Kondisi Medis di Balik Telinga yang Berdenging

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 2, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kondisi Medis di Balik Telinga yang Berdenging

Tinnitus merupakan kondisi medis di mana terdengar suara-suara abnormal yang berasal dari dalam telinga. Suara tersebut seperti dengungan, siulan atau suara bisingnya mesin. 

Gangguan denging pada telinga dapat hilang dengan sendirinya atau bertahan cukup lama. Penelitian menyebutkan bahwa 1 dari 100 orang yang tengah mengalami tinnitus benar-benar merasa ternganggu dengan adanya bunyi dengungan tersebut, bahkan terkadang bisa menimbulkan masalah tidur hingga depresi.

Gangguan tinnitus akan terasa semakin jelas sewaktu Anda berada di tempat yang cukup hening atau ketika sedang tidur. 

Disamping itu, penderita gangguan tinnitus akan menjadi lebih sensitif terhadap suara yang sebenarnya terdengar normal bagi kebanyakan orang. Kondisi inilah yang disebut dengan hyperacusis. 

Penyebab timbulnya masalah tinnitus bisa dibedakan menjadi dua jenis, ringan dan serius. 

Penyebab munculnya tinnitus ringan di antaranya adalah sebagai berikut:

Mendengar suara yang sangat keras

Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, tinnitus yang diderita bisa menjadi permanen apabila penderita mendengar suara yang keras dalam kurun waktu yang begitu lama.

Efek samping penggunaan obat

Tinnitus juga bisa terjadi karena efek samping penggunaan obat. Itulah alasan seseorang harus berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi memang memberikan dampak buruk bagi tubuh dan kesehatan. Temasuk menjadi penyebab timbulnya tinnitus.

Infeksi telinga

Infeksi telinga yang terkadang disebabkan oleh bakteri bisa menimbulkan tinnitus. Jika infeksi tersebut diobati dengan penanganan yang tepat, gangguan tinnitus juga akan ikut hilang.

Banyak kotoran di telinga

Banyaknya kotoran di telinga akan menimbulkan kehilangan pendengaran atau bahkan terjadi iritasi di gendang telinga.

Cemas atau stres

Cemas dan stres atau keduanya dapat memicu timbulnya tinnitus.

Turunnya daya pendengaran seiring penuaan

Kondisi ini umum terjadi ketika seseorang memasuki usia 60 tahun.

Penyebab serius, atau penyakit serius yang menyebabkan gangguan tinnitus, antara lain:

Adanya tumor di kelapa atau leher

Penyakit ini dapat memicu pembuluh darah di kepala atau leher tertekan.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab serius lain yang menyebabkan tinnitus.

Aterosklerosis

Penyakit ini merupakan kondisi di mana terjadi penyempitan darah telingat akibat adanya penumpukan kolestrol

Pembuluh darah yang berada di dekat telinga bagian tengah dan dalam akan kehilangan elastisitasnya. Hal ini memicu aliran darah yang lebih kuat dan terdengar oleh telinga.

Penyakit meniere

Terjadi karena tekanan pada koklea yakni sebuah struktur yang terletak di telinga bagian dalam. Gangguan ini dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti pusing vertigo hingga tinnitus.

Tumor neuroma akustik

Merupakan tumor jinak yang berjalan dari otak menuju telinga bagian dalam

Tindakan apa yang diperlukan?

Jika gangguan tinnitus sudah dirasa terlalu mengganggu bahkan membawa dampak cukup buruk bagi kehidupan sehari-hari Anda bisa berkonsultasi langsung ke dokter THT. 

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengecek kondisi telinga Anda. Salah satunya dengan menggunakan dengan memakai alat otoskop untuk mengetahui kondisi liang telinga. 

Selain itu, jika memang dibutuhkan, Anda juga akan melakukan tes pendengaran atau audiometri untuk mendeteksi bila ada gangguan pendengaran.

Langkah berikut ini bisa menjadi alternatif untuk mengurangi dan mengatasi denging pda telinga:

Relaksasi

Cemas ataupun stres bisa memperparah gangguan tinnitus. Cobalah berpikir positif dan lakukan olahraga relaksasi seperti yoga dan meditasi untuk mengurasi stres.

Komsumsi obat antidepresan

Jika stres yang diderita tidak kunjung membaik setelah melakukan latihan relaksasi, Anda bisa mengkonsumsi obat antidepresan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Hindari ruang hening

Ruang hening akan membuat Anda makin jelas mendengar dengingan. Sebaliknya dengarkanlah suara-suara tenang dan membuat pikiran relaks. Dengan demikian hal ini akan membantu mengalihkan perhatian Anda. 

Gunakan alat bantu dengar

Apabila diperlukan, dokter yang menangani Anda akan menganjurkan untuk menggunakan alat bantu dengar. Dengan memanfaatkan alat ini, suara normal yang Anda dengar bisa mengalahkan suara dengingan.

Segera periksakan kondisi Anda ke dokter bila gangguan tinnitus yang dirasa sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan demikian gangguan tersebut akan mendapatkan penanganan yang tepat.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Chari DA, et al. Tinnitus. Medical Clinics of North America. 2018;102:1081.
Causes. American Tinnitus Association. https://www.ata.org/understanding-facts/causes.
Tinnitus. American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery. https://www.enthealth.org/conditions/tinnitus/.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app