8 Kebiasaan Ini Mempengaruhi Bau Badan Anda Lho

Dipublish tanggal: Jun 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
8 Kebiasaan Ini Mempengaruhi Bau Badan Anda Lho

Memiliki bau badan memang sangatlah menyebalkan, bagaimana tidak? Bau badan dapat membuat orang lain yang ada di dekat kita merasa kurang nyaman. Selain itu bau badan juga bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri ketika berhadapan dengan banyak orang. 

Bau badan ternyata tidak hanya bersumber dari keringat yang bercampur dengan bakteri saja. Akan tetapi ada banyak faktor yang membuat keringat bau.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Berikut ini ada 8 penyebab yang menjadikan keringat meninggalkan bau yang tidak sedap, diantaranya yaitu:

Terlalu banyak mengkonsumsi daging merah

Mengkonsumsi daging merah secara berlebihan dapat meninggalkan bau keringat, terlebih lagi jika daging merah tersebut tidak dicerna dengan baik, maka hal ini menimbulkan gas dan racun berbau busuk dilepaskan melalui bau keringat. 

Orang yang mengkonsumsi banyak daging merah cenderung memiliki bau badan yang tidak enak dibandingkan dengan orang yang tidak makan daging merah.

Mengkonsumsi terlalu banyak obat-obatan

Mengkonsumsi obat-obatan tidak memberikan efek samping pada bagian ginjal saja, akan tetapi hal ini pun juga meninggalkan aroma yang tidak sedap pada keringat. 

Jenis obat yang meninggalkan bau badan yaitu obat antidepresan dan obat antibiotik. Jika obat dikonsumsi secara berlebihan, maka hal ini ada berdampak pada bau keringat yang ada di dalam tubuh.

Banyak mengkonsumsi kafein dan alkohol

Penyebab yang ketika ini masih banyak orang yang belum mengetahuinya, padahal terlalu banyak mengkonsumsi kafein dan alkohol dapat menimbulkan bau badan yang tidak sedap. Jika Anda tidak ingin memiliki bau badan yang kurang sedap, sebaiknya Anda menghindari kebiasaan ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Mengkonsumsi makanan rempah-rempah

Apabila Anda menyukai makanan rempah-rempah, seperti bawang putih, bawang mewah, kari, kubis Brussels, kubis, brokoli maupun yang lainnya cenderung berdampak pada aroma tubuh. 

Penyebabnya adalah produksi alisin dalam rempah-rempah. Sayuran yang masuk dalam cruciferous memiliki kandungan sulfida dan sulfur yang bisa menyebabkan bau badan melalui keringat.

Penggunaan detergen yang salah

Penggunaan detergen yang salah saat mencuci baju dapat mengembangkan adanya reaksi yang ada di dalam tubuh. Terutama saat kontak dengan kulit secara langsung. Hal ini dapat menimbulkan pelepasan aroma tubuh yang tidak sedap melalui keringat. 

Anda juga diharapkan untuk membilas pakaian dengan bersih agar molekul sabun tidak menumpuk pada serat kain.

Terlalu sering menahan buang air kecil atau air besar

Kebiasaan menahan buang air besar atau kecil tanda disadari banyak orang ternyata juga menimbulkan bau yang tidak sedap pada tubuh. Sedangkan sisa pembuangan dalam tubuh memiliki kandungan racun yang dapat dilepaskan melalui pori-pori kulit. 

Semakin Anda menahan air, maka akan menimbulkan penumpukan amonia yang berpengaruh terhadap keringat.

Terlalu sering menggunakan bra yang sama

Menggunakan bra yang sama dalam beberapa hari dapat memicu tumbuhnya bakteri dalam tubuh yang menimbulkan aroma yang kurang sedap. Meskipun Anda merasa nyaman dengan satu bra favorit Anda, jangan menggunakan bra yang sama setiap harinya.

Mengkonsumsi banyak lemak

Banyak makan mak seperti gorengan dalam menimbulkan aroma yang tengik, karena kondisi pencernaan yang tidak baik dan hal ini menimbulkan aroma tubuh yang bau juga.

Mengatasi bau badan dapat Anda lakukan dengan mengkonsumsi banyak air putih, sering makan makanan berserat dan buah-buahan. Jika Anda mengkonsumsi pola makanan yang benar, akan terhindar dari yang namanya bau badan.

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Havlicek, Jan & Fialová, Jitka & Roberts, S.. (2017). Individual Variation in Body Odor. 10.1007/978-3-319-26932-0_50. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/314134477_Individual_Variation_in_Body_Odor)
Zuniga A, et al. (2017). Diet quality and the attractiveness of male body odor [Abstract]. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.evolhumbehav.2016.08.002)
Semkova K, et al. (2015). Hyperhidrosis, bromhidrosis, and chromhidrosis: Fold (intertriginous) dermatoses [Abstract]. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.clindermatol.2015.04.013)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app