4 Kondisi Kesehatan Mental dan Fisik Orang Introvert

Seseorang dengan tipe kepribadian introvert sedang mempunyai masalah, kebanyakan dari mereka akan memendamnya dan mencari solusinya sendiri. Berbeda dengan orang ekstrovert yang akan meminta saran dari teman, pasangan, atau keluarganya untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Lalu apakah ada pengaruh tipe kepribadian orang introvert dengan kondisi kesehatan mental dan fisik? Simak uraian di bawah ini ya.
Dipublish tanggal: Jul 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
4 Kondisi Kesehatan Mental dan Fisik Orang Introvert

Salah satu tipe kepribadian yaitu introvert. Orang yang mempunyai tipe kepribadian introvert cenderung menyukai kesendirian daripada harus berinteraksi dengan lingkungan luar. Ketika bersosialisasi dengan lingkungan, orang introvert justru akan mengeluarkan energi lebih.

Berbeda dengan orang introvert, seseorang yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert justru akan lebih menyukai bersosialisasi dengan kerabatnya. Mereka akan mendapatkan energi dari interaksi sosial yang mereka jalin.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Misalnya, jika seseorang dengan tipe kepribadian introvert sedang mempunyai masalah, kebanyakan dari mereka akan memendamnya dan mencari solusinya sendiri. 

Berbeda dengan orang ekstrovert yang akan meminta saran dari teman, pasangan, atau keluarganya untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Lalu apakah ada pengaruh tipe kepribadian orang introvert dengan kondisi kesehatan mental dan fisik? Simak uraian di bawah ini ya.

Kondisi kesehatan mental dan fisik orang introvert

Berikut ini kondisi kesehatan mental dan fisik yang dapat terjadi pada orang-orang yang mempunyai tipe kepribadian introvert:

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki tipe kepribadian introvert mungkin mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dengan alasan mereka lebih menyukai untuk berdiam diri di rumah. 

Sedangkan orang yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert sepertinya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Pernyataan di atas didukung oleh penelitian tahun 2014 dari University of Nottingham dan University of California, Los Angeles (UCLA) yang menyebutkan bahwa orang ekstrovert memiliki sistem imunitas yang lebih kuat daripada orang introvert. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hal tersebut mungkin dikarenakan orang dengan tipe kepribadian ekstrovert lebih sering berhubungan dengan lingkungan luar sehingga tubuh mereka lebih kebal dari virus atau bakteri.

Ketika mempunyai masalah kesehatan, kebanyakan orang introvert jarang mau periksa ke dokter. Mereka lebih memilih untuk mengobati dengan obat yang dijual di apotik atau menunggu hingga sembuh sendiri.

Tidak nyaman di lingkungan yang ramai

Orang yang mempunyai tipe kepribadian introvert biasanya akan lebih peka atau mempunyai sifat empati lebih tinggi terhadap lingkungannya. 

Menurut Laurie Helgoe, Ph.D., asisten profesor psikologi di Davis & Elkins College dan penulis Introvert Power, hal tersebut dapat membuat seorang introvert mudah mengalami gejala stress.

Misalnya, orang yang berbicara tidak langsung “to the point” akan membuat para introvert menjadi stress. Sedangkan hal tersebut sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Bahkan ketika kita bertemu dengan teman lama di pusat perbelanjaan, tentunya teman lama tersebut akan mengajak ngobrol dan basa-basi terlebih dahulu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Mengalami gejala depresi

Orang introvert biasanya adalah seorang pemikir keras. Kebanyakan dari mereka selalu memikirkan kehidupan atau masalah yang dialami secara mendalam.  

Apabila seorang introvert terlalu memikirkan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, mungkin ia akan putus asa seperti gejala orang depresi.

Helgoe menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara orang yang mempunyai tipe kepribadian introvert dengan gejala depresi. Hubungan tersebut dikaitkan dengan alasan bahwa seorang introvert cenderung mengalami gejala depresi.

Mempunyai waktu yang lebih untuk tidur dan istirahat

Mempunyai waktu yang cukup untuk tidur atau beristirahat dapat memberikan efek yang positif bagi kesehatan Anda. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 dari Walter Reed Army Institute menyebutkan bahwa seorang introvert lebih mudah tidur di malam hari dibandingkan dengan seorang ekstrovert.

 Hal tersebut dikarenakan seorang introvert diduga lebih lelah dan kehabisan tenaga di malam hari, sehingga ia akan lebih mudah tidur.

Namun yang perlu Anda ingat bahwa terlalu banyak tidur atau minim beraktivitas juga akan membawa dampak buruk bagi kondisi kesehatan Anda. Hal tersebut dapat membuat Anda menjadi malas dan akan menimbulkan masalah kesehatan baru, seperti obesitas.

Kesehatan mental dan fisik memang dipengaruhi oleh banyak hal, bukan hanya faktor tipe kepribadian manusia. Namun tidak ada salahnya jika Anda mau mencoba bersosialisasi dengan lingkungan luar dan membuka diri Anda supaya beberapa kondisi kesehatan di atas tidak terjadi pada Anda. 

Bukan berarti tipe kepribadian introvert ini buruk, hanya saja Anda harus bijaksana dalam mengkondisikan diri Anda dan mengambil sisi positifnya.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Lischetzke T, et al. (2008). Why extraverts are happier than introverts: the role of mood regulation. DOI: (https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.2006.00405.x)
Janowsky DS. (2001). Introversion and extroversion: implications for depression and suicidality. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11707157)
Golimbet VE, et al. (2007). Relationship between dopamine system genes and extraversion and novelty seeking. DOI: (https://doi.org/10.1007/s11055-007-0058-8)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Pengaruh Kepribadian Introvert dan Ekstrovet terhadap Kesehatan
Pengaruh Kepribadian Introvert dan Ekstrovet terhadap Kesehatan

Berbicara mengenai kepribadian tentu tidak sebatas apakah Anda termasuk seorang introvert atau ekstrovert. Bahkan setiap orang tidak sepenuhnya termasuk tipe introvert atau ekstrovert, dan juga bisa mereka merupakan kombinasi dari keduanya. Kepribadian lebih rumit dari sekedar itu.Beberapa penelitian menyebutkan hubungan antara tipe kepribadian dengan kesehatan. Berikut ini beberapa contohnya:

Buka di app