Seseorang Diduga Terkena Virus Corona? Ini yang Harus Dilakukan

Dipublish tanggal: Jan 24, 2020 Update terakhir: Agu 5, 2021 Tinjau pada Feb 19, 2020 Waktu baca: 4 menit
Seseorang Diduga Terkena Virus Corona? Ini yang Harus Dilakukan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona di Wuhan, China sempat disebut dengan 2019-nCoV sebelum resmi berganti nama menjadi Covid-19;
  • Covid-19 bisa dialami siapa saja, tapi lebih rentan terjadi pada anak-anak dan lansia;
  • Jika ada orang yang diduga terkena virus corona, lindungi tubuh Anda dengan pakai masker N95;
  • Rajinlah cuci tangan dengan sabun dapat membantu membilas kuman atau bakteri yang menempel di tangan;
  • Kalau tidak ada sabun, gunakan hand-sanitizer mengandung minimal 60% alkohol agar efektif membunuh kuman penyakit;
  • Perhatikan etika batuk dan bersin. Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala penyakit yang tak kunjung sembuh;
  • Klik untuk membeli perlengkapan new normal dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Dapatkan paket tes COVID-19 berupa swab PCRswab antigen, dan rapid test dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall.

Wajar bila masyarakat cepat panik saat mendengar kabar seseorang diduga terjangkit virus corona. Pasalnya, virus misterius yang mulanya ditemukan di Kota Wuhan, China, ini menyebar sangat cepat bahkan sudah mewabah hingga ke beberapa negara di sekitarnya. Para ahli juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan virus yang disebut Covid-19 ini bisa menular antar manusia sehingga harus ekstra waspada. Lantas, apa yang harus dilakukan saat ada seseorang yang suspek alias diduga terinfeksi virus corona?

Siapa yang berisiko terkena virus corona?

Di awal kemunculannya, virus corona di Wuhan disebut dengan Novel Coronavirus (2019-nCoV). Namun, baru-baru ini, WHO resmi mengganti nama virus misterius ini menjadi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019).

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Melansir dari WebMD, hampir semua orang dapat mengalami infeksi virus corona setidaknya sekali seumur hidup, terutama anak-anak. Akan tetapi, ringan atau parahnya gejala tergantung dari jenis virus corona mana yang menginfeksi tubuh.

Virus corona Covid-19 yang muncul di China juga bisa menyerang siapa saja. Para ahli mengungkapkan bahwa virus misterius yang satu ini rentan menyerang orang-orang dengan sistem imun lemah seperti anak-anak, lansia, hingga ibu hamil. 

Baca selengkapnya: Virus Corona Kian Mewabah, Jenis Virus Apakah Ini?

Ada orang yang diduga terkena virus corona, harus bagaimana?

Ada banyak jenis virus corona dan sebagian besarnya menular dengan cara yang sama seperti pilek, yaitu menghirup droplet atau partikel dari air liur yang berisi virus. Berbagai cara penularan virus corona meliputi:

  • Batuk atau bersin tapi tidak menutup mulut
  • Menyentuh atau bersalaman dengan orang yang sedang sakit, apalagi terinfeksi coronavirus
  • Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus, kemudian memegang mata, hidung, atau mulut. Virus yang menempel pada permukaan benda akan berpindah ke kulit dan masuk ke dalam tubuh

Karena diduga kuat bisa menular secara langsung antar manusia, maka Anda perlu waspada jika ada teman atau anggota keluarga yang tiba-tiba mengalami gejala demam atau batuk-batuk dan baru saja tiba dari China. Khawatirnya, orang tersebut mengalami infeksi virus corona penyebab pneumonia Wuhan, meskipun memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikannya.

Jika ada seseorang yang suspek atau diduga terkena infeksi coronavirus, lakukan beberapa hal berikut ini:

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

1. Pakai masker

Memakai masker bisa membantu melindungi diri dari penyebaran virus corona. Hal ini mengingat coronavirus menyebar lewat udara sehingga apabila terhirup akan masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan infeksi.

Gunakan masker N95 yang tingkat proteksinya jauh lebih tinggi daripada masker kain atau masker bedah. Masker N95 dilengkapi dengan lapisan penyaring untuk menghalau partikel berbahaya di udara. Jenis masker ini juga bisa menahan partikel PM2.5 hingga 95%.

2. Bawa orang tersebut ke rumah sakit

Orang yang diduga mengalami gejala virus corona seperti demam, batuk, hingga kesulitan bernapas perlu segera dibawa ke rumah sakit. Ini dilakukan agar pasien bisa segera diperiksa kesehatannya guna memastikan penyebab gejala yang ia rasakan.

Jika pasien dinyatakan hanya mengalami radang tenggorokan akibat bakteri, maka dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dan menyarankan pasien untuk beristirahat. Sedangkan bila terbukti positif virus corona, pasien akan diisolasi dan diberikan perawatan intensif. 

Baca selengkapnya: Geger Virus Corona Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

3. Jaga kebersihan diri 

Kunci paling penting untuk mencegah infeksi adalah menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan dengan baik. Salah satu cara termudahnya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Cuci tangan dengan sabun dapat membantu membilas kuman atau bakteri yang menempel di tangan. Hal ini wajib dilakukan pada beberapa kondisi seperti:

  • Sebelum mengolah makanan
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Setelah dari toilet
  • Setelah menyentuh orang sakit
  • Sebelum masuk ke rumah setelah beraktivitas di luar
  • Setelah memegang sampah atau benda kotor

Bila tidak ada sabun, Anda dapat menggunakan hand-sanitizer. Pilih gel pembersih tangan yang mengandung alkohol minimal 60% supaya lebih efektif membunuh kuman penyakit.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat untuk Cuci Tangan Pakai Hand Sanitizer

Hindari mengucek-ngucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menjadi jalur masuknya bakteri atau virus yang diam-diam menginfeksi tubuh manusia. 

Perhatikan juga etika batuk dan bersin. Selalu gunakan tisu atau saputangan pada saat batuk maupun bersin. Kalau tidak ada, jangan tutupi mulut pakai telapak tangan, tapi arahkan batuk maupun bersin ke lengan bagian dalam. Dengan begitu, bakteri tidak akan berpindah ke tangan dan berisiko ditularkan ke orang lain.

Jika Anda merasa sedang tidak fit, sebaiknya istirahatkan diri di rumah selama beberapa hari. Hindari berinteraksi dengan orang lain agar mereka tidak tertular. Segera periksakan diri ke dokter jika gejala terus berlanjut. 

Baca juga: Berapa Lama Gejala Virus Corona Muncul dari Awal Paparan?

Sekilas tentang virus corona Covid-19

Coronavirus adalah jenis virus yang dikategorikan sebagai zoonosis, yaitu dapat ditularkan melalui hewan ataupun manusia. COVID-19 mirip dengan jenis coronavirus penyebab SARS (SARS-CoV). Waspadai tanda dan gejala virus corona meliputi demam, batuk, hingga kesulitan bernapas.

Untuk mencegah penularan virus corona, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat. Selalu cuci tangan pakai sabun, gunakan masker pelindung, perhatikan etika batuk dan bersin, dan konsumsi makanan bergizi seimbang. 

Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit. Bila Anda mengalami gejala-gejala tadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Medical News Today. What to Know About Coronaviruses. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/256521.php). 31 Januari 2020.
WHO. Novel Coronavirus (2019-nCoV) advice for the public. (https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public).
CDC. 2019 Novel Coronavirus: Strategies for Optimizing Supply of N95 Respirators. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/respirator-supply-strategies.html). 12 Februari 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app