Perhatikan Cara Pemakaian Kondom yang Benar saat Hendak Bercinta

Kondom memiliki tingkat keampuhan kerja hingga 98% sehingga diperkirakan hanya sebagian pasangan saja yang akan mengalami kehamilan akibat penggunaan kondom. Namun keampuhannya akan menurun bahkan sampai 85% apabila tidak digunakan dengan benar.Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan soal pemakaian kondom. Simak penjelasannya berikut ini:
Dipublish tanggal: Jul 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Perhatikan Cara Pemakaian Kondom yang Benar saat Hendak Bercinta

Kondom menjadi alat kontrasepsi yang dianjurkan dan terbukti efektif mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sehingga kebutuhan pemakaian kondom oleh banyak pasangan menjadi pertimbangan serius, apalagi jika Anda berada pada masa “gamang” untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat.

Akan tetapi untuk mencapai fungsi yang maksimal diperlukan perhatian yang baik dalam penggunaannya. Selain itu pastikan juga waktu yang baik untuk mengakhiri kegiatan seksual ketika menggunakan kondom. Mengapa demikian? Simak penjelasannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Rozgra - Sildenafil Citrate 100MG via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Rozgra sildenafil citrate 100mg

Waktu yang tepat mengakhiri kegiatan penetrasi

Anda tidak perlu khawatir ketika ejakulasi sedang berlangsung dalam kondisi penetrasi menggunakan kondom. Di sanalah fungsi kondom sedang berlangsung untuk mencegah kehamilan. 

Dengan demikian Anda memiliki waktu yang lebih lama untuk mengakhiri kegiatan penetrasi, bisa sebelum atau sesudah ejakulasi.

Akan tetapi Anda harus segera mengakhiri penetrasi setelah ejakulasi. Hal ini sebagai antisipasi kondom bocor sehingga sperma masuk ke area rahim. Mengakhiri penetrasi sebelum ejakulasi menjadi cara terbaik dan meyakinkan supaya terhindar dari kehamilan. 

Dengan demikian Anda bisa memilih salah satu cara atau bahkan mengkombinasikan keduanya.

Gunakan kondom dengan benar

Kondom memiliki tingkat keampuhan kerja hingga 98% sehingga diperkirakan hanya sebagian pasangan saja yang akan mengalami kehamilan akibat penggunaan kondom. Namun keampuhannya akan menurun bahkan sampai 85% apabila tidak digunakan dengan benar.

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan soal pemakaian kondom. Simak penjelasannya berikut ini:

Iklan dari HonestDocs
Beli Rozgra - Sildenafil Citrate 100MG via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Rozgra sildenafil citrate 100mg

1.   Gunakan kondom dari awal hingga berakhirnya penetrasi.

2.   Tambah pula pelumas ekstra di bagian kondom sebagai pelindung tambahan.

3.   Pastikan kondom yang Anda gunakan memiliki kualitas yang baik dan tentu saja masih layak pakai, ditandai dengan tanda kadaluarsa yang masih berlaku.

Kesalahan memakai kondom

Para ahli menyatakan jika kebanyakan fungsi kondom yang digunakan tidak optimal menjadi akibat risiko kehamilan yang semakin tinggi. Alasan tidak berfungsinya kondom adalah karena kondisinya terlanjur rusak atau mengalami robek di bagian tertentu. 

Kesalahan memakai kondom merupakan problema tersendiri bagi para penggunanya yang berasal dari berbagai kalangan.

Simak beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pengguna kondom berikut ini:

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

1. Terlalu cepat dan terlalu terlambat

Kesalahan yang sering dialami para pengguna adalah terlalu cepat memakai kondom, penis belum mengalami ereksi. Sehingga dikhawatirkan akan mengalami kerusakan saat terjadi ereksi. 

Kemudian terlambat menggunakan kondom juga menjadi langkah yang kurang bijak, sebab sebagian pasangan akan menjadi lupa dan terlalu nyaman dengan foreplay hingga terjadilah ereksi tanpa terlindungi.

2. Tidak ada ruang kondom yang tersisa

Kesalahan selanjutnya adalah ketika kondom sudah dipakai dan tidak menyisakan ruang di bagian ujung kondom. Ruang tersebut berfungsi sebagai tempat untuk sperma yang keluar saat ejakulasi. Hal tersebut perlu diperhatikan supaya Anda tidak mengalami kebocoran sperma di dalam rahim.

3. Pemakaian kondom yang tidak optimal

Para pengguna kondom beresiko terkena penyakit kelamin yang menular, hal itu terjadi akibat tidak dipakai secara keseluruhan atau hanya setengah bagian. Sehingga masih terdapat sisa gulungan kondom.

4. Tidak memperhatikan masa kadaluarsa

Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah tidak memperhatikan keterangan yang tersedia di dalam kemasan. Salah satunya perihal tanggal kadaluarsa yang sudah tidak berlaku, sehingga kondisi dan kualitas kondom menjadi tidak baik untuk digunakan.

Dengan demikian pastikan Anda bersama pasangan memperhatikan dengan seksama perihal pemakaian kondom sebelum melakukan hubungan seksual. Supaya keduanya dapat menjaga resiko kehamilan dan penularan penyakit mematikan dengan lebih baik.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Instructions for Using Male Condoms. New York State Department of Health. (Accessed via: https://www.health.ny.gov/publications/instructions_male_condom.pdf)
Condoms for Birth Control: Types, Effectiveness, and More. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/birth-control-condom)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app