Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN

Alopecia Areata - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Aug 14, 2019 Tinjau pada Agu 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.258.967 orang

Rambut anda rontok? Mungkin ini penyebabnya! 

Kerontokan rambut adalah masalah bagi setiap orang. Kerontokan rambut sering terjadi pada laki-laki usia paruh baya, tetapi kerontokan rambut juga bisa terjadi pada wanita.

Walaupun seringkali kerontokan rambut disebabkan oleh faktor usia, tetapi ada kondisi medis yang dikenal dengan Alopecia Areata dimana terjadi kerontokan rambut pada satu area di kepala yang menyebabkan kebotakan pada rambut. Untuk lebih lengkapnya, yuk di simak artikel berikut.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286

Apa itu Alopecia Areata?

Alopecia berarti rambut rontok. Ketika seseorang memiliki kondisi medis yang disebut Alopecia Areata, rambut rontok terjadi pada satu area di kepala sehingga menyebabkan kebotakan sebagian pada kepala.

Rambut yang rontok bisa terjadi di kulit kepala dan tempat lain di tubuh. Alopecia aerata hanya terjadi pada 5% orang di seluruh dunia.

Pada orang yang terkena kondisi Alopecia Areata, rambut sering tumbuh kembali setelah kerontokan terjadi, tetapi kemungkinan besar, rambut mungkin akan mengalami kerontokan lagi. Terkadang kerontokan rambut berlangsung selama bertahun-tahun dan setelahnya kebotakan pada kepala akan terlihat jelas.

Alopecia Areata bukanlah merupakan suatu penyakit menular. Alopecia Areata bukan disebabkan kelainan saraf. Pada kondisi ini, yang terjadi adalah sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut (struktur yang di dalamnyagt;dapat akar rambut), sehingga menyebabkan kerontokan rambut.

Berbeda dengan kerontokan rambut normal yang terjadi pada orang yang sudah memasuki usia tua, penyakit ini paling sering terjadi pada orang yang sehat. 

Siapa saja orang yang berisiko terkena kelainan ini? 

Orang-orang dapat memiliki jenis rambut rontok pada usia berapa pun.Tetapi pada orang yang menderita kelainan Alopecia Areata kerontokan rambut paling sering dimulai pada masa kanak-kanak. 

Iklan dari HonestDocs
Tanya Dokter Online via HonestDocs

Punya pertanyaan seputar gejala, penyakit, dan obat? Klik di sini untuk memulai konsultasi dengan tim medis HonestDocs!

Tanya dokter

Beberapa pasien dengan Alopecia aerata juga memiliki anggota keluarga yang juga mengalami kelainan ini.

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia Areata adalah penyakit autoimun. Autoimun berarti bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh. Ketika Alopecia Areata berkembang, tubuh menyerang folikel rambutnya sendiri.

Walaupun penyebab utamanya masih belum dapat diidentifikasi, tetapi faktor genetik seseorang memiliki peran yang cukup besar karena pada umumnya jika seorang mengalami Alopecia Areata maka anaknya akan cenderung mengalami keluhan yang sama.

Selain faktor genetik, faktor lain juga berperan dalam memicu bentuk kerontokan rambut ini. Orang dengan Alopecia Areata mungkin memiliki risiko lebih tinggi jika memiliki penyakit lain seperti:

  • Penyakit autoimun lain seperti penyakit tiroid atau vitiligo (penyakit kelainan kulit dimana muncul bercak kulit yang lebih terang dari warna kulit asli)
  • Asma dan alergi, terutama dermatitis atopik (lebih umum disebut eksim) dan alergi serbuk bunga (alergi hidung)
  • Memiliki saudara yang menderita asma, alergi, atau penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1 

Bagaimana penanganan yang tepat untuk menangani Alopecia Areata?

Jika Anda membaca bagian ini, kemungkinan besar bahwa Anda sudah mencoba berbagai macam cara dan tidak ada satupun yang berhasil. Sesungguhnya belum ada obat ampuh yang dapat digunakan untuk mengobati Alopecia Areata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286

Pada Alopecia Areata rambut biasanya akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Perawatan dapat membantu rambut tumbuh kembali lebih cepat. Jika Anda tidak mengalami perbaikan setelah mencoba berbagai pengobatan tradisional, disarankan untuk Anda pergi ke dokter. 

Dokter mungkin akan meresepkan obat yang dapat membantu gejala Alopecia Areata Anda.

Kortikosteroid

Obat ini bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk suntikan yang disuntik pada area kulit yang mengalami kebotakan.

Kadang-kadang pasien juga mendapatkan bentuk topikal seperti krim, lotion, atau salep. Pasien mengoleskan obat ke bintik-bintik. Walaupun jarang dilakukan, pengobatan dengan kortikosteroid ora juga mungkin dilakukan. 

Penggunaan kortikosteroid injeksi membutuhkan waktu sekitar 6 minggu. Penggunaan kortikosteroid topikal kurang efektif jika dilakukan pada orang dewasa, tetapi bisa diberikan pada anak-anak. Pil kortikosteroid dapat memiliki efek samping yang serius oleh karena itu penggunaannya harus dengan pengawasan dokter.

Minoxidil

Obat penumbuh kembali rambut, minoxidil 5%, dapat membantu beberapa pasien menumbuhkan kembali rambut mereka. Anak-anak dan orang dewasa dapat menggunakannya. Pasien mengoleskannya dua kali sehari ke kulit kepala, alis, atau jenggot. Rambut baru mungkin akan mulai tumbuh sekitar 3 bulan.

Anthralin

Obat ini mengubah fungsi kekebalan kulit. Pasien mengoleskan suatu zat seperti tar (zat yang ditemukan pada rokok) ke kulit dan membiarkannya selama 20 hingga 60 menit. Setelah 20 hingga 60 menit, anthralin dibersihkan untuk menghindari iritasi kulit.

Diphencyprone (DPCP)

Obat ini dioleskan pada bagian kepala yang mengalami kebotakan rambut. Obat ini menyebabkan reaksi alergi kecil. Ketika reaksi terjadi, seorang pasien mengalami kemerahan, bengkak, dan gatal. Dermatologists percaya bahwa reaksi alergi ini dapat mengelabui sistem kekebalan tubuh, dan mencegah kerontokan rambut. Dengan DPCP, dibutuhkan waktu 3 bulan bagi rambut untuk mulai tumbuh kembali.

Pasien sering mendapat lebih dari 1 perawatan dalam satu waktu. Campuran 2 atau lebih perawatan sering dilakukan untuk meningkatkan tingkat kesuksesan.

Tanyakan kepada dokter kulit Anda mengenai kemungkinan terjadinya efek samping (masalah kesehatan yang dapat diakibatkan oleh obat-obatan). Jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat, segera hubungi dokter kulit Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit