Skiatika : Penyebab,Gejala,dan pengobatannya

Dipublish tanggal: Feb 18, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Mei 28, 2019 Waktu baca: 3 menit

Skiatika merupakan salah satu gangguan medis berupa rasa nyeri yang dimulai dari punggung bawah dan dapat menjalar ke kaki. Rasa nyeri ini diakibatkan adanya penekanan pada saraf skiatika di panggul hingga dapat terasa hingga ke daerah kaki dan dapat menyebabkan kelemahan otot. 

Nyeri skiatika  yang khas bersifat radiasi (radiating pain) seperti aliran listrik sehingga penderita merasakan kesemutan dan dilanjutkan dengan rasa nyeri.

Iklan dari HonestDocs
Fisioterapi Sakit Leher 5 Kali Visit Di NK Health

Untuk pemulihan pasien yang mengalami keluhan pada leher, seperti tightness pada otot-otot sekitar leher sampai ke pundak, timbul gejala neurologis yang terjadi pada penjalaran saraf cervical pada vertebrae dengan menggunakan exercise dan manipulasi. Paket in untuk single visit (5x) dan tidak termasuk konsultasi dokter & Pemeriksaan Penunjang (Rontgen, MRI, CT-Scan).

Fisioterapi sakit leher 5x visit di nk health

Nyeri skiatika dirasakan pada beberapa orang dewasa. Skiatika berawal dari saraf sciatic yang merupakan saraf besar yang terletak di daerah punggung bawah hingga kaki. Saraf ini melahirkan cabang-cabang kecil dan melekat pada otot sekitar bokong hingga kaki sebagai respon sensorik dan motorik. 

Penyebab Skiatika

Penyebab dari timbulnya rasa nyeri ini disebabkan oleh terjepit saraf oleh sendi akibat kelainan struktur tulang belakang atau trauma. Penyakit ini biasa mempengaruhi salah satu kaki saja.

Beberapa penyebab yang melibatkan nyeri akibat penekanan saraf skiatika yang timbul tiba-tiba antara lain:

  1. Herniasi diskus
  2. Spondilolistesis
  3. Stenosis
  4. Cauda Equina

Bantalan lunak pada tulang belakang atau diskus yang pecah menimbulkan benjolan yang beresiko menyebabkan penekanan pada saraf sehingga timbul iritasi nyeri. Kelainan pada diskus ini disebut HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

Pergerseran tulang belakang ke arah depan segaris tulang belakang lain menyebabkan penekanan pada saraf sehingga menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini banyak ditemukan akibat cedera yang mengenai tulang belakang. 

Penyempitan pada jalur saraf di tulang belakang yang biasanya akibat dari penuaan beresiko memberikan tekanan pada saraf skiatik.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Sindrom cauda equina adalah penekanan pada saraf tulang belakang bagian punggung bawah yang disertai nyeri dan mati rasa pada sisi tubuh bagian bawah.

Selain adanya penyebab, beberapa faktor resiko yang muncul juga dapat menimbulkan nyeri skiatika terutama pada obesitas, terlalu sering duduk lama, penuaan, dan akitivitas berlebih.

Gejala Skiatika

Gejala yang ditimbulkan pada skiatika tidak lain diakibatkan tekanan pada saraf besar tersebut dan menimbulkan rasa tidak nyaman mulai dari pinggang hingga sekitar kaki. Gejala yang berkaitan antara lain

  1. Rasa nyeri seperti terbakar atau kesemutan
  2. Nyeri yang menjalar pada salah satu atau kedua kaki
  3. Mati rasa pada kaki
  4. Kelemahan otot-otot tungkai

Pemeriksaan penunjang untuk Skiatika

Pada kondisi seperti ini biasanya dokter mencatat keluhan yang terjadi dan memberikan saran untuk melakukan pemeriksaan penunjang dengan pemindaian Computed Tomography (CT-scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dengan kedua alat ini dokter dapat mendeteksi adanya kelainan tulang belakang yang disebabkan oleh herniasi, trauma tulang belakang, dan adanya keterlibatan saraf yang sekaligus menimbulkan iritasi pada saraf skiatika.  Pemeriksaan implus saraf dengan Elektromiografi (EMG) betujuan mendeteksi impuls saraf yang mempersarafi otot-otot di pergelangan kaki.

Pengobatan pada Skiatika

Skiatika yang ringan dapat sembuh sendiri dengan terapi mandiri seperti latihan kaki, yoga, pijat, atau fisioterapi. Penanganan dengan obat-obatan tidak kalah penting untuk mengatasi gejala. Beberapa obat yang sering digunakan antara lain:

  1. Obat pereda nyeri
    Obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pada kaki.
  2. Obat antiinflamasi
    Obat antiinflamasi dapat diresepkan oleh dokter yang bersifat untuk menenangkan saraf yang menyebabkan kaku otot atau mati rasa. Obat yang sering digunakan yaitu diazepam dan gabapentin.
  3. Steroid suntik
    Pemberian suntik steroid dengan cepat akan memulihkan rasa nyeri akibat peradangan saraf.
  4. Operasi
    Penekanan yang berat pada saraf skiatika terutama akibat cedera tulang belakang atau penyakit lain yang kronis perlu dilakukan operasi yang mendsasari terjadinya penyakit. Operasi yang dapat dilakukan antara lain operasi fussion, laminektomi dan disektomi.

Terapi rehabilitasi seperti latihan ringan dan fisioterapi hangat juga membantu mempercepat pemulihan. Setelah kondisi pulih setidaknya perlu arahan yang tepat tentang posisi tubuh terutama saat duduk, berbaring, dan berjalan. Jika suka berolahraga maka biasakan melakukan pemanasan agar otot-otot dan saraf dapat dipersiapkan dan mengurangi resiko cedera. Olahraga yang paling cocok pada penderita skiatika yang telah pulih yaitu berenang. 


25 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2019). What Are the Symptoms of Sciatica. (https://www.webmd.com/back-pain/guide/sciatica-symptoms)
Gordon, K. Netdoctor (2019). Healthy Living. 5 Sciatica Pain Relief Remedies to Try. (https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/wellbeing/a27114/overlooked-sciatica-remedies-that-could-help-you/)
MyDR (2018). Sciatica: Symptoms, Causes and Diagnosis. (https://www.mydr.com.au/sports-fitness/sciatica-symptoms-causes-and-diagnosis)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app