Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Olahraga dan Kebugaran

Pilih Olahraga Low Impact Exercise atau High Impact Exercise?

Update terakhir: OCT 21, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.057.228 orang

Istilah olahraga Low Impact Exercise dan High Impact Exercise tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian dari kita. Kedua olahraga ini adalah olahraga yang mengandalkan aktivitas fisik agar dapat bergerak aktif sehingga tubuh menjadi lebih sehat. 

Pengkategorian aktivitas fisik ini dilihat dari jumlah beban berat yang harus ditanggung, apakah beban tersebut dapat mencederai persendian ataukah tidak. Untuk menentukan olahraga mana yang cocok untuk Anda, berikut ini ulasan lengkap terkait perbedaan antara Low Impact Exercise dan High Impact Exercise.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Perbedaan Low Impact Exercise dan High Impact Exercise

Low Impact Exercise

Low impact exercise merupakan jenis olahraga yang disarankan untuk mereka yang telah berusia lanjut maupun mereka yang mengidap masalah pada persendian dan tulang punggung ataupun lutut. Olahraga Low Impact Exercise sendiri adalah kategori olahraga yang tidak membebani persendian sehingga risiko sendi cedera sangat kecil. 

Aktivitas yang tergolong Low Impact Exercise adalah olahraga dimana salah satu tungkai kaki masih menumpu pada lantai. Terdapat banyak pilihan Low Impact Exercise seperti Tai Chi, berjalan kaki, main kayak, renang, mendayung, mendaki dan yoga. Selain itu, pilihan olahraga dansa seperti ballroom dancing juga termasuk ke dalam Low Impact Exercise.

Low Impact Exercise jika dilakukan dalam waktu yang cukup juga dapat membuat tubuh berkeringat. Selain berkeringat, Anda juga bisa mendapatkan degup jantung aerobic dengan melakukan Low Impact Exercise. Target aerobic untuk mereka yang berusia muda adalah 60 persen dari 220 dikurangi usia. 

Misalnya Anda berusia 30 tahun, maka degup jantung aerobic tercapai apabila sudah mencapai 60% dari (220-30). Sementara untuk yang berusia lanjut seperti 60 tahun dapat mencapai degup jantung aerobik apabila degup jantungnya mencapai 96 degup jantung per menit.

High Impact Exercise

High Impact Exercise tidak dianjurkan untuk mereka yang berusia lanjut maupun mereka yang mengalami sakit pada persendian dan tulang belakang. Hal ini dikarenakan High Impact Exercise mengandalkan persendian untuk bekerja lebih berat ketimbang Low Impact Exercise sehingga lebih berisiko menimbulkan cedera.

High Impact Exercise termasuk semua jenis olahraga dimana kedua tungkai terangkat bersamaan sehingga tidak ada kaki yang dapat menopang tubuh. Beberapa jenis olahraga yang termasuk High Impact Exercise adalah berlari cepat, melompat seperti lompat tali dan semua aktivitas yang mengharuskan melompat dan meloncat. 

Oleh karena aktivitas fisik ini tergolong berat, sehingga orang dengan gangguan jantung maupun paru-paru tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas High Impact Exercise.

Pilihan Jenis Olahraga Low Impact Exercise yang Membakar Banyak Kalori

Meski tergolong Low Impact Exercise, jenis olahraga ini tetap dapat membakar banyak kalori apabila dilakukan dengan benar dan rutin. Di bawah ini adalah pilihan olahraga Low Impact Exercise yang bisa Anda pilih untuk membakar kalori di tubuh, seperti:

Jalan cepat

Tidak perlu jogging ataupun berlari, cukup melakukan jalan cepat agar memperoleh manfaat kardio maksimal. Untuk melakukan jalan cepat, Anda hanya perlu berjalan dengan menekuk kedua tangan dalam bentuk kepalan. 

Kemudian terus berjalan dengan gerakan seperti memompa agar tetap fokus. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, Anda bisa berjalan cepat di jalanan menanjak.

Zumba

Ini adalah pilihan olahraga bertenaga yang dapat membuat hati menjadi lebih bahagia. Zumba dilakukan sambil diiringi musik bertenaga dengan ritme yang selalu berulang.

Berenang

Olahraga renang dapat membantu kalori terbakar maksimal. Hal ini dikarenakan seluruh tubuh bergerak secara bersamaan ketika berenang sehingga lebih banyak kalori terbakar.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit