10 Cara Mengatasi Sakit Gigi Ala Rumahan Ini Dijamin Manjur

Meski tampak sepele, sakit gigi bisa sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Karenanya, jangan biarkan kondisi ini terus berlarut-larut. Anda yang sedang menunggu jadwal periksa gigi mungkin perlu mencoba beberapa cara mengatasi sakit gigi ala rumahan berikut ini:
Dipublish tanggal: Agu 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
10 Cara Mengatasi Sakit Gigi Ala Rumahan Ini Dijamin Manjur

Meski tampak sepele, sakit gigi bisa sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Karenanya, jangan biarkan kondisi ini terus berlarut-larut. Anda yang sedang menunggu jadwal periksa gigi mungkin perlu mencoba beberapa cara mengatasi sakit gigi ala rumahan berikut ini:

1. Kumur air garam

Resep satu ini mungkin sudah diketahui dan dicoba banyak orang. Berkumur menggunakan air garam mampu membasmi kuman dalam mulut sekaligus meredakan peradangan. Cukup campur ½ sdt garam ke dalam segelas air, lalu berkumurlah selama 30 detik sebelum memuntahkannya. 

Iklan dari HonestDocs
Pencabutan Gigi Di Tooth's Kingdom Dental Care

Pencabutan gigi adalah tindakan di mana sebuah gigi atau beberapa gigi diangkat oleh ahli bedah mulut dan wajah-rahang (maksilofasial) menggunakan peralatan kedokteran gigi lengkap. Ini adalah teknik sederhana yang dikenal sebagai bedah mulut, biasanya membutuhkan bius lokal atau umum, dan obat penenang

Istock 181864178 %281%29

2. Pakai minyak cengkeh

Tak sedikit hasil riset yang menyetujui kalau minyak cengkeh efektif juga meredakan sakit gigi. Minyak cengkeh mengandung eugenol, yang tak hanya efektif meredakan nyeri namun juga bersifat antibakteri dan antiradang. 

Cara pakai minyak cengkeh untuk atasi sakit gigi adalah dengan menutulkan bola kapas ke campuran minyak cengkeh (1 tetes saja) dan minyak zaitun (1 sdm). Sesudah itu, gigit bola kapasnya menggunakan gigi yang sakit.

3. Kompres es

Kompres dingin tak hanya ampuh mengurangi bengkak pada gigi/ gusi yang terinfeksi namun juga dapat memberi sensasi kebas/ mati rasa sehingga nyerinya tak terasa. Yang perlu diperhatikan adalah esnya harus dibungkus lebih dulu menggunakan kain atau handuk. 

Tempelkan kompres es di pipi, dekat dengan gigi yang sakit selama 20 menit, dan ulangi beberapa jam sekali jika perlu.

4. Gigit bawang putih

Cara mengatasi sakit gigi berikutnya adalah dengan menggigit ½ siung bawang putih menggunakan gigi yang sakit. Alternatif lain (bila tahan dengan rasanya) adalah dengan mengunyah bawang putih tersebut memakai gigi yang nyeri. 

Selanjutnya, biarkan efek antibakteri dari bawang putih membantu membasmi kuman di gigi sekaligus meredakan peradangan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

5. Teh peppermint

Untuk tips meredakan nyeri gigi dengan teh peppermint ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Anda bisa menggigit kantung teh basah yang baru dicelupkan ke air hangat, atau mendinginkan dulu kantung tehnya dalam freezer. Alternatif lain adalah dengan berkumur memakai air teh hangat tanpa campuran gula. 

6. Berkumur dengan hidrogen peroksida

Selain meredakan radang dan nyeri gigi, hidrogen peroksida juga ampuh membunuh bakteri, mengurangi plak, serta menyembuhkan pendarahan pada gusi. Cara mempraktekkannya adalah campurkan lebih dulu hidrogen peroksida (3%) dengan air, gunakan perbandingan yang sama. 

Pakai sebagai obat kumur, kemudian segera muntahkan sesudah beberapa saat lamanya.

7. Ekstrak vanila

Siapa sangka bahwa dalam ekstrak vanila terkandung alkohol yang dapat membuat nyeri terasa kebas?! Selain itu, ekstrak vanila juga mengandung antioksidan yang bagus untuk menyembuhkan sakit gigi.  

Cara pakainya adalah dengan menutulkan sedikit ekstrak vanila (gunakan ujung jari atau cotton ball) ke gigi yang sakit. Lakukan beberapa kali sehari.

8. Daun jambu biji

Daun biji memiliki sifat antiradang yang dapat membantu menyembuhkan luka. Di samping itu, sifat antimikrobanya juga efektif membantu perawatan gigi. Untuk ini, Anda tinggal kunyah saja beberapa lembar daun jambu biji segar yang sudah dicuci, atau didihkan itu dalam air untuk dipakai sebagai mouthwash.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

9. Thyme

Thyme biasanya dipakai sebagai obat panas dalam. Bahan herbal ini memang mengandung agen antibakteri dan antioksidan sehingga ampuh juga redakan sakit gigi. 

Cara penggunaannya adalah dengan membubuhkan beberapa tetes thyme essential oil ke atas cotton ball basah lalu aplikasikan ke gigi yang sakit. Anda juga boleh meneteskan minyak thyme ke secangkir air kemudian pakai itu sebagai obat kumur. 

10. Wheatgrass

Kandungan klorofil yang tinggi dalam wheatgrass sangat manjur menangkal bakteri. Selain itu, jika dikonsumsi sebagai jus, wheatgrass dapat menyembuhkan infeksi tubuh dari dalam. Nah agar sakit gigi reda, cobalah berkumur dengan jus wheatgrass.

Sebenarnya selain 10 bahan alami di atas, masih ada yang lainnya seperti kayu manis, coconut oil, teh hijau, minyak oregano, kulit mangga, daun ubi jalar, hingga daun bunga matahari. 

Semua ini diklaim efektif juga dalam mengatasi sakit gigi. Hanya saja sayangnya, masih belum ada penelitian ilmiah lebih lanjut terkait deretan bahan tersebut. 

Sebagai pesan terakhir, nanti bila sakit gigi sudah reda, rutinlah membersihkan gigi supaya bakteri tak memperoleh kesempatan untuk menumpuk di gigi. Seringkali membersihkan gigi memakai sikat saja tidak cukup. Anda mungkin harus menambahkan dental floss juga untuk menjangkau sisa makanan di sela gigi.

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vieira, D. R., Amaral, F. M., Maciel, M. C., Nascimento, F. R., Libério, S. A., Rodrigues, V. P. (2014, September 29). Plant species used in dental diseases: ethnopharmacology aspects and antimicrobial activity evaluation [Abstract]. Journal of Ethnopharmacology, 155(3), 1441-1449 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25046828)
Thammana, M., Sreerangam, S., Nambaaru, S. (2016, July-September). A mini review on wheatgrass. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 4(3), 13-19 (https://www.rroij.com/open-access/a-mini-review-on-wheatgrass-.pdf)
Taher, Y. A., Samud, A. M., El-Taher, F. E., ben-Hussin, G., Elmezogi, J. S., Al-Mehdawi, B. F., Salem, H. A. (2015, September 1). Experimental evaluation of anti-inflammatory, antinociceptive and antipyretic activities of clove oil in mice. The Libyan Journal of Medicine, 10 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4558274/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app