6 Tips Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
6 Tips Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah

Kuku adalah salah satu bagian tubuh yang penting untuk menunjang penampilan terutama bagi wanita. Ternyata untuk mendapatkan kuku yang sehat dan indah ada perawatannya. 

Kuku rapuh dan mudah patah adalah ciri dari kuku yang tidak sehat. Penyebabnya bisa dari cara merawat kuku yang salah ataupun akibat dari kekurangan asupan nutrisi dalam tubuh. Berikut ini beberapa tips merawat kuku agar tidak mudah patah dan tetap indah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Jangan Memotong Kutikula Kuku

Ahli kulit dari Mount Sinai Medical Center di New York, Dana Stern mengatakan bahwa penyebab kuku rapuh bisa jadi karena kebiasaan memotong kutikula kuku, yang berfungsi untuk menghalangi pertumbuhan jamur dan bakteri.

Menghilangkan kutikula kuku berarti menghilangkan sistem perlindungan alami kuku. Memotong kutikula akan berdampak pada infeksi kuku yang akan menimbulkan ruam merah, bengkak, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kuku Anda.

Hindari Menggunakan Pengeras Kuku Sembarangan

Perlu diketahui bahwa tidak semua perawatan kuku yang ada di pasaran baik pengaruhnya untuk kuku. Sebagai contoh yaitu pengeras kuku. Dr. Stern juga mengingatkan bahwa ada banyak produk perawatan tubuh yang belum teruji secara klinis.

Memperkuat kuku dengan menggunakan pengeras kuku, bisa menyebabkan kuku menjadi rapuh dan berwarna kekuningan. Sementara kuku yang sehat adalah kuku yang fleksibel, mudah digerakkan, dan tidak keras. Untuk mencegah agar kuku tidak rapuh dan pecah. Hindari menggunakan bahan kimia yang kandungan belum jelas.

Pakailah Pelembap Kuku

Memang belum banyak data medis yang membuktikan keampuhan pelembab kuku untuk memperkuat lapisan kuku, akan tetapi nyatanya pelembap kuku dapat memelihara dan melindungi kutikula, yaitu lapisan kulit yang terletak di pangkal tempat tumbuhnya kuku.

Seorang dokter kulit dari Hankensack University Medical Center, Margaret Ravits mengatakan bahwa jika seseorang memiliki kuku yang mudah rapuh, maka disarankan untuk menggunakan pelembap kuku pada permukaan kuku secara rutin. Pelembab kuku akan melembabkan dan mengurangi timbulnya retak dan pecah pada ujung dan permukaan kuku.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Minum Suplemen Biotin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen biotin (turunan vitamin B) dapat meningkatkan ketebalan kuku dan mencegahnya agar tidak mudah retak dan pecah. Selain itu, sebuah studi yang di lakukan di Jerman yang meneliti 45 orang peserta dengan kerusakan kuku yang amat parah. 

Untuk 90% peserta diberi 2,5 miligram biotin tiap hari selama beberapa bulan. Kesimpulan yang didapatkan adalah beberapa dari mereka menunjukkan adanya peningkatan yang baik pada kuku daripada mereka yang tidak diberi asupan biotin.

Hindari Pakai Aseton untuk Kuku

Ahli dermatologi menyetujui penggunaan aseton atau cairan penghapus kutek adalah  wajib dihindari untuk memperkuat kuku, karena asetin dapat menyebabkan kuku menguning dan kusam. Paparan aseton akan menimbulkan efek kesehatan tersendiri bagi tubuh, seperti sakit kepala

Untuk menghilangkan kutek, anda dapat menggunakan cairan alami yang terbuat dari air lemon dan sari cuka apel. Tidak hanya murah dan lebih sehat, air lemon dan sari cuka apel akan membuat kuku Anda lebih kuat dan cerah bersinar.

Oleskan Minyak Zaitun

Bagi Anda yang ingin memanjang kuku, namun terhambat karena kuku yang mudah patah, Anda dapat mencoba untuk menggunakan minyak zaitun. Zat yang ada dalam minyak zaitun mampu memperkuat kuku. 

Cukup dengan mengoleskan minyak zaitun ke seluruh permukaan kuku, lalu tunggu hingga 15 menit sampai minyak tersebut meresap. Untuk hasil maksimal, oleskan minyak zaitun rutin minimal 2 kali sehari.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Scheinfeld N, et al. (2007). Vitamins and minerals: Their role in nail health and disease. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17763607)
Mayo Clinic Staff. (2018). Fingernails: Do’s and don’ts for healthy nails. (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app