Agoraphobia

Update terakhir: May 7, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 328.941 orang

Agoraphobia merupakan jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang menghindari tempat dan situasi yang mungkin menyebabkan mereka merasa terjebak, tak berdaya, panik, malu dan takut.

Orang dengan agoraphobia sering memiliki gejala serangan panik, seperti detak jantung yang cepat dan mual, ketika mereka menemukan diri mereka dalam situasi tertekan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Orang dengan agoraphobia mungkin juga mengalami gejala-gejala tersebut bahkan sebelum mereka memasuki situasi yang mereka takuti.

Dalam beberapa kasus, kondisinya tersebut bisa sangat parah sehingga orang dengan agoraphobia akan menghindari melakukan aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke bank atau supermarket, dan hanya tinggal di dalam rumah sepanjang hari.

Pada kondisi yang lebih lanjut, agoraphobia bisa sangat melumpuhkan. Orang dengan agorafobia sering menyadari bahwa ketakutan mereka tidak rasional, tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Kondisi ini dapat mengganggu hubungan pribadi dan kinerja mereka di tempat kerja atau sekolah.

Jika Anda curiga menderita agoraphobia, penting untuk menerima pengobatan sesegera mungkin. Pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup Anda. 

Bergantung pada keparahan kondisinya, pengobatan mungkin terdiri dari terapi, obat-obatan, dan perubahan pola gaya hidup.

Penyebab dan faktor resiko Agoraphobia

Penyebab pasti agoraphobia masih tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko mengalami agoraphobia. Faktor tersebut termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01
  • Depresi
  • Memiliki phobia lain, seperti claustrophobia dan fobia sosial
  • Jenis lain dari gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan obsesif kompulsif
  • Riwayat pelecehan fisik atau seksual
  • Masalah penyalahgunaan zat
  • Riwayat keluarga dengan agoraphobia

Agoraphobia juga lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria. Fobia ini biasanya dimulai pada usia dewasa, dengan usia rata-rata 20 tahun. Namun, gejala kondisi tersebut dapat muncul pada usia berapa pun.

Tanda dan gejala Agoraphobia

Orang dengan agoraphobia biasanya mengalami beberapa hal sebagai berikut:

  • Takut meninggalkan rumah untuk waktu yang lama
  • Takut sendirian dalam lingkup sosial atau ditengah banyak orang
  • Takut kehilangan kendali di tempat umum
  • Takut berada di tempat di mana akan sulit untuk melarikan diri, seperti di dalam lift
  • Merasa terasing dari orang lain
  • Merasa cemas atau gelisah

Agoraphobia sering bersamaan dengan serangan panik. Serangan panik merupakan serangkaian gejala yang kadang-kadang terjadi pada orang dengan kecemasan dan gangguan kesehatan mental lainnya

serangan panik dapat mencakup berbagai gejala fisik yang parah, seperti:

  • Nyeri dada
  • Jantung yang berdegup kencang
  • Sesak nafas
  • Pusing
  • Gemetaran
  • Tersedak
  • Berkeringat
  • Hot  flashes
  • Panas dingin
  • Mual
  • Diare
  • Sensasi mati rasa
  • Sensasi kesemutan

Orang dengan agorafobia dapat mengalami serangan panik setiap kali mereka memasuki situasi yang tertekan atau tidak nyaman, yang selanjutnya meningkatkan ketakutan mereka berada dalam situasi yang tidak nyaman.

Cara mencegah terjadinya Agoraphobia

Sampai saat ini masih tidak diketahui cara mencegah terjadinya agoraphobia. Namun, pengobatan dini untuk mengatasi gangguan kecemasan atau gangguan panik dapat membantu.

Pengobatan cenderung lebih mudah dan lebih cepat ketika dimulai lebih awal, jadi jika Anda curiga Anda menderita agoraphobia, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis. Gangguan tersebut bisa sangat mengurangi tenaga karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun dengan melakukan perubahan pola gaya hidup mungkin dapat membantu mengurangi gangguan kecemasan sehari-hari. Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • berolahraga secara teratur
  • makan makanan sehat
  • berlatih meditasi setiap hari atau latihan pernapasan

Cara mengobati Agoraphobia

Diagnosa

Agoraphobia dapat didiagnosis berdasarkan tanda dan gejala. Dokter akan bertanya tentang gejala, termasuk kapan gejala tersebut muncul dan seberapa sering Anda mengalaminya. 

Dokter juga akan mengajukan pertanyaan terkait riwayat medis dan riwayat keluarga Anda. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah untuk membantu menyingkirkan penyebab fisik dari gejala Anda.

Untuk dapat didiagnosis menderita agorafobia, gejala Anda harus memenuhi kriteria tertentu yang tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) dari American Psychiatric Association.

DSM merupakan diagnostik manual yang sering digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis kondisi kesehatan mental.

Anda harus merasakan ketakutan atau kecemasan hebat dalam dua atau lebih dari situasi berikut agar dapat didiagnosis dengan agoraphobia:

  • Takut menggunakan transportasi umum, seperti kereta atau bus
  • Takut berada di ruang terbuka, seperti toko atau tempat parkir
  • Takut berada di ruang tertutup, seperti lift atau mobil
  • Takut berada di tengah orang banyak
  • Takut jauh dari rumah sendirian

Anda tidak akan didiagnosis menderita agorafobia jika gejala Anda disebabkan oleh penyakit lain. Agoraphobia juga tidak dapat disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau gangguan lain.

Pengobatan

Ada sejumlah pengobatan yang berbeda untuk agoraphobia. Anda kemungkinan besar akan membutuhkan kombinasi metode pengobatan, seperti:

  • Psikoterapi
  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
  • Exposure Therapy
  • Obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat membantu meringankan gejala agoraphobia atau serangan panik. Obat-obatan tersebut termasuk:

  • inhibitor reuptake serotonin selektif, seperti paroxetine atau fluoxetine
  • inhibitor reuptake serotonin dan norepinefrin selektif, seperti venlafaxine atau duloxetine
  • antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline atau nortriptyline
  • obat anti-kecemasan, seperti alprazolam atau clonazepam

Referensi

Berger, F. K. Medline Plus (2018). National Institutes of Health, U.S. National Library of Medicine. Agoraphobia.

Bienvenu, et al. (2006). Agoraphobia in Adults: Incidence and Longitudinal Relationship With Panic. The British Journal of Psychiatry, 188(5), pp. 432-438.

Kivi, et al. Healthline (2016). Agoraphobia.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit