Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Pada Telinga Berdarah

Dipublish tanggal: Okt 25, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Nov 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Pada Telinga Berdarah

Ada beberapa gangguan yang bisa dialami oleh telinga, salah satunya adalah telinga berdarah. Telinga berdarah ini memiliki banyak sekali penyebab. Salah satu yang paling sering adalah saat Anda membersihkan telinga menggunakan cotton bud dan masuk terlalu dalam, kemudian menyebabkan telinga berdarah. Sedikit apa pun darah yang keluar, tentu saja akan bikin panik, bukan? Tenang, simak panduan pertolongan pertama pada telinga berdarah berikut ini.

Pertolongan pertama untuk telinga berdarah

Selain karena tergores benda tumpul atau tajam, ada beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan telinga berdarah. Misalnya saat terkena pukulan keras, terpapar suara yang sangat keras, atau cedera kepala serius.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan gendang telinga mengalami luka. Anda biasanya akan merasakan nyeri mendadak tuli sementara karena tidak bisa mendengarkan suara di sekitar Anda. Kerusakan gendang telinga ini juga ditandai dengan berdarahnya telinga.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan apabila telinga sudah mengeluarkan darah? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang dan segera lakukan pertolongan pertama. Apabila Anda merasa panik, maka berbagai macam pertolongan tersebut justru tidak akan membantu. 

Saat akan melakukan pertolongan pertama untuk telinga berdarah, Anda harus memastikan dulu penyebab telinga berdarah yang Anda alami. Berikut panduan pertolongan pertama pada telinga berdarah sesuai penyebabnya, antara lain:

1. Luka pada daun telinga

Kalau penyebab telinga berdarah yang Anda alami adalah luka pada daun telinga, maka tujuan penanganannya adalah mencegah keluarnya darah yang berlebihan. Caranya, tekan bagian telinga yang berdarah sampai darahnya sudah tidak mengalir lagi.

Setelah bagian yang terluka tidak mengeluarkan darah, tutupi luka tersebut menggunakan kassa steril dan juga plester. Jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu.

Setelah membalutkan kassa, kompreslah luka tersebut menggunakan es batu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang mungkin terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Kemasukan serangga

Penyebab kedua telinga berdarah adalah kemasukan serangga. Justru bukan serangga besar, biasanya serangga-serangga kecil seperti semut atau nyamuk bisa sangat mengganggu dan menyebabkan telinga berdarah. 

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah jangan sekali-kali mencungkil serangga menggunakan jari. Alih-alih mengeluarkannya, bukan tidak mungkin serangga ini malah akan menyengat organ telinga yang lainnya sehingga kondisi Anda bisa semakin parah.

Sebagai langkah pertolongan pertama, cobalah berbaring dan miringkan telinga. Anda harus lebih sabar dalam proses ini karena Anda harus menunggu serangga untuk keluar dengan sendirinya. 

Lalu, bagaimana kalau tidak keluar? Solusinya, Anda bisa menuangkan minyak zaitun atau baby oil secara perlahan ke dalam telinga. Jangan terlalu banyak, karena justru akan berbahaya untuk telinga.

Baca Selengkapnya: 7 Tips untuk Telinga yang Kemasukan Serangga

3. Kemasukan benda asing

Telinga berdarah juga bisa disebabkan oleh kemasukan benda asing. Bila Anda mengalaminya, maka Anda tidak boleh panik dalam situasi seperti ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kalau benda yang masuk ke dalam telinga cenderung mudah diambil dan masih bisa dilihat, gunakan tangan atau pinset untuk mengambilnya dan lakukan secara hati-hati. Jangan lega dulu setelah barangnya keluar, sebab Anda harus tetap periksa ke dokter untuk mengetahui apakah benda asing tadi sudah berhasil dikeluarkan sepenuhnya atau belum.

Sedangkan jika bendanya diduga masuk lebih jauh ke dalam telinga hingga tidak terlihat, maka jangan ambil risiko dengan nekat mengambilnya sendiri. Cobalah untuk memiringkan kepala dengan posisi lubang telinga yang berdarah ada di bagian bawah. 

Hal ini bertujuan untuk menurunkan benda tersebut dengan mengandalkan gaya gravitasi. Sangat tidak disarankan untuk mengeluarkan benda asing dengan memukul-mukul kepala. Bukannya sembuh, Anda malah akan merasakan sakit di bagian kepala.

Kunci pentingnya adalah lakukan pelan-pelan dan jangan terburu-buru atau panik. Lakukan setenang mungkin, kalau bisa segera minta bantuan medis untuk mengatasi telinga berdarah yang Anda alami.

Anda juga tetap harus datang ke dokter THT untuk memeriksakan kondisi telinga Anda. Banyak orang yang tidak pergi ke dokter setelah melakukan pertolongan pertama karena merasa sudah sehat dan normal.

Merawat telinga memang terlihat mudah, tapi alangkah baiknya untuk rajin periksa ke dokter agar bisa lebih teliti dan cermat dalam melakukan pembersihan telinga. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko telinga berdarah di kemudian hari dan memastikan bahwa pertolongan pertama yang Anda lakukan tidak menimbulkan infeksi lebih jauh pada telinga.

Baca Juga: Telinga Anak Berdarah, Apa yang Harus Dilakukan?

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mayo Clinic Staff. (2016). Ruptured eardrum (perforated eardrum): Symptoms and causes. (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/dxc-20265965)
Mayo Clinic Staff. (2016). Ear infection (middle ear): Treatment. (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/diagnosis-treatment/treatment/txc-20199908)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app