Risiko Yang Timbul Jika Makan Makanan Pasien Rumah Sakit Saat Menjenguk

Saat tubuh dalam keadaan tidak fit, kuman yang berada di rumah sakit dapat menyebabkan tubuh Anda sakit dengan lebih mudah. Hal lain yang juga dapat membuat Anda mudah tertular penyakit ketika berkunjung ke rumah sakit adalah makan makanan pasien.
Dipublish tanggal: Agu 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Risiko Yang Timbul Jika Makan Makanan Pasien Rumah Sakit Saat Menjenguk

Saat berkunjung ke rumah sakit, ada baiknya jika Anda mengetahui etika saat berada di rumah sakit. Dengan mematuhi etika saat berkunjung, Anda dapat membantu kerabat Anda yang sedang dirawat agar dapat sembuh lebih cepat. 

Salah satu etika yang paling penting adalah tidak makan makanan dari baki pasien. Bagaimana makan makanan pasien dapat mempengaruhi tingkat penyembuhan seseorang? Untuk lebih jelasnya, mari disimak artikel yang satu ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bagi seseorang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, seringkali mereka tidak nafsu makan sehingga tidak menghabiskan makanan yang disediakan di rumah sakit. 

Sebagai pendamping pasien atau orang yang sedang berkunjung, mungkin Anda pernah merasa sayang jika makanan sisa tersebut dibuang dan Anda berakhir dengan menghabiskan makanan tersebut agar tidak dibuang. 

Menghabiskan sisa makanan pasien bisa berdampak buruk bagi kesehatan pasien itu sendiri. 

Selain itu, tentu saja, dengan memakan makanan pasien juga bisa berdampak kurang baik terhadap kesehatan orang yang menghabiskan makanan sisa tersebut.

Bahaya mengkonsumsi makanan pasien (bagi kesehatan orang yang memakannya)

Infeksi yang didapat di rumah sakit (atau juga dikenal sebagai infeksi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan) adalah komplikasi yang dapat terjadi sebagai akibat dari perawatan medis yang disebabkan oleh mikro-organisme seperti bakteri dan virus. 

Beberapa mikroorganisme ini dapat ditemukan di lingkungan, dan beberapa bakteri hidup secara normal di dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Selain pasien, pendamping pasien atau orang yang mengunjungi pasien juga memiliki risiko yang cukup besar untuk terserang infeksi akibat virus yang ada di rumah sakit. 

Terlebih lagi jika pendamping pasien atau orang yang menjenguk sedang dalam kondisi tubuh yang tidak fit atau tidak memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Saat tubuh dalam keadaan tidak fit, kuman yang berada di rumah sakit dapat menyebabkan tubuh Anda sakit dengan lebih mudah. 

Hal lain yang juga dapat membuat Anda mudah tertular penyakit ketika berkunjung ke rumah sakit adalah makan makanan pasien.

Seperti yang kita ketahui, bakteri maupun virus bisa berpindah melalui cairan tubuh seperti air liur, bersin, dan batuk

Bila air liur yang terinfeksi tersebut mengenai sendok atau makanan yang ada di nampan, dan Anda menyentuh atau bahkan memakan makanan tersebut, virus atau bakteri akan berpindah ke tubuh Anda.

Beberapa jenis infeksi paling umum yang didapat di rumah sakit berhubungan dengan luka bedah atau penyisipan perangkat medis seperti infus, kateter urin atau drainase luka. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Oleh karena itu, sebagai pendamping atau pengunjung, Anda memiliki kemungkinan lebih besar jika makan makanan dari orang dengan kondisi seperti di atas.

Bahaya mengkonsumsi makanan pasien (bagi pasien itu sendiri)

Nutrisi adalah kunci dalam pemulihan kondisi kesehatan pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Pola makan yang sehat dapat membantu meningkatkan sistem imun pasien sehingga meningkatkan kondisi pasien secara keseluruhan. 

Untuk alasan itulah, makanan pasien di rumah sakit sangat penting karena berperan dalam mempersingkat waktu kesembuhan pasien.

Walaupun mungkin rasanya tidak selezat makanan di rumah sendiri, makanan yang disediakan di rumah sakit memiliki nutrisi yang seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses penyembuhan. 

Selain mengatur nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, pemberian makanan untuk pasien di rumah sakit bertujuan untuk memantau kadar kalori dan nafsu makan pasien. Hal ini merupakan salah satu indikator tingkat kesembuhan pasien.

Dokter akan memantau kedua hal tersebut berdasarkan makanan sisa pasien. 

Jika pasien menyisakan makanan dalam porsi yang cukup banyak, maka dokter akan menilai bahwa kondisi pasien belum pulih sepenuhnya, begitu juga sebaliknya.

Jika Anda sebagai pendamping atau pengunjung pasien, kerap kali menghabiskan makanan yang diberikan oleh rumah sakit untuk pasien, maka dokter dan perawat akan mengira bahwa kondisi pasien sudah jauh lebih baik, sehingga pemantauan yang awalnya dilakukan dengan ketat akan dikurangi.

Oleh karena itu, disarankan jika Anda menjadi pendamping atau pengunjung dan melihat ada banyak sisa makanan yang tidak dihabiskan oleh pasien, usahakan untuk melaporkannya pada dokter alih alih menghabiskan makanan pasien yang tidak habis.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Engelund, Eva & Lassen, Anne & Mikkelsen, Bent. (2007). The modernization of hospital food service - Findings from a longitudinal study of technology trends in Danish hospitals. Nutrition & Food Science. 37. 90-99. 10.1108/00346650710736354.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/235313044_The_modernization_of_hospital_food_service_-_Findings_from_a_longitudinal_study_of_technology_trends_in_Danish_hospitals)
Munk, T. & Beck, Anne Marie & Holst, M. & Rosenbom, E & Højgaard Rasmussen, Henrik & Nielsen, M & Thomsen, Thordis. (2014). Positive effect of protein-supplemented hospital food on protein intake in patients at nutritional risk: A randomised controlled trial. Journal of human nutrition and dietetics : the official journal of the British Dietetic Association. 27. 10.1111/jhn.12210.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/259987027_Positive_effect_of_protein-supplemented_hospital_food_on_protein_intake_in_patients_at_nutritional_risk_A_randomised_controlled_trial)
Zbadi, Latifa & El Ouali Lalami, Abdelhakim & BAROUDI, A. & MARSOU, Z. & Fikri Benbrahim, Kawtar. (2014). Microbiological Quality Assessment of Hospital Food in a Public Hospital in Fez (Morocco). Journal of Advances in Biotechnology, ISSN: 2348-6201. Vol. 4. 286-296. 10.24297/jbt.v4i1.1629.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/266140698_Microbiological_Quality_Assessment_of_Hospital_Food_in_a_Public_Hospital_in_Fez_Morocco)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app