Mammografi untuk Mengetahui Kondisi Payudara

Dipublish tanggal: Agu 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mammografi untuk Mengetahui Kondisi Payudara

Untuk mendeteksi adanya kelainan atau penyakit pada payudara akan digunakan metode pemindaian gambar jaringan payudara dengan teknologi foto rontgen yang disebut dengan mammografi atau mammogram. 

Kondisi kelainan payudara, tumor, maupun kanker payudara sangat beresiko pada wanita berusia 40 tahun ke atas atau yang memiliki garis keturunan (genetik) terhadap kondisi tersebut, maka dari itu diperlukan untuk melakukan mammografi secara berkala. Walaupun 10-15% kasus kanker payudara tidak terdeteksi pada pemindaian pertama, mammografi merupakan pemeriksaan yang paling efektif untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Jenis metode mammografi

Berdasarkan tujuannya, jenis mamografi dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Mammografi skrining (screening mammography). Tes pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada payudara yang tidak terlihat secara kasat mata
  2. Mammografi diagnostik (diagnostic mammography). Tes pemeriksaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan pada payudara yang terlihat secara kasat mata, seperti adanya rasa nyeri, munculnya benjolan, perubahan warna kulit sekitar payudara, puting menebal, maupun keluar cairan dari puting

Bagi wanita usia 40 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan mammografi minimal setahun sekali, khususnya bagi yang memiliki resiko kanker payudara. Namun untuk wanita yang beresiko tinggi diwajibkan melakukan mammografi skrining sebelum berusia 40 tahun untuk mencegah dan meminimalisir risiko kanker pada payudara.

Selain mendeteksi kanker payudara, mammografi juga dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada payudara, misalnya:

  1. Benjolan pada payudara
  2. Nyeri pada payudara
  3. Penebalan puting
  4. Keluar cairan dari puting
  5. Perubahan warna kulit di sekitar payudara

Baca juga: Waspadai Ciri-Ciri Kanker Payudara Sejak Dini

Apa yang perlu diketahui seputar mammografi?

Kontraindikasi terhadap pemeriksaan mammografi

Berikut ini beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk menjalani mammografi:

  1. Ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya tidak menjalani mammografi. Meski radiasi yang digunakan dalam mammografi tergolong rendah, tetapi jika sedang hamil atau menyusui sebaiknya menghindari terlebih dahulu karena pancaran radiasi akan mengganggu pertumbuhan janin
  2. Seseorang yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik sehingga diharuskan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Anda harus mengatakannya pada dokter sebelum menjalani pemeriksaan mammografi
  3. Wanita berusia kurang dari 40 tahun tidak diwajibkan untuk menjalani mammografi karena ketepatan hasil mammografi akan menjadi kurang efektif bagi wanita berusia 40 tahun ke bawah. Hal ini disebabkan karena kelenjar payudara dan jaringannya masih tebal dan membuat payudara tidak terlihat jelas
  4. Menstruasi. Metode mammografi tidak boleh dilakukaan saat menstruasi hingga seminggu pasca menstruasi karena payudara akan terasa lebih kencang
  5. Implan payudara. Pada pasien dengan implan payudara tidak dibolehkan menjalani mammografi karena implan payudara bisa pecah dan harus dilakukan operasi lanjutan untuk implan

Hal yang perlu dihindari sebelum menjalani mammografi

Pasien tidak perlu berpuasa sebelum melakukan mammografi, namun harus menghindari hal-hal berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  1. Hindari kopi, minuman soda, dan cokelat selama 2 minggu sebelum pemindaian karena dapat menimbulkan rasa nyeri saat pemeriksaan
  2. Hindari kosmetik, deodoran, krim, bedak, parfum di area payudara dan ketiak karena bisa mengganggu pemeriksaan
  3. Lepas perhiasan dan bahan logam yang dikenakan pada bagian pinggang ke atas karena pasien akan diberikan pakaian khusus saat pemeriksaan
  4. Bawa hasil mammografi sebelumnya jika sudah pernah melakukan mammografi sebagai perbandingan kondisi

Prosedur pemeriksaan mammografi

Prosedur mammografi skrining dan diagnostik memiliki cara yang sama, yaitu: 

  1. Duduk atau berdiri. Mammografi bisa dilakukan dalam kondisi berdiri atau duduk di mana payudara pasien akan ditempatkan ke dalam alat rontgen dengan kompresor yang menekan payudara untuk mendatarkan jaringan payudara
  2. Tahan nafas. Pasien akan diminta untuk menahan nafas saat payudara ditekan demi mendapatkan hasil gambar yang jelas dan mengurangi paparan radiasi. Selain itu, pasien mungkin akan merasa nyeri atau tidak nyaman, tetapi hanya bersifat sementara
  3. Kelainan pada hasil pemindaian. Jika ada kelainan pada hasil pemindaian, dokter akan meminta pemeriksaan ulang, bisa secara langsung atau menunggu hasil rontgen keluar
  4. Durasi pemeriksaan mammografi biasanya memakan waktu sekitar 30 menit tanpa ada prosedur tambahan lainnya

Hal yang perlu diketahui pasca menjalani mammografi

Setelah menjalankan metode mamografi, pasien diperbolehkan pulang dan beraktivitas kembali, namun untuk pasien yang diberi obat penenang, tidak diperbolehkan untuk mengendari kendaraan ataupun alat berat dan tidak boleh mengonsumsi alkohol selama beberapa 24 jam ke depan.

Hasil mammografi akan selesai dalam hitungan hari dan dapat membantu menunjukkan kondisi pada payudara jika misalkan ada kelainan seperti tumor atau kanker dalam bentuk foto rontgen. 

Biasanya jika ditemukan kelainan, maka hasil mammografi dapat diberikan pada dokter yang merujuk agar bisa mengambil sampel jaringan payudara dan kemudian dilakukan tindakan operasi atau kemoterapi untuk mengobati kondisi pada payudara.

Baca juga: Mengenal Cara Kerja Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

28 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Using Mammograms to Detect Breast Cancer. WebMD. (https://www.webmd.com/breast-cancer/mammograms#1)
Mammography. National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering. (https://www.nibib.nih.gov/science-education/science-topics/mammography)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app