Tips Memilih dan Menggunakan Pelumas untuk Berhubungan Intim

Dipublish tanggal: Jul 11, 2019 Update terakhir: Des 21, 2021 Waktu baca: 3 menit
Tips Memilih dan Menggunakan Pelumas untuk Berhubungan Intim

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Pelumas berbahan dasar air tanpa gliserin cocok digunakan bagi orang yang memiliki riwayat infeksi jamur pada alat kelamin ataupun infeksi saluran kencing;
  • Pelumas berbahan dasar air dengan gliserin cenderung cepat kering sehingga ketika vagina mulai terasa kering, segera oleskan air;
  • Pelumas berbahan minyak tidak cocok jika dipadukan dengan kondom berbahan lateks karena dapat menyebabkan kondom mudah robek;
  • Pelumas berbahan silikon dapat menghindari risiko alergi pada kulit dan mampu mengurangi rasa nyeri saat penetrasi, cocok untuk wanita yang memiliki vagina kering;
  • Cara memakai pelumas adalah ambil pelumas secukupnya (1-2 tetes) dan oleskan pada area yang diinginkan, baik itu di sekitar vagina, penis, kondom, atau mainan seks;
  • Klik untuk mendapatkan pelumas kondom atau alat kontrasepsi dan obat hormon ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Setiap orang pasti berharap proses berhubungan intim dapat berjalan dengan lancar. Tetapi terkadang pada kenyataannya proses berhubungan seksual belum tentu berjalan sesuai harapan sehingga diperlukan alat atau benda untuk membantu proses ketika melakukan hubungan seksual. Tak hanya kondom, tetapi terkadang juga dibutuhkan pelumas tambahan untuk meningkatkan gairah bercinta.

Misalnya pada saat penetrasi, wanita terkadang merasa sakit dan nyeri. Rasa sakit dan nyeri pada vagina ini biasanya disebabkan karena wanita tidak merasakan rangsangan secara penuh sehingga tidak dapat memproduksi pelumas yang cukup untuk membasahi vagina. 

Selain itu, kondisi vagina yang kering sebenarnya dapat diatasi secara alami karena vagina sendiri memproduksi pelumas yang dapat membasahi vagina. Namun, kondisi tertentu seperti stres yang berlebihan, kebiasaan merokok, dan sejumlah gangguan penyakit dapat menyebabkan vagina mengering.

Baca juga: Beberapa Penyebab Vagina Kering

Oleh sebab itu, dibutuhkan pelumas tambahan atau cairan lubricants pada vagina supaya proses penetrasi berjalan lancar.  Namun, bagaimana tips memilih pelumas yang aman untuk digunakan dan bagaimana cara menggunakannya saat berhubungan seksual?

Tips memilih dan menggunakan pelumas untuk berhubungan intim

1. Memilih pelumas yang tepat

Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat memilih pelumas vagina, yaitu kenyamanan dan keamanan saat berhubungan intim. Anda dapat menggunakan pelumas untuk meningkatkan gairah seksual dan membuat Anda merasa nyaman.

Sementara itu dari sisi keamanan, Anda harus mempertimbangkan jenis pelumas yang digunakan. Jika Anda menggunakan pelumas yang memiliki kandungan minyak, maka pasangan Anda tidak boleh menggunakan kondom dengan bahan lateks. Hal ini perlu dihindari karena kondom berbahan lateks dapat mengalami penurunan fungsi ketika bertemu dengan minyak. 

Pelumas vagina sendiri dibedakan menjadi:

  • Pelumas berbahan dasar air tanpa gliserin
  • Pelumas berbahan dasar air dengan gliserin
  • Pelumas berbahan dasar minyak
  • Pelumas berbahan silikon

Pelumas berbahan dasar air tanpa gliserin cocok digunakan bagi orang yang memiliki riwayat infeksi jamur pada alat kelamin ataupun infeksi saluran kencing. Tetapi pelumas ini juga mengandung paraben dan glikol propelin yang dapat menyebabkan iritasi pada beberapa orang. Pelumas ini juga cukup sulit ditemukan di pasaran.

Sementara itu, pelumas berbahan dasar air dengan gliserin memiliki rasa manis karena terdapat kandungan gliserin. Di sisi lain, karena mengandung gliserin, pelumas ini menjadi cepat kering dan mudah lengket sehingga dapat mengakibatkan infeksi jamur. 

Untuk mengatasi jika vagina mulai terasa kering sebaiknya oleskan air, bukan malah menambahkan pelumas. Pelumas jenis ini mudah ditemukan di toko dengan harga yang murah.

Pelumas berbahan minyak mudah ditemukan karena kandungan bahan di dalamnya mudah ditemukan, seperti minyak sayur, mentega, atau bahkan baby oil. Tetapi pelumas jenis ini memang tidak cocok jika dipadukan dengan kondom berbahan lateks karena dapat menyebabkan kondom mudah robek. Akan lebih baik jika dipadukan dengan kondom berbahan nitril, polisoprena, dan polyuretan.

Jenis pelumas lainnya adalah pelumas berbahan silikon di mana pelumas ini cukup sulit didapatkan dan memiliki harga yang lebih mahal dibanding pelumas vagina lainnya. Tetapi kualitas pelumas ini cukup baik karena tidak mampu menembus pori-pori kulit sehingga dapat menghindari risiko alergi pada kulit. Pelumas ini cocok bagi wanita yang memiliki vagina kering dan mampu mengurangi rasa nyeri saat penetrasi.

Baca juga: 4 Jenis Pelumas Vagina untuk Menambah Gairah Bercinta

2. Cara menggunakan pelumas

Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai cara penggunaan pelumas vagina. Pelumas sendiri dapat digunakan sesuai kreativitas dan kebutuhan setiap pasangan. 

Setelah memilih jenis pelumas yang cocok dan saat ingin melakukan hubungan seksual, Anda dapat mengambil pelumas secukupnya (1-2 tetes) dan oleskan pada area yang diinginkan antara di sekitar vagina atau pada penis. Bisa juga dioleskan pada kondom yang sudah terpasang pada penis atau mainan seks (sex toys) yang digunakan.

Tujuan dioleskannya pelumas ini adalah supaya wanita tidak mengalami rasa sakit saat penetrasi dan supaya penis juga terlindung dari gesekan yang kuat. Meskipun begitu, jangan terlalu banyak memberikan pelumas karena dapat menyebabkan penis mudah tergelincir dan mengakibatkan cedera. Jika dirasa berlebih, Anda dapat mengelapnya dengan tisu atau kain bersih.


23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app