4 Hal Ini Bikin Anda Tidak Cocok Pakai Softlens

Dipublish tanggal: Jun 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 1, 2019 Waktu baca: 2 menit
4 Hal Ini Bikin Anda Tidak Cocok Pakai Softlens

Kalau harus memilih, banyak orang yang lebih suka memakai softlens alias lensa kontak daripada kacamata. Selain membantu memperbaiki penglihatan, softlens warna-warni juga membuat banyak orang tampak lebih modis dan fashionable. 

Semua orang boleh saja pakai lensa kontak. Namun, ternyata tidak semua orang cocok pakai lensa kontak, lho! Apakah Anda salah satunya?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Tanda Anda tidak cocok pakai lensa kontak

Jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut, sebaiknya segera hentikan penggunaan softlens karena bisa jadi Anda tidak cocok pakai lensa kontak.

1. Merasa tidak nyaman

Wajar saja kalau Anda merasa tidak nyaman saat memakai softlens pertama kali. Ini karena mata Anda sedang beradaptasi dengan benda asing yang menempel di permukaannya.

Namun, kalau mata terasa semakin tidak nyaman dari hari ke hari dan disertai rasa gatal, bisa jadi Anda tidak cocok pakai lensa kontak.

2. Mata terasa panas

Mata sering terasa panas ketika memakai softlens? Ini bisa jadi salah satu tanda mata Anda sudah terlalu kering akibat penggunaan softlens.

Mata kering terjadi ketika mata tidak cukup memproduksi cairan untuk melembapkan seluruh bagian mata. Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab mata kering, tapi salah satunya yang paling sering adalah lensa kontak. 

Bagi Anda yang memiliki kondisi ini, sebaiknya hindari memakai lensa kontak karena bisa memperparah mata kering.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

3. Iritasi mata

Cara termudah untuk mengetahui apakah Anda cocok pakai lensa kontak atau tidak adalah dengan melihat kondisi mata Anda sendiri. Coba ambil kaca dan perhatikan benar-benar, apakah mata Anda sering terasa sakit, gatal, atau kemerahan?

Jika iya, segeralah berhenti memakai softlens dan beralihlah ke kacamata. Mata Anda semestinya terlihat jernih dan putih bersih. Namun kalau Anda justru mengalami mata merah disertai gatal, hal tersebut merupakan gejala iritasi mata yang disebabkan oleh lensa kontak.

Anda mungkin bisa menggantinya dengan softlens yang baru, sebab iritasi mata juga bisa disebabkan oleh softlens yang kotor atau sudah tidak layak pakai alias kedaluwarsa. Tapi kalau mata terus-terusan mengalami iritasi, maka kemungkinan Anda tidak cocok pakai lensa kontak.

4. Pandangan buram

Semestinya, lensa kontak membuat penglihatan Anda jadi lebih jernih. Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, pandangan jadi lebih buram dan tidak jelas, bisa jadi ada yang salah dengan softlens Anda.

Kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang yang asal membeli softlens tanpa konsultasi ke dokter mata. Tak jarang, softlens yang digunakan tidak sesuai dengan ukuran lensa sehingga menyebabkan pandangan jadi buram.

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan konsultasi ke dokter mata. Dokter akan membantu menentukan jenis dan ukuran softlens yang tepat bagi Anda. Namun jika lensa kontak tak mampu memperbaiki penglihatan Anda, tidak ada salahnya untuk beralih ke kacamata.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
8 Dos and Don’ts for Contact Lens Wearers. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/news/dos-donts-contact-lens-wearers/)
When should someone stop wearing contact lenses?. WebMD. (https://www.webmd.com/eye-health/qa/when-should-someone-stop-wearing-contact-lenses)
When Should I Stop Wearing Contact Lenses Before LASIK?. All About Vision. (https://www.allaboutvision.com/visionsurgery/faq-stop-cls.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app