GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Tips Merawat Payudara dan Ciri Payudara Sehat

Bagaimanakah cara untuk merawat payudara agar tetap sehat? Berikut ini adalah tips untuk merawat payudara agar tetap sehat dan juga ciri-ciri payudara sehat.
Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2020 Waktu baca: 4 menit
Tips Merawat Payudara dan Ciri Payudara Sehat

Payudara merupakan organ yang sangat penting bagi seorang wanita terutama jika memiliki payudara yang sehat dan kencang. Namun seiring bertambah usia dan tanpa disadari, elastisitas payudara akan mengalami penurunan sehingga membuat payudara lebih kendur. Oleh sebab itu, kita wajib untuk terus memelihara payudara agar tetap sehat.

Payudara kendur atau breast ptosis merupakan perubahan pada payudara yang sering dialami wanita seiring bertambahnya usia. Beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab payudara mengendur antara lain kurangnya hormon estrogen dan kolagen, ukuran payudara yang terlalu besar, hingga kebiasaan merokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Baca juga: Tips Mengencangkan Payudara

Lantas, bagaimanakah cara untuk merawat payudara agar tetap sehat? Berikut ini adalah tips merawat payudara agar tetap sehat dan juga ciri-ciri payudara yang sehat.

Tips menjaga payudara agar tetap sehat

1. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah

Untuk mencegah risiko penyakit yang menyerang payudara seperti kanker payudara dan tumor, salah satu cara untuk menjaga agar payudara tetap sehat adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah juga dapat membantu menjaga kesehatan payudara karena mengandung antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan sendiri sangat bermanfaat untuk melawan radikal bebas yang dapat memicu kanker pada tubuh.

2. Rajin berolahraga

Berolahraga rutin merupakan salah satu faktor kunci untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk memelihara kesehatan payudara. Pemicu kanker payudara juga bisa disebabkan oleh obesitas atau kelebihan berat badan. Oleh karena itu, berolahraga rutin minimal 30 menit sehari dapat membantu menurunkan risiko obesitas sehingga secara tidak langsung juga menurunkan risiko kanker payudara. Ada beragam jenis olahraga yang bisa dilakukan, mulai olahraga kardio ataupun yoga.

3. Beristirahat yang cukup

Mendapatkan tidur yang berkualitas sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Hal ini disebabkan karena ketika tidur tubuh akan memproses pengeluaran racun-racun di dalam tubuh. Otak pun akan membuang seluruh zat beracun yang menumpuk sehingga dapat membuat tubuh lebih sehat. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, Anda bisa mendapatkan payudara yang sehat dan juga kencang. Tetapi sebaiknya menghindari posisi tidur terlungkup atau miring ke samping karena dapat mempengaruhi bentuk dan mengurangi elastisitas payudara.

4. Jauhi minuman beralkohol dan merokok

Menghindari pola hidup yang tidak sehat dan mengubahnya menjadi pola hidup yang sehat tentu akan berdampak pada kesehatan payudara. Salah satu gaya hidup tidak sehat yang bisa memicu timbulnya gangguan pada payudara adalah kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Selain itu, cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan minum air putih yang banyak untuk menjaga kekecangan kulit dan membuat kulit tetap terhidrasi dengan baik.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Perawatan Payudara via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket payudara hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia b11 perawatan payudara

Sebuah penelitian menunjukkan wanita yang mengonsumsi alkohol hingga dua gelas per hari memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker payudara ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Rokok juga merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit kanker termasuk kanker payudara. Hal ini disebabkan karena kandungan pada rokok dapat mempercepat proses penuaan dan mempengaruhi kekencangan serta elastisitas kulit sekitar payudara.

5. Menyusui setelah melahirkan

Risiko kanker payudara juga dapat meningkat akibat kelahiran anak pertama yang terjadi di usia setelah 30 tahun. Oleh sebab itu, setiap wanita disarankan untuk setidaknya memiliki anak pertama sebelum berusia 30 tahun. Selain mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, menyusui anak setelah dilahirkan juga sangat penting karena dapat menurunkan risiko penyakit kanker payudara. Selain itu, ASI juga dapat menjaga berat badan ibu tetap stabil dan tentunya menjadi nutrisi penting bagi perkembangan buah hati.

6. Melakukan pemeriksaan payudara

Untuk mencegah kanker payudara, setiap wanita perlu memahami cara melakukan pemeriksaan payudara sebagai pencegahan dini kanker payudara dengan metode SADARI. Metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dapat dilakukan setelah mentruasi selesai dengan cara:

  • Memperhatikan kedua payudara jika ukurannya berbeda antara sisi kanan dan kiri itu masih dalam kategori yang wajar terjadi
  • Berdiri dengan lengan tegap di samping tubuh dan perhatikan bentuk, ukuran, warna kulit sekitar payudara, dan bentuk puting dari sisi samping
  • Letakkan tangan pada pinggang dan tekan untuk mengencangkan otot dada lalu perhatikan payudara dengan mengambil sudut samping
  • Membungkuk di depan cermin agar payudara menghadap ke bawah kemudian raba area payudara
  • Kedua tangan ditarik ke belakang kepala lalu tekan ke dalam dan perhatikan payudara
  • Periksa kedua puting payudara dengan menempatkan jempol dan telunjuk di sekitar puting payudara lalu tekan perlahan untuk mengetahui apakah ada cairan yang keluar dari puting atau tidak

Baca juga: Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Penting Dilakukan

Kenali ciri-ciri payudara sehat

1. Tidak ada benjolan pada payudara

Pastikan tidak ada benjolan pada payudara. Apabila Anda menemukan adanya benjolan yang tidak hilang sampai 6 minggu di dekat ketiak, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter karena benjolan ini bisa menjadi tanda kanker maupun kista jinak.

2. Bentuk dan ukuran normal payudara

Ukuran antara payudara kanan dan kiri bisa jadi berbeda dan ini hal yang normal. Namun jika Anda menemukan bahwa tiba-tiba ukuran payudara Anda berubah mendadak seperti membengkak, Anda wajib segera memeriksakan diri ke dokter.

3. Payudara tidak mengeluarkan cairan 

Wanita bisa mengeluarkan cairan pada payudaranya hingga dua tahun setelah menyusui hal ini berupa ASI. Tetapi cairan seperti ASI juga bisa keluar sebelum menopause dan ini juga normal terjadi. Tetapi jika terjadi pengecualian di luar keadaan tersebut maka perlu diwaspadai, di mana payudara berdarah atau muncul cairan tidak biasa pada salah satu payudara bisa jadi hal tersebut merupakan gejala adanya gangguan tertentu.

Baca juga: Mammografi untuk Mengetahui Kondisi Payudara

31 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Breast Cancer: Symptoms, Stages, Types and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/breast-cancer)
Breast Health: All Guides. Center for Young Women's Health. (https://youngwomenshealth.org/breast-health-all-guides/)
How should I check my breasts?. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-should-i-check-my-breasts/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app