Permainan Aktif Memupuk Kepercayaan Diri Anak

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Permainan Aktif Memupuk Kepercayaan Diri Anak

Sekitar usia dua tahun, sebagian besar anak sudah mahir berjalan dan siap untuk melangkah ke tahap perkembangan sosial dan fisik yang berikutnya. Di usia ini, sangat penting bagi Anda untuk mengenalkan anak pada jenis-jenis permainan yang aktif melibatkan gerakan fisik demi mengembangkan kemampuan motorik fundamental secara keseluruhan atau full range of fundamental motor skills (FMS). 

Mengajak anak bermain secara aktif, artinya ikut berpartisipasi main bersama anak, menjadi role model yang baik untuknya sekaligus bersenang-senang bersama. Aktif secara fisik, sangat bermanfaat untuk anak dan Anda sebagai orang tua. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Aktivitas fisik bagi bayi dan balita memberi banyak manfaat kesehatan, antara lain mengembangkan dan menguatkan otot, mengembangkan kemampuan koordinasi antara otak dengan gerak fisik, dan menunjang perkembangan dan kekuatan tulang

Selain itu, jika anak aktif secara fisik sejak kecil, akan memberi manfaat kesehatan di tahun-tahun mendatang kehidupannya yaitu, mengurangi risiko cidera akibat kurangnya kemampuan koordinasi dan menghindari obesitas yang bisa mengakibatkan penyakit seperti jantung serta diabetes

Menurut University of Wollongong’s Child Obesity Research Centre, jumlah penderita obesitas terus bertambah selama 30 tahun terakhir, tidak terkecuali pada anak, orang dewasa dan usia senior. Fakta ini harusnya semakin membuat Mums bersemangat untuk mengajarkan gaya hidup aktif pada Si Kecil. 

Anak yang terbiasa aktif sedari kecil, biasanya akan terdorong untuk aktif juga saat sudah besar. Bukan itu saja, permainan yang aktif juga dapat memupuk rasa percaya diri, mengembangkan motorik kasar dan menimbulkan rasa gembira serta nyaman dalam diri anak. 

Panduan dari National Association for Sport and Activity menyarankan agar anak balita dan prasekolah memiliki setidaknya dua jam waktu bermain bebas yang melibatkan gerakan fisik, setiap hari. Jaga anak agar tidak berdiam diri saja selama lebih dari satu jam saat permainan berlangsung. Tentu, kecuali jika anak jatuh tertidur. 

Meski panduan di atas  menyarankan agar anak usia 0-5 tahun memiliki kegiatan fisik selama dua jam perhari, ini tidak berarti anak harus dipaksa main selama dua jam penuh meski dia tidak menginginkannya.  JIka anak hanya mampu dan mau bermain selama satu jam, tidak mengapa. Satu jam lagi bisa disusulkan di waktu lain pada hari yang sama. 

Tip mendorong anak untuk aktif bermain

Untuk anak yang baru belajar berjalan, Mums  bisa berdiri jarak satu atau dua meter dari anak, lalu minta Si Kecil berjalan ke arah Mums. Supaya anak lebih tertarik, Mums bisa menggunakan mainan favoritnya sebagai rangsangan

Cara lain adalah dengan menyetel musik atau Mums sendiri yang menyanyi sambil berdansa gembira. Ajak anak untuk ikut menyanyi dan berdansa bersama-sama.Untuk anak yang sudah lancar berjalan dan berlari, Mums atau ayah dapat mengajak si kecil bermain tangkap bola atau bola sepak. Permainan ini bukanlah permainan yang dibatasi gender atau jenis kelamin. Tidak mengapa jika anak perempuan Mums suka menendang-nendang bola. 

Saat motorik halus dan kasar anak semakin berkembang, Mums atau ayah  bisa mengajaknya berolahraga bersama misalnya joging atau bersepeda sekeluarga. (LT)

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Friendship Activities: 10 Top Games for Kids. Healthline. (https://www.healthline.com/health/parenting/friendship-activities)
Action video games decrease gray matter, study finds. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/318839.php)
Child Shyness: Help Your Shy Kid. WebMD. (https://www.webmd.com/parenting/features/parent-shy-child)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app