Glaukoma, Penyakit Mata yang Diderita Putra BJ Habibie

Dipublish tanggal: Sep 17, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Glaukoma, Penyakit Mata yang Diderita Putra BJ Habibie

Sejak berita meninggalnya Presiden RI ke-3 BJ Habibie diumumkan, gaya penampilan Thareq Kemal Habibie, putra bungsu dari almarhum Presiden BJ Habibie yang menggunakan penutup mata (eyepatch) ramai diperbincangkan banyak orang. Hal tersebut digunakan bukan tanpa alasan karena penampilannya yang unik tersebut disebut-sebut mirip dengan Nick Fury yang diperankan oleh Samuel L. Jackson dalam beberapa film produksi Marvel.

Tetapi tak banyak orang yang tahu, ternyata Thareq Habibie menderita penyakit mata yang menyerang retina mata, biasa disebut glaukoma. Hingga saat ini belum ada cara pengobatan yang dapat digunakan untuk menyembuhkan glaukoma, termasuk donor mata. Karena donor mata tidak dapat menggantikan retina mata yang rusak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Mengenal penyakit glaukoma 

Glaukoma sendiri merupakan penyakit kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan bola mata (tekanan intraokuler) yang menyebabkan jarak penglihatan menjadi menurun. Hal ini terjadi karena meningkatnya produksi dan aliran cairan mata (aqueous humour) ke pembuluh darah yang menyebabkan tekanan bola mata menjadi tinggi. 

Padahal air mata yang berfungsi secara normal memiliki tujuan untuk menjaga kondisi mata, mengalirkan nutrisi pada mata, serta membersihkan mata dari kotoran yang mungkin menempel.

Glaukoma menjadi salah satu penyakit mata yang paling sering menjadi penyebab kebutaan secara permanen. Hal ini dikarenakan belum ada cara pengobatan yang dapat menyembuhkan glaukoma dan mampu mengembalikan kondisi mata dalam melihat secara normal, tetapi beberapa perawatan setidaknya dapat membantu menurunkan dan menjaga tekanan bola mata agar tidak terlalu tinggi sehingga berada di kisaran angka normal. Beberapa cara mengatasi glaukoma, antara lain:

  • Obat tetes mata digunakan untuk mencegah tekanan bola mata semakin tinggi dengan cara menurunkan produksi cairan mata (akuos humor), seperti beta blocker, penghambat karbonat anhidrase, simpatomimetik, prostaglandin, maupun cholinergic
  • Obat oral (obat minum) yang memiliki fungsi sama seperti obat tetes untuk menjaga tekanan bola mata
  • Terapi dengan operasi atau laser yang bertujuan untuk memperlancar aliran air mata dengan membuka saluran trabecular meshwork dan mencegah sumbatan
  • Operasi atau pembedahan yang disebut trabeculectomy untuk membuang sebagian jaringan untuk memperlancar aliran air mata

Apa penyebab dan gejala glaukoma?

Glaukoma yang dialami putra bungsu alm. Presiden BJ Habibie tersebut disebabkan oleh penyakit diabetes yang sudah dideritanya  sekitar 3,5 tahun belakangan. Selain karena kondisi gula darah yang tinggi, glaukoma juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik (keturunan), penderita penyakit diabetes, pengguna kacamata dengan minus tinggi atau efek penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid.

Selain itu, glaukoma umumnya lebih sering dialami oleh orang berusia 40 tahun ke atas atau mereka yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Glaukoma dapat terjadi secara perlahan ataupun mendadak dengan gejala yang muncul seperti mata merah dan nyeri, jarak penglihatan berkurang dan terasa kabur, sakit kepala, mual dan muntah, adanya blind spot, serta lingkaran seperti pelangi ketika melihat cahaya terang.

Bagaimana cara mendiagnosis glaukoma?

Setelah seseorang merasakan jarak penglihatannya semakin menurun, ada baiknya untuk segera memeriksakan mata ke dokter untuk menemukan solusi yang tepat dari gejala yang dirasa. Ada beberapa jenis penyakit mata yang memiliki gejala hampir serupa, sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Glaukoma sendiri dapat diketahui melalui beberapa cara, termasuk:

  • Tes penglihatan untuk mengetahui sejauh mana jarak pandang mata
  • Pemeriksaan tekanan bola mata dengan menggunakan tonometri. Berbahaya jika tekanan bola mata berada di atas 21 mmHG
  • Pemeriksaan lapang pandang tepi dengan menggunakan kampimetri untuk mengetahui apakah ada penyempitan lapang padang
  • Tes optalmoskopi dengan memperbesar pupil mata untuk melihat apakah ada kelainan di area belakang mata
  • Tes pachymetry untuk memeriksa ketebalan kornea mata yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya tekanan pada mata
  • Tes gonioscopy yang digunakan untuk mendeteksi apakah ada cairan yang menumpuk pada mata

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Comprehensive adult medical eye evaluation — ­2015. American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/preferred-practice-pattern/comprehensive-adult-medical-eye-evaluation-2015.
Does marijuana help treat glaucoma? American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/medical-marijuana-glaucoma-treament.
Alternative medicine. Glaucoma Research Foundation. https://www.glaucoma.org/treatment/alternative-medicine.php.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app