4 Bahaya Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-Cirinya)

Dipublish tanggal: Mei 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
4 Bahaya Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-Cirinya)

Hampir semua orang memilih ayam sebagai sumber protein favorit di rumah. Pasalnya, hewan yang satu ini cukup mudah diolah ke dalam berbagai masakan. Soal rasa pun tak perlu diragukan lagi, sudah pasti lezat dan menggugah selera.

Namun saat memasak, pastikan daging ayam benar-benar matang sempurna. Sebab jika tidak, daging ayam belum matang bisa mengundang penyakit yang mengancam diri Anda dan keluarga.

Bahaya makan daging ayam belum matang

Semua jenis makanan memang dianjurkan untuk dimasak sampai matang sebelum dimakan. Sebab, makanan yang belum matang lebih rentan mengandung bakteri berbahaya bagi tubuh.

Hal ini bisa terjadi juga pada daging ayam. Bahkan menurut para ahli, daging ayam termasuk salah satu bahan makanan yang paling banyak menyebabkan keracunan.

Daging ayam mentah alias belum matang mengandung lebih banyak bakteri, khususnya bakteri Salmonela dan Campylobacter. Jenis bakteri ini berkembang biak dalam tubuh unggas dan hewan peliharaan lain.

Namun faktanya, Salmonella lebih banyak ditemukan pada daging ayam karena struktur dagingnya lebih empuk. Kandungan lemaknya juga cenderung lebih banyak daripada ototnya. Itulah yang membuat bakteri Salmonella lebih mudah hidup di daging ayam.

Berbagai bahaya makan ayam belum matang adalah:

1. Penurunan sistem kekebalan tubuh

Setelah Anda makan ayam mentah, tubuh akan merespon dengan memproduksi sel darah putih lebih banyak. Sel-sel darah putih ini bertugas untuk melawan bakteri dan mencegah penyebaran racun dalam tubuh.

Semakin sering Anda makan ayam belum matang, maka lama-kelamaan sistem kekebalan tubuh Anda akan terus menurun. Tubuh pun akan lebih rentan terserang penyakit lainnya.

2. Keracunan makanan

Berdasarkan Consumer Reports tahun 2009, sekitar 66 persen ayam yang terkontaminasi bakteri Salmonella dan Campylobacter dapat menyebabkan keracunan makanan. Bahkan, hal ini dapat mengancam jiwa bila dibiarkan terus-menerus.

Gejala keracunan makanan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun secara umum, tanda dan gejala keracunan makanan meliputi:

Gejala keracunan makanan biasanya mulai muncul dalam waktu 2-10 hari setelah Anda makan daging ayam belum matang. Diare, misalnya, bisa berlangsung sekitar 4 hari akibat infeksi Salmonella. 

Baca Selengkapnya: 10 Gejala dan Ciri-Ciri Keracunan Makanan

3. Tipes

Salmonella typhi merupakan jenis bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan demam tifoid alias tipes. Ayam memang tidak membawa jenis Salmonella ini, namun orang yang terkena tipes bisa memindahkan bakteri tersebut ke daging ayam mentah. Bila ayam tidak dimasak hingga matang, maka bakteri Salmonella typi dapat menyebar dalam daging dan menyebabkan infeksi.

Tanda dan gejala tipes yang perlu diwaspadai adalah:

Segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami gejala tipes di atas.

Baca Juga: Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Tipes yang Mudah Dikenali

4. Bakteremia

Bakteremia terjadi ketika bakteri memasuki aliran darah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh. Penyakit ini ternyata bisa disebabkan oleh bakteri Salmonella yang berasal dari daging ayam belum matang.

Infeksi Salmonella dapat memicu penyakit lain dalam tubuh, di antaranya:

Bakteremia paling sering terjadi pada orang dengan sistem imun rendah, seperti orang yang minum obat imunosupresan, orang yang rutin kemoterapi, orang yang organ limpanya rusak, dan orang yang minum obat pereda asam lambung.

Ciri-ciri daging ayam belum matang sempurna

Anda mungkin bingung membedakan mana daging ayam yang masih mentah dan mana yang sudah matang. Sebab terkadang, tidak sedikit orang menganggapnya sepele sehingga risiko keracunan makanan jadi lebih besar.

Ciri-ciri daging ayam belum matang di antaranya:

  • Warna daging ayam agak merah atau pink
  • Tekstur daging terasa alot, kenyal, dan susah dikunyah

Dilihat dari warnanya, bagian dalam daging ayam yang sudah matang biasanya berubah warna menjadi putih. Teksturnya pun lebih lunak, lembut, dan mudah dikunyah. Jadi, jangan sampai salah masak daging ayam, ya!

Begini cara memasak ayam yang benar

Walaupun daging ayam mengandung banyak Salmonella, bukan berarti Anda harus setop makan ayam dari sekarang. Daging ayam akan tetap aman dimakan, asalkan dimasak sampai matang supaya bakteri di dalamnya mati.

Proses pengolahan yang tepat bisa membunuh kuman dan bakteri di dalam daging ayam. Supaya tidak salah langkah, berikut cara memasak ayam yang benar:

  • Selalu cuci tangan sebelum mengolah ayam.
  • Pisahkan pisau dan talenan untuk memotong ayam dan bahan makanan lain, misalnya sayur dan buah. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang antara ayam dengan bahan makanan lain.
  • Masak ayam sampai suhu daging ayam sekitar 74 derajat Celcius. Anda bisa mengeceknya dengan menggunakan termometer khusus masak.
  • Cek tingkat kematangan daging dari warna dan teksturnya. Pastikan warna daging ayam berubah semua dan tidak ada yang masih berwarna merah muda. Setelah itu, tusuk daging ayam dengan pisau atau garpu. Daging ayam matang biasanya akan lebih mudah ditusuk dan terasa empuk.
  • Kalau Anda memanggang daging ayam, pastikan suhu panggangan mencapai 177 derajat Celcius dan panggang selama kurang lebih 25-30 menit. Pastikan seluruh bagian ayam matang sempurna.
  • Kalau Anda merebus ayam, lakukan paling lama 50 menit atau sampai matang.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bahaya makan daging ayam belum matang alias mentah. Jadi, jangan sekali-kali mencobanya, ya! Ingat, pastikan masak daging ayam hingga benar-benar matang supaya tubuh tetap sehat.

Baca Juga: Inilah Manfaat dan Bahaya Telur Setengah Matang


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Inilah 7 Bahan Penting dalam Krim Anti-Aging
Inilah 7 Bahan Penting dalam Krim Anti-Aging

Proses penuaan pada wajah manusia dapat diperlambat bahkan disamarkan. Tetapi tidak semua produk yang banyak dijual di pasaran memiliki kandungan bahan anti-aging terbaik. Apa saja bahan yang perlu ada di krim anti-aging? Simak penjelasan selanjutnya ya.

Buka di app