3 Cara Meninggikan Badan

Dipublish tanggal: Mar 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
3 Cara Meninggikan Badan

Badan tinggi semampai merupakan dambaan setiap orang baik pria maupun wanita. Pria dengan tubuh tinggi akan terlihat gagah sedangkan wanita bertubuh tinggi menampakkan kesan anggun. 

Tinggi ideal dari seorang pria berkisar 175 cm sementara wanita adalah 165 cm.  Pada beberapa instansi, memiliki badan tinggi adalah salah satu kriteria penting untuk kelulusan. Mungkinkah tubuh pendek dapat bertambah tinggi? Mari kita bahas melalui artikel berikut.

Memiliki badan tinggi merupakan sebuah keberuntungan bagi beberapa orang. Misalnya dengan memiliki badan tinggi maka mudah mendapatkan pekerjaan. 

Memiliki badan tinggi merupakan keturunan dan bersifat genetik. Jadi bila temanmu memiliki badan tinggi, bisa jadi ayah atau ibunya berbadan tinggi. Di zaman sekarang pertambahan tinggi badan bukanlah hal mustahil bagi mereka yang berbadan pendek. 

Pertumbuhan tulang dipengaruhi oleh adanya lempeng epiphyseal pada area tulang panjang seperti pada kaki dan tangan. Lempeng epiphyseal ini berisi banyak sel-sel pembentuk tulang seperti osteoblas dan kondrosit. Lempeng ini akan menutup sempurna pada pada usia 19 tahun.

Dengan nutrisi yang cukup disertai olahraga teratur dapat menjadikan badan yang pendek menjadi lebih tinggi. Simak beberapa cara meninggikan badan berikut ini.

Cara meninggikan badan dengan efektif

1. Memperhatikan nutrisi

Hal pertama yang penting adalah nutrisi. Dengan tercukupinya nutrisi dalam tubuh, tubuh akan bertumbuh dengan baik. Zat-zat penting yang diperlukan agar tubuh dapat tumbuh secara optimal adalah kalsium, protein, zinc, vitamin D dan magnesium. 

Kalsium merupakan mineral komponen tulang yang paling dominan. Kalsium yang dibutuhkan tubuh 1000 mg perhari untuk menjaga kualitas kekuatan tulangKalsium dapat diperoleh dengan mengkonsumsi susu.

Sebaiknya pilihlah susu yang tinggi kalsium dan rendah lemak. Hindari mengkonsumsi olahan susu yang tinggi lemak seperti eskrim karena memiliki kalori yang tinggi karena membuat tubuhmu mudah lelah saat berolahraga. Selain produk susu, beberapa bahan makanan yang mengandung kalsium seperti kacang almond, brokoli, olahan kacang kedelai, salmon dan ikan sardine.

Protein yang cukup akan digunakan untuk proses pertumbuhan sel didalam tubuh yang akan mempercepat pertumbuhan tulang.

Kelebihan lemak dalam tubuh membuat tubuh sukar bergerak saat olahraga. Zinc berfungsi sebagai katalis atau mempercepat kinerja hormon pertumbuhan. 

Magnesium berfungsi memperkuat massa jenis tulang agar tidak keropos. Beberapa bahan makanan yang mengandung magnesium seperti sayuran hijau, kacang almond, kacang merah dan roti gandum.

Sementara vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium pada tulang. Sumber vitamin D dapat ditemukan dari salmon, tuna, kuning telur dan susu terfortifikasi. Selain itu, paparan sinar matahari pagi (antara jam6-8) merupakan sumber vitamin D yang penting.

2. Aktivitas fisik

Olahraga yang teratur dapat meningkatkan kadar massa jenis tulang Anda. Olahraga juga dapat meningkatkan keseimbangan, koordinasi dan kekuatan otot sehingga mencegah Anda dari jatuh dan patah tulang.

3. Hindari merokok dan konsumsi alkohol

Merokok dan alkohol akan meningkatkan jumlah radikal bebas di tulang dan mempercepat proses perusakan tulang secara cepat oleh osteoclast.

4. Istirahat cukup

Pada saat istirahat sebenarnya tubuh juga mengalami pertumbuhan. Beberapa organ masih bekerja untuk menyalurkan zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Tanpa istirahat yang cukup kinerja organ-organ tubuh tidak akan maksimal. Selain itu pada saat tidur tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang berpengaruh pada tinggi badan seseorang. 

Hormon tersebut adalah Growth Hormon (HPH). Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari yang dikontrol oleh hipotalamus yang ada di otak . Tidur dalam waktu cukup membantu tubuh memproduksi hormon ini secara optimal. Untuk 14 tahun ke atas waktu yang dibutuhkan untuk tidur sekitar 8 hingga 10 jam.

5. Olahraga

Hal terakhir dan terpenting adalah berolahraga. Melakukan gerakan-gerakan tertentu membantu otot lebih lentur dan tulang meregang dengan baik. Dengan meregangnya tulang akan mengurangi tekanan antar tulang. 

Hal tersebut otomatis membuat tubuh bertambah panjang. Terdapat tiga gerakan olahraga yang dapat menambah tinggi badan yaitu gerakan menggantung (hanging), berenang di daratan dan mengangkat panggul.

Gerakan menggantung dapat Anda lakukan dengan menggantung kedua tangan pada tiang besi yang kokoh. Anda dapat bergantungan selama 20 detik dan beristirahat dengan berhenti bergantung. 

Ulangi gerakan ini sampai dengan3 kali. Tubuhmu akan meregang karena gaya gravitasi bumi yang menarik ke bawah. Rutin melakukan gerakan ini membuat tulang belakang meregang dan tubuh bertambah tinggi.

Gerakan berenang di daratan dapat Anda lakukan dengan tidur tengkurap, meregangkan kedua tangan dengan telapak menghadap ke bawah, dan mengangkat kaki setinggi mungkin. 

Tujuan gerakan ini adalah agar tulang dapat meregang satu sama lain. Coba lakukan posisi ini dan tahan hingga 15 detik. Apabila memungkinkan ulangi gerakan ini dan tambah durasi waktunya.

Gerakan terakhir adalah gerakan mengangkat panggul. Untuk melakukan gerakan ini, Anda dapat tidur terlentang, kedua kaki ditekuk menghadap atas kemudian angkat panggul setinggi-tingginya. 

Setelah mengangkat panggul selama beberapa detik, Anda dapat menurunkan dan beristirahat sejenak. Gerakan ini sebaiknya diulangi dan tambah durasinya.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Can you increase your height as an adult? (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319504.php)
Is It Possible to Increase Your Height After 18? (https://www.healthline.com/nutrition/increasing-height#section1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app