Penyakit Lupus (SLE) - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 957.215 orang

Lupus atau yang lebih dikenal dengan Systemic Lupus Erythematosus pada kalangan medis, adalah penyakit sistem kekebalan tubuh. Biasanya, sistem kekebalan tubuh melindungi tubuh dari infeksi.

Pada lupus, sistem kekebalan tubuh secara tidak tepat menyerang jaringan di berbagai bagian tubuh. Aktivitas sistem pertahanan tubuh yang abnormal ini menyebabkan kerusakan jaringan dan masalah pada organ.

Gejala yang umum terjadi adalah ruam merah berbentuk sayap kupu-kupu terbentuk di wajah, mudah lelah, tidak tahan terkena panas matahari langsung, sendi nyeri dangt;bengkak, demam, nyeri dada, rambut rontok, bisul mulut, kelenjar getah bening bengkak.

Namun jika gejala-gejala seperti di atas muncul, belum tentu seseorang mengidap Lupus (SLE), berikut adalah jenis-jenis lupus yang biasa ditemukan di masyarakat :

1. Lupus (Systemic Lupus Erythematosus)
Lupus (SLE) adalah Lupus yang dimaksud oleh masyarakat ketika merujuk pada seseorang yang sakit Lupus, SLE merupakan jenis Lupus yang paling sering. Penyakit ini juga merupakan jenis lupus yang paling serius karena dapat mempengaruhi organ, darah, dan kulit.

2. Discoid Lupus
Discoid Lupus menyebabkan ruam yang biasanya muncul di wajah, kulit kepala, dan leher. Tapi Discoid Lupus tidak mempengaruhi organ tubuh.Namun perlu diingat, ada kemungkinan orang dengan Discoid Lupus akan menderita Lupus SLE dikemudian hari.

3. Lupus karena induksi obat-obatan
Lupus jenis ini terjadi saat seseorang mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan gejala seperti Lupus. Saat obat dihentikan gejala pun akan hilang.

4. Lupus Neonatal
Dalam kasus yang sangat jarang, seorang ibu dengan Lupus akan melahirkan bayi yang baru lahir dengan Neonatal Lupus. Hal ini dapat menyebabkan ruam kulit, anemia, atau masalah hati. Gejala biasanya hilang setelah beberapa bulan. Namun beberapa bayi dengan Neonatal Lupus bisa terlahir dengan cacat jantung yang serius.

Seberapa bahayakah Lupus?

Lupus termasuk penyakit yang cukup berbahaya dan memiliki angka kematian yang tinggi, seperti halnya dengan HIV, dimana sistem pertahanan tubuh yang rendah sama buruknya dengan sistem pertahanan tubuh yang menyerang tubuh sendiri.

Lupus dapat menyebabkan kematian karena peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi organ-organ pada tubuh anda dan menyebabkan komplikasi sistemik seperti komplikasi pada :

  • Ginjal
    Lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius, dan gagal ginjal adalah salah satu penyebab utama kematian di antara penderita lupus.

  • Otak dan sistem saraf pusat
    Jika otak Anda terkena dampak dari lupus yang Anda derita, Anda mungkin mengalami sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, masalah penglihatan, dan bahkan stroke atau kejang. Banyak penderita lupus mengalami masalah ingatan dan mungkin mengalami kesulitan mengekspresikan diri mereka.

  • Darah dan pembuluh darah
    Lupus dapat menyebabkan masalah darah, termasuk anemia dan peningkatan risiko perdarahan atau pembekuan darah. Hal ini juga dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah (vaskulitis).

  • Paru-paru
    Memiliki lupus meningkatkan kemungkinan Anda terkena radang pada lapisan rongga dada (pleura), yang bisa membuat pernapasan terasa nyeri. Pendarahan pada paru-paru dan pneumonia juga mungkin terjadi.

  • Jantung
    Lupus bisa menyebabkan radang otot jantung, arteri atau selaput jantung (pericarditis). Risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung juga meningkat.

Jenis komplikasi lainnya

Memiliki lupus juga meningkatkan risiko Anda mengalami:

  • Infeksi
    Orang dengan lupus lebih rentan terhadap infeksi karena penyakit dan pengobatan Lupus dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  • Kanker
    Memiliki lupus tampaknya meningkatkan risiko kanker; Namun risikonya kecil.

  • Kematian jaringan tulang (avascular necrosis)
    Hal ini terjadi ketika suplai darah ke tulang berkurang, sering menyebabkan hambatan aliran darah di tulang dan akhirnya menyebabkan tulang kolaps.

  • Komplikasi kehamilan
    Wanita dengan lupus memiliki peningkatan risiko keguguran. Lupus meningkatkan risiko tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia) dan kelahiran prematur. Untuk mengurangi risiko komplikasi ini, dokter sering menyarankan untuk menunda kehamilan sampai penyakit Anda terkendali setidaknya selama enam bulan.

Yang membuat penyakit ini lebih berbahaya adalah, tidak ada obat yang tersedia untuk SLE tapi ada banyak perawatan untuk penyakit ini. Pada tahun 1950an, kebanyakan orang yang didiagnosis dengan SLE hidup kurang dari lima tahun. Saat ini, lebih dari 90% bisa bertahan selama lebih dari sepuluh tahun, dan banyak orang yang menderita Lupus bisa hidup relatif bebas dari gejala.

Selain tidak adanya pengobatan yang adekuat,penyebab penyakit ini tidak diketahui secara pasti, sehingga menyebabkan pencegahannya yang sulit.

Prognosis biasanya lebih buruk pada pria dan anak daripada wanita; Namun, jika gejala muncul setelah usia 60, penyakit ini cenderung lebih jinak. Kematian dalam waktu 5 tahun, disebabkan oleh kegagalan organ atau infeksi yang hebat,namun hal tersebut dapat diminimalisir dengan diagnosis dan pengobatan dini.

Risiko kematian lima kali lipat lebih besar pada tahap akhir. Hal ini dapat dikaitkan dengan penyakit Kardiovaskular karena Aterosklerosis, yang merupakan penyebab utama kematian pada orang dengan SLE.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit