekerja seperti biasanya ?

Saat depresi, bisa bekerja seperti biasa namun…

Tidak semua orang yang depresi menarik diri dari lingkungan sosialnya dan menghindari segala bentuk kegiatan sehari-harinya. Hal itu tergantung faktor penyebab depresinya.

Terdapat dua jenis depresi yang sering dijumpai, yaitu depresi mayor atau depresi berat dan depresi kronis. Namun, dalam depresi mayor, walaupun gejala yang muncul sangat parah, depresi hanya terjadi dalam waktu beberapa minggu atau bulan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Berbeda dengan depresi kronis, gejalanya tidak terlalu parah tetapi dapat terjadi dalam waktu yang lama hingga lebih dari dua tahun. Pada kondisi depresi kronis inilah, seseorang dapat tetap bekerja seperti biasanya.

Peneliti mengatakan bahwa, walaupun termasuk dalam depresi kronis, depresi ini disebut depresi high functioning. Dimana depresi jenis ini tidak mempengaruhi atau menyebabkan perubahan pola aktivitas seseorang, tetapi menyebabkan penurunan dorongan untuk menjalani hari-harinya.

Apa itu depresi high functioning ?

Memang, depresi jenis ini tidak menyebabkan perubahan pola aktivitas sehari-hari. Namun, mempengaruhi suasana hati Anda saat menjalani hari-hari. Anda mungkin tetap biasa bangun pagi, bekerja seperti biasanya, namun hati Anda merasa hampa, datar dan tanpa arah tujuan yang jelas.

Depresi high functioning menjadikan Anda tidak menikmati hidup dan hanya menjalaninya saja. Anda tetap beraktivitas seperti biasa, namun akan jadi lebih murung dan pendiam. Bahkan melakukan percakapan dengan teman atau keluarga seperlunya saja. 

Rasa tidak tertarik untuk mengikuti kegiatan lain di luar dan rasa ingin pulang bekerja lebih cepat, mungkin dapat terjadi pada Anda yang mengalami depresi jenis ini.

Namun, jangan menganggap hal ini baik-baik saja. Seseorang dengan depresi kronis inilah yang tampak normal dari luar, tetapi sebenarnya menderita depresi kronis di dalam.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Gejala depresi high functioning

Ketika seseorang mengalami depresi high functioning akan menyebabkan tidak bisa menikmati hidupnya serta selalu merasa ada sesuatu yang salah pada hidup dan dirinya. Apa sajakah gejalanya ? Simak di bawah ini.

Lebih sering murung dan terlihat suram

Seseorang menjadi terlihat tidak begitu mengapresiasi dan tidak merasa bahagia saat hal baik sedang terjadi pada dirinya atau lingkungannya. Misalnya saat naik pangkat, bertemu sahabat, atau keluarga. Ia hanya akan menganggap hal tersebut sebagai tambahan beban dalam hidupnya.

Terlalu bersikap kritis

Sikap kritis memang diperlukan, namun jika berlebihan juga tidak baik. Sikap kritis yang berlebihan ini muncul akibat pikiran yang selalu memandang sisi negatif terus menerus.

Terus menerus merasa ragu

Anda mungkin seseorang yang berprestasi, baik di sekolah atau lingkungan kerja, namun jika selalu merasa ragu terutama dengan kemampuan dan kapabilitas diri Anda, mungkin Anda sedang mengalami depresi high functioning.

Mudah marah dan tersinggung

Depresi membuat suasana hati menjadi tidak baik dan kurang terkendali. Hal-hal sepele atau kesalahan kecil yang dilakukan baik oleh Anda sendiri atau orang lain akan mudah membuat Anda marah dan tersinggung.

Ketergantungan pada pelampiasan emosi

Seseorang yang mengalami depresi, bisa melakukan kegiatan hariannya seperti biasa namun mungkin akan melakukan hal tertentu lainnya dengan berlebihan. Misalnya, main game, merokok, dan makan..

Overthinking terhadap masa lalu dan masa depan

Kekhawatiran berlebih mengenai apa yang akan terjadi ke depannya, mengenai keputusan yang telah Anda buat di masa lalu. Semua itu akan muncul ketika Anda depresi.

Cemas yang berlebihan

Normalnya, cemas akan muncul ketika suasana tertekan atau tak menentu. Namun, seseorang yang depresi akan selalu merasa cemas tanpa penyebab yang jelas dan bahkan pada hal sepele.

Bagaimana mengatasinya ?

Cara mengatasi gejala awal yang muncul adalah Anda konsultasikan dengan dokter, yang mungkin akan menyarankan ke psikolog serta obat tertentu. Anda juga bisa mulai menjaga pola hidup sehat, mulai dari pola makan, tidur, olahraga dan bisa juga meminta agar orang terdekat untuk selalu mendukung Anda.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Depression: What it is, symptoms, causes, treatment, types, and more. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/8933.php)
Depression: Symptoms, Causes, Treatment, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/depression)
Signs of Clinical Depression: Symptoms to Watch For. WebMD. (https://www.webmd.com/depression/guide/detecting-depression)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Kekurangan Sinar Matahari Dapat Akibatkan Depresi
Kekurangan Sinar Matahari Dapat Akibatkan Depresi

Berdasarkan penelitian, mengungkapkan bahwa seseorang dengan asupan vitamin D di bawah 20ng/ml memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi, daripada seseorang yang mendapatkan asupan vitamin D lebih dari 30ng/ml.

Buka di app