Hernia Inguinalis - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.042.663 orang

Hernia inguinalis terjadi pada daerah perut bagian bawah dekat dengan alat kelamin. Hal ini terjadi karena jaringan lemak atau jaringan usus mencuat melalui bagian yang lemah pada dinding perut di dekat saluran ingunalis sebelah kanan atau kiri. 

Tiap saluran inguinalis saling bersebelahan di bagian dasar perut dekat alat kelamin. Baik pria maupun wanita memiliki saluran inguinalis. Pada pria, testis biasanya menurun melalui saluran inguinalis beberapa minggu sebelum kelahiran.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Pada wanita, tiap saluran inguinalis merupakan lokasi jalur ligamen yang membulat pada uterus. Jika seorang wanita mengalami hernia pada atau di dekat jalur tersebut, akan mengalami benjolan yang menonjol dan menyebabkan rasa sakit saat bergerak. 

Kebanyakan orang tidak memeriksakan hernia jenis ini karena ukurannya yang kecil atau tidak menyebabkan gejala apapun. Penanganan medisgt;dapat menghindarkan adanya pertambahan ukuran benjol dan rasa tidak nyaman.

Macam-macam Hernia Inguinalis

  • Hernia Ingunalis tak langsung, cukup sering terjadi pada bayi yang lahir prematur, karena saluran inguinal belum tertutup. Cukup umum terjadi pada pria.
  • Hernia inguinalis langsung, terjadi pada masa dewasa. Terjadi karena melemahnya otot saat masa dewasa, dan cukup sering terjadi pada pria.
  • Hernia Inguinalis terkungkung, terjadi karena jaringan terkungkung di selangkangan atau daerah sekitar alat kelamin dan tidak dapat dikembalikan ke tempat asalnya.
  • Hernia inguinalis terjepit, yaitu kondisi henia inguinalis terkungkung yang menyebabkan usus tersebut tidak mengalir darahnya. Hal ini bisa membahayakan jiwa dan memerlukan indakan medis dengan segera.

Penderita Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi pada 2 hingga 3 persen bayi laki-laki, dan kurang dari 1 persen pada bayi perempuan. Sekitar 1 dari 4 proa pernah mengalami hal ini di kehidupannya, dan paling umum terjadi pada pria berumur lebih dari 40 tahun. 

Selain itu, perokok memiliki risiko paling tinggi untuk mengidap hernia inguinal, begitu pula orang-orang yang memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami, pernah melakukan operasi di bagian perut, maupun menderita masalah kesehatan lainnya.

Gejala dari Hernia Inguinalis

Gejala yang terjadi beserta tandanya antara lain:

  • Adanya benjolan di salah satu area tulang pubis (pangkal paha), yang semakin terlihat bila berdiri tegak, terutama saat batuk atau meregangkan badan
  • Rasa nyeri atau terbakar pada bagian benjolan
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman pada daerah sekitar alat kelamin, terutama saat menekuk badan, batuk atau mengangkat beban
  • Rasa berat pada daerah sekitar alat kelamin
  • Terasa lemas atau merasa ada tekanan pada selangkangan dan daerah sekitar alat kelamin
  • Rasa nyeri dan timbul bengkak di sekitar testikel apabila usus yang turun ke buah zakar.

Hernia yang mencuat dapat ditekan secara perlahan agar kembali ke perut terutama saat sedang berbaring. Jika tidak, mengompres daerah tersebut dengan bongkahan es bisa mengurangi pembengkakan sehingga hernia bisa kembali semula. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Berbaring dengan meninggikan pelvis melebihi kepala juga dapat membantu.

Faktor risiko terkena Hernia Inguinalis

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hernia antara lain:

  • Keturunan
  • Seorang pria
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Kehamilan
  • Batuk kroniks
  • Sembelit kronis
  • Pernah mengalami hernia inguinalis
  • Lahir secara prematur
  • Fibrosis sistik

Pencegahan dan penanganan penyakit Hernia Inguinalis

Untuk mencegah hernia akibat turunan tidak dapat dilakukan. Hal yang dapat dilakukan hanya mengurangi tegangan pada otot dan jaringan daerah perut, misalnya:

  • Menjaga berat badan tubuh agar ideal
  • Berhenti merokok
  • Konsumsi banyak makanan yang tinggi serat
  • Tidak menggunakan alat penahan hernia
  • Berhati-hati dalam mengangkat benda berat atau menghindari untuk mengangkat beban berat

Dalam menangani hernia inguinalis dapat dilakukan operasi. Pilihan selain operasi yaitu melakukan open inguinal herniorrhaphy atau laparoscopic inguinal herniorrhaphy. 

Pada penanganan menggunakan open inguinal herniorrhaphy, sebuah irisan besar di dekat selangkangan. Sedangkan pada laparoscopic inguinal herniorrhaphy, dibuat irisan yang banyak. Sebuah tabung panjang tipis yang dilengkapi dengan kamera kemudian dimasukkan ke ujung irisan untuk membantu proses operasi. 

Semua proses ini dilakukan untuk mengembalikan jaringan internal perut kembali ke rongga perut dan memperbaiki dinding perut yang rusak. Kadangkala, semacam “jala” digunakan untuk menyangga dinding perut. 

Setelah semua organ dan jaringan sudah sesuai dengan tempatnya, irisan akan ditutup dengan jahitan. Kelebihan dari proses laparoscopic inguinal herniorrhaphy adalah waktu penyembuhan yang lebih cepat, tetapi kemungkinan hernia kembali akan lebih besar daripada open inguinal herniorrhaphy.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit