Perawatan Kecantikan Selama Masa Kehamilan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Perawatan Kecantikan Selama Masa Kehamilan

Perawatan kecantikan dari ujung kepala hingga ujung kaki tidak bisa dipisahkan dari kodrat para wanita, bahkan selama masa kehamilan. Namun dengan banyaknya berbagai produk kecantikan yang mengandung bahan kimia berbahaya, melakukan perawatan kecantikan juga menjadi hal yang harus diwaspadai. 

Berikut ini tiga jenis perawatan kecantikan yang cukup akrab dengan para wanita dan bagaimana dampaknya terhadap wanita yang sedang hamil.

1. Perawatan manikur dan pedikur
Perawatan kuku termasuk aman dilakukan oleh wanita yang sedang hamil. Walaupun melibatkan bahan kimia, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa cat kuku berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Bahkan, perawatan pedikur sangat berguna dan membantu wanita yang sedang hamil besar karena merapikan sendiri kuku kaki bisa menjadi sangat sulit. 

Dalam perawatan kuku, yang menjadi musuh wanita lebih kepada aroma dari cat kuku yang sangat menyengat. Dengan kondisi indera penciuman wanita yang semakin sensitif, aroma cat kuku dapat membuat wanita merasa mual. Atasi dengan mengecat kuku di ruangan dengan ventilasi yang cukup. Sebisa mungkin hindari penggunaan aseton untuk menghapus cat kuku karena terdapat kandungan kimia yang kurang baik bagi kesehatan wanita. 


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Salicylic acid during pregnancy: Safe skin care and products to avoid. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322291.php)
Pregnancy Skin Care: Get That Glow!. WebMD. (https://www.webmd.com/baby/features/pregnancy-skin-care-get-that-glow)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app